Startup OY! Disuntik SoftBank Rp443 Miliar, Total Valuasi Tembus Rp1,4 Triliun

Selasa, 28 September 2021 - 07:17 WIB
loading...
Startup OY! Disuntik...
OY! Indonesia mendapat pendanaan dari SoftBank Ventures Asia senilai USD30 juta. Foto: dok OY! Indonesia
A A A
JAKARTA - Nama OY! Indonesia mungkin tidak terlalu populer. Sebab, layanan perusahaan financial technology tersebut memang lebih fokus pada layanan B2B. Tepatnya, pada money moving yang mengakomodir proses perputaran transaksi finansial bagi pelaku bisnis.

OY! Indonesia baru saja memasuki babak pendanaan seri A di kuartal kedua 2021. Dipimpin oleh perusahaan modal ventura raksasa SoftBank Ventures Asia (SBVA) dengan total suntikan dana sebesar USD30 juta atau setara Rp443,2 miliar.

BACA JUGA: Ini Plus Minus Menggunakan Modem Telkomsel Orbit 5G

Sejak memulai operasinya pada 2018, OY! Indonesia memang berkembang pesat. Memungkinkan bisnis dari berbagai skala dapat mengirim dan menerima uang baik secara digital (cashless) maupun offline (cash). Hal tersebut memberi kemudahan kepada konsumen dalam melakukan berbagai transaksi keuangan.

”Kami sangat antusias dalam menyambut pertumbuhan luar biasa dengan total valuasi lebih dari USD100 juta (Rp1,4 triliun),” ujar Jesayas Ferdinandus, CEO OY! Indonesia. Dengan adanya valuasi ini, maka OY! Indonesia kini menyandang predikat Centaur.

Pendanaan terbaru OY! Indonesia di dukung berbagai investor seperti SoftBank Ventures Asia , MDI, Pavilion Capital, AC Venture, CCV, Wavemaker, PT SAT, Saison Capital Pte. Ltd., dan Orion Advisors (DST Founders).

”Visi OY! Indonesia adalah menjadi penyedia infrastruktur agregator money movement terbaik dan terlengkap di Indonesia,” ungkap Jesayas.

Startup OY! Disuntik SoftBank Rp443 Miliar, Total Valuasi Tembus Rp1,4 Triliun

OY! Indonesia juga memperkuat layanan mereka sebagai money movement yang memfasilitasi semua proses keuangan, mulai kebutuhan sehari-hari individu hingga kebutuhan bisnis di antara beberapa institusi. Antara lain bank komersial, bank digital, P2P Lending, e-money, dan perusahaan fintech lainnya.

Jesayas menyebut bahwa OY! Indonesia berkontribusi melalui perannya sebagai penghubung terintegrasi antara berbagai lembaga keuangan dan konsumen individu, serta bisnis melalui penyediaan produk keuangan yang mendorong efisiensi dalam transaksi keuangan.

Konsumen individu sekarang dapat menghemat waktu dan biaya transaksi; sedangkan pelaku usaha tidak perlu khawatir dengan transaksi keuangan dengan nasabah, melainkan fokus pada aspek lain untuk mendukung pengembangan usaha mereka.

Selama dua tahun perjalanan pengembangan bisnis ini, OY! Indonesia memperkuat ekspansi bisnisnya melalui pendanaan dari berbagai investor ternama, antara lain Temasek, MDI Ventures (Telkom Indonesia), AC Ventures, Saison Capital Pte. Ltd., Alternate Ventures, PT SAT, dan beberapa investor yang berkontribusi dalam membantu operasional bisnis.

BACA JUGA: 8 Alasan Membeli Xiaomi Pad 5 untuk School From Home

“Kami percaya bahwa money movement tidak hanya mewakili peluang pasar yang besar tetapi juga meningkatkan inklusi keuangan di seluruh Indonesia,” beber Cindy Jin, Partner, SoftBank Ventures Asia. Hingga saat ini, OY! Indonesia sudah memiliki satu juta pengguna aktif yang tercatat berdasarkan penggunaan aplikasi mobile.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Drama Rp34 Triliun!...
Drama Rp34 Triliun! Pendiri Startup AI Manus Dicekal di China Usai Dicaplok Meta
Babak Baru Tambak Udang...
Babak Baru Tambak Udang Rakyat: Mampukah Aquarev Jadi Jawaban Tanpa Mengulang Dosa Startup Raksasa?
Skandal Kiss Cam di...
Skandal Kiss Cam di Konser Coldplay: CEO Perusahaan Teknologi Rp15,5 Triliun Astronomer Terciduk Mesra dengan Bawahan
Startup AI Lokal Tembus...
Startup AI Lokal Tembus Panggung Dunia: Kisah AJARI yang Guncang Abu Dhabi
Resmi Diluncurkan, ATLAS...
Resmi Diluncurkan, ATLAS Dorong Kolaborasi Ekosistem Startup Kawasan Asia Pasifik
Investasi AI Melonjak...
Investasi AI Melonjak 62% hingga Rp1.700 Triliun di 2024, Sementara Pendanaan Startup Justru Menurun
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Peluang Investasi Startup...
Peluang Investasi Startup di Era Tech Winter
Mendorong Kewirausahaan...
Mendorong Kewirausahaan Berbasis AI dan Transisi Energi Berkelanjutan di Indonesia
Rekomendasi
Memuat Kalimat Syahadat,...
Memuat Kalimat Syahadat, Bendera Arab Saudi Tak Menyentuh Tanah di Piala Dunia 2026
Argentina vs Aljazair:...
Argentina vs Aljazair: Messi dan Misi Pertahankan Takhta Piala Dunia
Kelompok Suporter Eropa...
Kelompok Suporter Eropa Kritik FIFA: Tribun Piala Dunia 2026 Minim Pemisahan Penonton
Berita Terkini
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Padukan Semangat Sepak...
Padukan Semangat Sepak Bola dan Teknologi, Lexar Rilis Seri Penyimpanan Resmi AFA Berdesain Ikonik Nomor 10
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved