Rocket Long March China Ternyata Pernah Menimpa Rumah di Pantai Gading
Minggu, 09 Mei 2021 - 12:01 WIB
loading...
A
A
A
"Long March 5B reentry tidak biasa karena selama peluncuran, tahap pertama roket mencapai kecepatan orbit, bukan jatuh dalam jangkauan seperti yang biasa dilakukan," kata Aerospace Corporation dalam sebuah posting blog.
BACA JUGA: Bisa Dilakukan Sendiri di Rumah, Ini Cara Menghilangkan Bau di Dalam Mobil
Tahap inti kosong telah kehilangan ketinggian sejak minggu lalu, tetapi kecepatan peluruhan orbitnya tetap tidak pasti karena variabel atmosfer yang tidak dapat diprediksi.
Ini adalah salah satu bagian terbesar dari puing-puing ruang angkasa yang kembali ke Bumi, dengan para ahli memperkirakan massa keringnya sekitar 18 hingga 22 ton.
Tahap inti dari Roket Long March 5B pertama yang kembali ke Bumi tahun lalu memiliki berat hampir 20 ton, hanya dilampaui oleh puing-puing dari pesawat ulang-alik Columbia pada tahun 2003, stasiun luar angkasa Salyut 7 Uni Soviet pada tahun 1991, dan Skylab NASA pada tahun 1979.
BACA JUGA: Bisa Dilakukan Sendiri di Rumah, Ini Cara Menghilangkan Bau di Dalam Mobil
Tahap inti kosong telah kehilangan ketinggian sejak minggu lalu, tetapi kecepatan peluruhan orbitnya tetap tidak pasti karena variabel atmosfer yang tidak dapat diprediksi.
Ini adalah salah satu bagian terbesar dari puing-puing ruang angkasa yang kembali ke Bumi, dengan para ahli memperkirakan massa keringnya sekitar 18 hingga 22 ton.
Tahap inti dari Roket Long March 5B pertama yang kembali ke Bumi tahun lalu memiliki berat hampir 20 ton, hanya dilampaui oleh puing-puing dari pesawat ulang-alik Columbia pada tahun 2003, stasiun luar angkasa Salyut 7 Uni Soviet pada tahun 1991, dan Skylab NASA pada tahun 1979.
(ysw)
Lihat Juga :