Rusia Cari Cara untuk Mengirim Kosmonot ke Stasiun Luar Angkasa China

Kamis, 24 Juni 2021 - 20:07 WIB
loading...
Rusia Cari Cara untuk...
Badan antariksa Roscosmos Rusia mengaku sedang mencari cara untuk mengirimkan kosmonotnya ke Stasiun Luar Angkasa China (CSS). Foto: dok/CSNA
A A A
JAKARTA - Badan antariksa Roscosmos Rusia mengaku sedang mencari cara untuk mengirimkan kosmonotnya ke Stasiun Luar Angkasa China (CSS).

Selama konferensi pers di Global Space Exploration Conference (GLEX) baru baru ini, Dmitry Rogozin selaku direktur jenderal Roscosmos, mengungkapkan bahwa Rusia sedang berdiskusi dengan China tentang penerbangan berawak ke stasiun luar angkasa China.

BACA: Astronom Deteksi Komet Raksasa Sepanjang 130 Kilometer Akan Melintas

Rogozin, dalam menanggapi pertanyaan dari Aviation Week tentang kemungkinan peluncuran kargo atau awak ke pos orbit baru China, mengatakan, "Kami berencana untuk mengirim astronot kami ke stasiun China."

Menurutnya stasiun luar angkasa China memiliki kemiringan yang berbeda, tidak sama dengan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Selain itu, dapat diakses dari Vostochny Cosmodrome dan juga dari situs peluncuran Kourou, Eropa.

"Kami telah menjajaki kemungkinan peningkatan landasan peluncuran Soyuz di Kourou Cosmodrome untuk memungkinkannya meluncurkan misi berawak ke stasiun orbit China," ujarnya dikutip dari laman Space, Kamis (24/6/2021).

BACA JUGA: Penjualan Boncos, Apple Stop Produksi iPhone 12 Mini

Diketahui, China meluncurkan kru pertamanya ke modul inti stasiun ruang angkasa Tianhe beberapa waktu lalu, menggunakan roket Long March 2F dari Jiuquan di Gurun Gobi.

Astronot misi Shenzhou-12 Nie Haisheng, Liu Boming dan Tang Hongbo akan menghabiskan tiga bulan di atas Tianhe.

CSS diharapkan rampung pada 2022 dan diawaki secara permanen setidaknya selama 10 tahun.

Bahkan bisa menjadi satu-satunya tujuan di orbit rendah Bumi untuk astronot internasional, karena masa depan ISS tidak jelas setelah tahun 2024.

BACA JUGA: Jangan Salah Penggunaan, Ini Beda Air Aki Warna Merah dan Biru

Rusia sendiri saat ini terlibat dalam proyek ISS, tapi mereka mengatakan sedang mempertimbangkan untuk mundur dari kemitraan setelah 2024.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
China Melakukan Penelitian...
China Melakukan Penelitian Reproduksi Manusia di Luar Angkasa
Apakah Kehidupan di...
Apakah Kehidupan di Planet Mirip Bumi K2-18b Memang Ada?
15.800 Ton Sampah Luar...
15.800 Ton Sampah Luar Angkasa Berkecepatan 28.000 km/jam Akan Jatuh ke Bumi
Prabowo Bakal Kirim...
Prabowo Bakal Kirim Putra-Putri Terbaik Ikut Program Kosmonot Rusia
3 Astronot Terjebak...
3 Astronot Terjebak di Stasiun Luar Angkasa, China Luncurkan Misi Penyelamatan
Meteor Cirebon Jadi...
Meteor Cirebon Jadi Alarm Bahaya, Fisikawan IPB Ungkap Ancaman Asteroid hingga Badai Matahari
Rekomendasi
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
Bahlil Mengakui Pembangkit...
Bahlil Mengakui Pembangkit PLN Kekurangan Suplai Batu Bara Medium
Berita Terkini
Ingat! Ini Cara Mudah...
Ingat! Ini Cara Mudah Bedakan dan Dapatkan e-Meterai Resmi
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Di Balik Kecanggihan...
Di Balik Kecanggihan AI: Manusia Tetap Penentu Keputusan Terbaik
Samsung Berencana Bangun...
Samsung Berencana Bangun Pusat Data Terapung di Laut
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved