Ilmuwan Ciptakan Energi Terbarukan Dari Gelombang, Angin dan Matahari

Sabtu, 30 Mei 2020 - 21:01 WIB
loading...
Ilmuwan Ciptakan Energi...
Ilustrrasi pemanfaatan gelombang, angin dan matahari untuk Energi terbarukan. Kredit : SINN Power. FOTO/ ist
A A A
BERLIN - Perusahaan listrik Jerman akan melakukan demonstrasi platform pembangkit listrik dari tiga jenis energi alam. SINN Power telah menguji modul konverter energi gelombang (air) selama lima tahun. Pelampung yang terpasang pada komponen rangka baja mampu menghasilkan energi saat gelombang mendorongnya ke atas dan ke bawah.

"Desain modular telah menjadi elemen kunci sejak kami mulai mengembangkan teknologi maritim yang memungkinkan fleksibilitas dan beragam aplikasi," kata CEO SINN Power, Philipp Sinn, dikutip dari Techxplore. BACA JUGA- NMI Pastikan Semua Kegiatan Bisnis Nissan di Indonesia Tetap Berjalan

Platform mengandalkan tiga sumber energi terbarukan yaitu gelombang, angin, dan matahari. Pemanfaatan tiga energi alam dalam satu modul dapat dikatakan sebagai yang pertama sejauh ini.

"Platform terapung dapat memasok energi terbarukan ke pulau-pulau di seluruh dunia dan berkontribusi pada implementasi di ladang angin lepas pantai seluruh dunia," tambahnya. BACA JUGA - Pabrik ditutup, NMI Tegaskan Produksi Livina Aman di Mitra Aliansi Mitsubishi

Perusahaan telah memperpanjang undangan ke produsen fotovoltaik surya untuk menguji peralatan mereka pada platform mengambang di musim gugur ini. Dimana sebuah platform tunggal dapat menampung susunan surya 20 kW dan empat turbin angin 6 kW.

Sifat modular dari sistem pembangkit listrik dapat disesuaikan dengan berbagai kebutuhan industri. Suku cadang pengganti yang seragam dapat diperoleh dan dipasang dengan mudah. Artinya, platform ini dapat membantu menjaga biaya lebih rendah dari peralatan indutri yang ada saat ini.

"Selalu sama, super modular. Kami dapat menggunakan bagian yang sama dan elektronik yang sama terlepas dari konfigurasi mana yang dibangun. Jadi, dengan strategi ini, kami ingin masuk ke volume dan (menunjukkan) bahwa kekuatan gelombang sangat menarik terhadap matahari," kata Sinn.

Fitur lain dari sistem ini adalah jaringan sensor listrik yang secara terus-menerus memonitor penyimpangan, kondisi lingkungan dan potensi kesalahan. Hal ini dilakukan untuk menghindari kemungkinan shutdown atau kerusakan yang serius.

"SINN Power adalah yang pertama menawarkan solusi energi untuk disesuaikan menggunakan gelombang, angin kecil dan fotovoltaik sesuai dengan kondisi iklim di setiap lokasi dan harga kompetitif dibandingkan dengan teknologi lainnya yang telah terbukti," tambah Sinn. BACA JUGA- NMI Pastikan Semua Kegiatan Bisnis Nissan di Indonesia Tetap Berjalan

Meski tergolong murah dan mudah digunakan, teknologi ini harus dapat menjelaskan tentang tantangan dan pertanyaan seputar ketahanan operasi. Sebuah industri tidak ingin menggunakan teknologi yang hanya memiliki masa aktif relatif pendek.

"Jelas, daya tahan adalah pertanyaan terbesar di sini. Laut dapat menjadi mitra bisnis yang kuat, tidak dapat diprediksi dan sangat korosif. Bisakah platform ini menjadi harapan untuk menghasilkan energi selama lima tahun? Sepuluh? Lima belas? Bisakah mereka diandalkan?," tanya Loz Blain, seorang peneliti teknologi.

Menurut kepala Seabased, Laurent Albert, gelombang air dapat diprediksi dan benar-benar dapat diperbarui. Meskipun itu tidak tersedia sesuai permintaan, gelombang tidak akan pernah dinyalakan dan dimatikan sesuai keinginan.

"Gelombang dapat diakses oleh 80% kota-kota terbesar di dunia yang berada di daerah pesisir. Selain itu, mereka mengelilingi pulau-pulau yang jumlahnya sangat besar dan bergantung pada bahan bakar fosil impor yang mahal dan mencemari," katanya.

Albert menambahkan bahwa kemampuan menggabungkan kekuatan gelombang dan angin untuk menstabilkan aliran energi ke jaringan listrik adalah salah satu peluang paling menarik. Kekuatan gelombang dan angin sangat berpontensi menjadi teknologi terbarukan.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Skandal Riset Palsu...
Skandal Riset Palsu Internasional, Mendiktisaintek Ungkap 4 Terduga Pelaku Lulusan UNY
Rekomendasi
Pejabat Israel Geram...
Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
Rumah Anisa Rahma 80...
Rumah Anisa Rahma 80 Persen Terbakar, Ruang Berisi 3.500 Al-Quran Tetap Utuh
Ini Titik Demo Mahasiswa,...
Ini Titik Demo Mahasiswa, 5.955 Personel Kepolisian Dikerahkan Jaga Aksi Unjuk Rasa
Berita Terkini
Xbox Hadapi Tekanan...
Xbox Hadapi Tekanan Keuangan, CEO Mengancam Restrukturisasi
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Superkomputer Prediksi...
Superkomputer Prediksi 4 Pesepak Bola yang Bersinar di Piala Dunia 2026
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved