WHO Sebut Warga Asia Tenggara Paling Beresiko Jam kerja Panjang

Selasa, 18 Mei 2021 - 07:08 WIB
loading...
WHO Sebut Warga Asia...
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, bahwa jam kerja yang panjang membunuh ratusan ribu orang setiap tahun. Foto/dok
A A A
JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, bahwa jam kerja yang panjang membunuh ratusan ribu orang setiap tahun. Studi global pertama menunjukkan 745.000 orang meninggal pada 2016 akibat stroke dan penyakit jantung karena jam kerja yang panjang.

Laporan tersebut menemukan bahwa orang yang tinggal di Asia Tenggara dan kawasan Pasifik Barat adalah yang paling terpengaruh. WHO juga mengatakan tren tersebut dapat memburuk karena pandemi virus corona.

BACA: WHO Sebut Jam Kerja Panjang Bisa Sebabkan Kematian

Penelitian menemukan bahwa bekerja 55 jam atau lebih dalam seminggu dikaitkan dengan risiko stroke 35% lebih tinggi dan risiko kematian akibat penyakit jantung 17% lebih tinggi, dibandingkan dengan bekerja seminggu selama 35 hingga 40 jam.

Studi yang dilakukan bersama dengan Organisasi Buruh Internasional (ILO), juga menunjukkan hampir tiga perempat dari mereka yang meninggal akibat jam kerja yang panjang adalah pria paruh baya atau lebih tua.

Seringkali, kematian terjadi jauh di kemudian hari, terkadang beberapa dekade kemudian, dari jam kerja yang panjang.

Lima minggu lalu, sebuah posting di LinkedIn dari Jonathan Frostick yang berusia 45 tahun mendapatkan perhatian luas saat dia menggambarkan bagaimana dia harus bekerja dalam waktu yang panjang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Robot Humanoid Cetak...
Robot Humanoid Cetak Sejarah, Berhasil Melakukan Operasi Jarak Jauh Pertama di Dunia
Ilmuwan Temukan Antivirus...
Ilmuwan Temukan Antivirus untuk Manusia di Dasar Laut
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Cegah Penularan Virus...
Cegah Penularan Virus Hanta, WHO Sarankan Isolasi selama 6 Minggu
Vaksin Hantavirus Ternyata...
Vaksin Hantavirus Ternyata Dibuat Moderna Sejak Tahun 2023
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
Indonesia Siapkan Bank...
Indonesia Siapkan Bank Plasma Nasional, Target Beroperasi pada 2027
Sering Dikira Daki,...
Sering Dikira Daki, Bercak Hitam di Leher Bisa Jadi Tanda Resistensi Insulin
Rekomendasi
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
TUKS Petrokimia Gresik...
TUKS Petrokimia Gresik Raih Predikat Pelabuhan Terbaik Nasional
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 24: Kampung Sindang Barang Berubah Jadi Kacau
Berita Terkini
Robot Humanoid Cetak...
Robot Humanoid Cetak Sejarah, Berhasil Melakukan Operasi Jarak Jauh Pertama di Dunia
OnePlus Tersingkir dari...
OnePlus Tersingkir dari AS, Apple dan Samsung Untung Besar
Universitas di AS Membatasi...
Universitas di AS Membatasi Mahasiswa Baru Menggunakan AI
Industri Musik Meluncurkan...
Industri Musik Meluncurkan Label AI untuk Melindungi Orisinalitas
Kamera iPhone 17 Pro...
Kamera iPhone 17 Pro Max vs Samsung Galaxy S26, Pilih Mana?
Teknologi Referee View...
Teknologi Referee View Ubah Pengalaman Menonton Piala Dunia FIFA 2026
Infografis
6 Taman di Jakarta Buka...
6 Taman di Jakarta Buka 24 Jam, Dapat Ciptakan Lapangan Kerja
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved