Kasus COVID-19 di Bali Turun, Penerapan Prokes Diminta Jangan Kendur
Selasa, 25 Mei 2021 - 16:15 WIB
loading...
Panglima Kodam Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak (Berseragam Loreng TNI).. FOTO/ IST
A
A
A
BALI - Pengetatan protokol kesehatan yang terus digencarkan, membuat jumlah kasus Covid-19 di Bali, hingga kini terus mengalami penurunan yang memuaskan. Dengan terus turunnya angka tersebut, diharapkan sektor pariwisata yang selama ini terkunci bisa kembali dibuka demi meningkatkan perekonomian.
Panglima Kodam (pangdam) Udayana, Mayjen Maruli Simanjutak mengatakan, jumlah kasus Covid-19 di Bali pada Senin (24/5) kemarin mengalami penurunan. Keseluruhnya diketahui terpapar dari 60 transisi lokal. "Sisanya satu pelaku orang perjalanan dalam negeri (PPDN) dan satu dari pelaku perjalanan luar negeri (PPLN)," katanya, Selasa (25/5/2021).
BACA JUGA - Gerhana Bulan Total, Keindahan Ciptaan Tuhan Ini Akan Terlihat di Langit Besok
Dikatakan Maruli, berdasarkan data dari Satgas Penanganan Covid-19 Bali, untuk kumulatifnya, warga terinfeksi Covid-19 di Bali sudah mencapai 46.918 orang, dengan rincian 43.669 transmisi lokal, 2.881 PPDN, dan 368 PPLN. Sementara untuk peringkat lima besar kabupaten atau kota dengan kumulatif kasus terbanyak adalah Denpasar 14.863 orang, Badung 8.769 orang, Gianyar 5.303 orang, Tabanan 4.706 orang, dan Buleleng 3.980 orang. "Untuk peringkat enam hingga sembilan diisi Bangli 2.454 orang, Jembrana 2.312 orang, Karangasem 1.914 orang, dan Klungkung 1.762 orang," paparnya.
Warga kabupaten lain yang tertular Covid-19 di Bali mencapai 694 orang. Sementara untuk WNA, jumlahnya sudah mencapai 161 orang. Sementara sebaran kasus baru ada di delapan kabupaten atau kota karena Jembrana nihil tambahan kasus. Tiga zona orange mencatatkan tambahan belasan warga terjangkit, Denpasar 19 orang, Badung 14 orang dan Gianyar 12 orang. "Total dari ketiga zona orange ini mencapai 45 orang atau sekitar 73 persen dari kumulatif tambahan kasus pada hari ini," ujar panglima.
Panglima Kodam (pangdam) Udayana, Mayjen Maruli Simanjutak mengatakan, jumlah kasus Covid-19 di Bali pada Senin (24/5) kemarin mengalami penurunan. Keseluruhnya diketahui terpapar dari 60 transisi lokal. "Sisanya satu pelaku orang perjalanan dalam negeri (PPDN) dan satu dari pelaku perjalanan luar negeri (PPLN)," katanya, Selasa (25/5/2021).
BACA JUGA - Gerhana Bulan Total, Keindahan Ciptaan Tuhan Ini Akan Terlihat di Langit Besok
Dikatakan Maruli, berdasarkan data dari Satgas Penanganan Covid-19 Bali, untuk kumulatifnya, warga terinfeksi Covid-19 di Bali sudah mencapai 46.918 orang, dengan rincian 43.669 transmisi lokal, 2.881 PPDN, dan 368 PPLN. Sementara untuk peringkat lima besar kabupaten atau kota dengan kumulatif kasus terbanyak adalah Denpasar 14.863 orang, Badung 8.769 orang, Gianyar 5.303 orang, Tabanan 4.706 orang, dan Buleleng 3.980 orang. "Untuk peringkat enam hingga sembilan diisi Bangli 2.454 orang, Jembrana 2.312 orang, Karangasem 1.914 orang, dan Klungkung 1.762 orang," paparnya.
Warga kabupaten lain yang tertular Covid-19 di Bali mencapai 694 orang. Sementara untuk WNA, jumlahnya sudah mencapai 161 orang. Sementara sebaran kasus baru ada di delapan kabupaten atau kota karena Jembrana nihil tambahan kasus. Tiga zona orange mencatatkan tambahan belasan warga terjangkit, Denpasar 19 orang, Badung 14 orang dan Gianyar 12 orang. "Total dari ketiga zona orange ini mencapai 45 orang atau sekitar 73 persen dari kumulatif tambahan kasus pada hari ini," ujar panglima.
Lihat Juga :