Pembalut Wanita dari Limbah Agar-Agar Ini Diklaim Bisa Cegah Kanker Serviks
Sabtu, 04 September 2021 - 22:30 WIB
loading...
A
A
A
Anggota tim Galuh Zhafirah Gafnie menyebut, limbah agar-agar memiliki kandungan selulosa cukup tinggi, antara 27,38 - 39,45 persen. Kandungan selulosa inilah yang diubah menjadi sebuah hydeogel, yang nantinya akan dicampurkan dengan kitosan. Kitosan sendiri memiliki sifat sebagai antibakteri yang tidak berbau, dan tidak berbahaya bagi tubuh.
“Inti penyerap ini memiliki sifat yang ramah lingkungan, karena dibuat dari pemanfaatan limbah hasil produksi agar-agar dan limbah karapas (kulit) udang, sehingga akan lebih mudah didegradasi oleh bakteri pengurai," ujar Galuh saat saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, pada Sabtu (4/9/).
Tak hanya itu, bahan kitosan ini juga menjadikan penyerap pembalut aman dari penyebab iritasi dan penyakit lainnya. "Selain itu, inti penyerap ini juga aman bagi pengguna karena terkandung kitosan didalamnya,” ujarnya.
BACA JUGA: 5 Alasan Selot Audio Jack 3.5 Mm Tidak Lagi Penting di Ponsel
Galuh berharap, penelitian yang dilakukan dapat menjadi solusi atas keresahan yang terjadi di masyarakat. Mengingat sejumlah pembalut yang tersedia di pasaran rentan akan mengandung bahan penyebab kanker serviks. Walaupun sudah ada beberapa alternatif lainnya, seperti menstrual cup dan pembalut kain. Namun mayoritas wanita terutama di Indonesia, masih banyak menggunakan pembalut pada saat menstruasi.
“Inti penyerap ini memiliki sifat yang ramah lingkungan, karena dibuat dari pemanfaatan limbah hasil produksi agar-agar dan limbah karapas (kulit) udang, sehingga akan lebih mudah didegradasi oleh bakteri pengurai," ujar Galuh saat saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, pada Sabtu (4/9/).
Tak hanya itu, bahan kitosan ini juga menjadikan penyerap pembalut aman dari penyebab iritasi dan penyakit lainnya. "Selain itu, inti penyerap ini juga aman bagi pengguna karena terkandung kitosan didalamnya,” ujarnya.
BACA JUGA: 5 Alasan Selot Audio Jack 3.5 Mm Tidak Lagi Penting di Ponsel
Galuh berharap, penelitian yang dilakukan dapat menjadi solusi atas keresahan yang terjadi di masyarakat. Mengingat sejumlah pembalut yang tersedia di pasaran rentan akan mengandung bahan penyebab kanker serviks. Walaupun sudah ada beberapa alternatif lainnya, seperti menstrual cup dan pembalut kain. Namun mayoritas wanita terutama di Indonesia, masih banyak menggunakan pembalut pada saat menstruasi.
(dan)
Lihat Juga :