WhatsApp Mulai Menguji Direktori Bisnis Baru Bergaya Yellow Pages

Kamis, 16 September 2021 - 18:20 WIB
loading...
WhatsApp Mulai Menguji...
WhatsApp akan terus menambah fitur e-commerce lewat WhatsApp Business. Foto: ist
A A A
INDIA - WhatsApp dilaporkan sedang menguji coba direktori bisnis baru di Sao Paulo, Brasil, yang memungkinkan pengguna menemukan toko dan layanan lokal di aplikasi.

WhatsApp akan menampilkan bisnis yang diurutkan berdasarkan kategori seperti "toko kelontong" dan "restoran", untuk kemudian memungkinkan pengguna mengobrol langsung dengan penjualnya.

BACA JUGA: Wawa Games Klaim Bawa Keseruan Game Arcade di Ponsel

Reuters melaporkan bahwa pengujian tersebut akan mencakup ribuan bisnis di kota tersebut.

Melansir dari The Verge, Kamis (16/9), layanan pesan instan milik Facebook ini mulai getol untuk menambah fitur e-commerce.

Pada Oktober lalu, WhatsApp melaporkan bahwa lebih dari 175 juta orang di seluruh dunia menggunakan layanan ini untuk mengirim pesan ke akun bisnis WhatsApp Business setiap hari.

WhatsApp menawarkan aplikasi mandiri untuk usaha kecil sejak 2018, dan sejak itu telah menambahkan fitur seperti dukungan untuk katalog produk dan keranjang belanja.

Di Brasil dan India, WhatsApp juga mulai menawarkan pembayaran dalam aplikasi, yang memungkinkan pengguna melakukan pembelian langsung dari fitur bisnis, selain mengirim uang ke teman dan keluarga.

Namun dorongan e-commerce ini menimbulkan masalah bagi WhatsApp awal tahun ini, ketika memperbarui kebijakan privasinya. Perubahan itu secara luas ditafsirkan sebagai memberi WhatsApp kemampuan berbagi data dari obrolan pribadi penggunanya ke Facebook.

Padahal sebenarnya perubahan itu hanya berlaku untuk obrolan dengan bisnis, yang membuat perusahaan melihat data yang disimpan di server Facebook.

Kebijakan baru ini menimbulkan kecaman, yang berimbas ke pesaing WhatsApp, Telegram dan Signal, melaporkan lonjakan pengguna baru.

Selain aplikasi untuk bisnis kecil, WhatsApp juga menawarkan API WhatsApp Business untuk menghubungkan bisnis yang lebih besar dengan pelanggan.

BACA JUGA: Review Ugreen 100W GaN Fast Charger, Inilah Charger Masa Depan!

Meskipun WhatsApp dilaporkan mundur dari rencana untuk menampilkan iklan dalam aplikasi tahun lalu, wakil presiden pesan bisnis Facebook, Matt Idema, mengatakan kepada Reuters bahwa dalam jangka panjang pihaknya mengharapkan iklan menjadi bagian dari model bisnis WhatsApp. Meski nantinya akan dalam bentuk yang lebih halus.

Meski percontohan terbatas pada satu kota di Brasil untuk saat ini, Idema mengatakan, India dan Indonesia merupakan salah satu kandidat untuk ekspansi di masa depan.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
WhatsApp Kembangkan...
WhatsApp Kembangkan Fitur Pesan Selamat Datang Otomatis di Grup
Ngeri atau Canggih?...
Ngeri atau Canggih? Meta Rilis Fitur WhatsApp AI yang Bisa Balas Chat Keluarga Sendiri
Tiru Telegram, Anggota...
Tiru Telegram, Anggota Baru Grup WhatsApp bisa Lihat 100 Pesan Lama
WhatsApp Luncurkan Mode...
WhatsApp Luncurkan Mode Keamanan Ketat untuk Melindungi Pengguna
WhatsApp Luncurkan Fitur...
WhatsApp Luncurkan Fitur Penanda Nama dan Pengingat Acara di Group
Telegram vs WhatsApp:...
Telegram vs WhatsApp: Mana yang Terbaik untuk Komunikasi Bisnis di 2024?
Kemitraan Strategis...
Kemitraan Strategis untuk Mendorong Pertumbuhan Bisnis Messaging
4 Fitur Baru WhatsApp...
4 Fitur Baru WhatsApp yang Akan Hadir
Rekomendasi
Randy Martin Buka Bisnis...
Randy Martin Buka Bisnis Photobooth, Kemesraannya dengan Lyodra Curi Perhatian
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Berita Terkini
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
Infografis
Deretan Pasal Kontroversial...
Deretan Pasal Kontroversial dalam KUHP Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved