Hadapi Industri 4.0, Teknologi NZTE Siap Dukung Perusahaan Sektor Makanan dan Minuman
Senin, 03 Mei 2021 - 21:52 WIB
loading...
A
A
A
“Kita membutuhkan teknologi yang mampu menyesuaikan dengan kebutuhan saat ini yakni jam operasional yang beragam, kebutuhan hemat energi, dan keperluan kesehatan. Sistem AC yang berdiri sendiri mampu mencegah udara bercampur antar ruangan dan sistem dapat mengatasi beban parsial secara efektif dan ekonomis serendah 3,5kW”, jelas WengFei Ho, General Manager Termperzone Singapura.
Hal senada diungkapkan, Asep Noor, General Manager Manufacturing PT Indolakto (Indomilk) selaku pelaksana
Industri 4.0 mengakui bahwa transformasi Industri 4.0 adalah suatu kebutuhan karena menjawab tantangan industri mamin dalam hal keselamatan, efisiensi, kecepatan fleksibilitas produksi, serta jaminan kualitas produk. Dari sisi operasional, PT Indolakto mengelola semuanya secara digital dari hulu hingga hilir untuk mengatur dan memantau prosedur kinerja secara real-time yang bisa dilakukan dari mana saja melalui koneksi internet.
Elise Salt, Insinyur Digital Beca, perusahaan konsultan teknik dan teknologi Selandia Baru, menggarisbawahi bahwa banyak manufaktur yang masih belum mengadopsi inovasi cerdas karena kesulitan dalam menentukan strategi yang jelas untuk mengimplementasikan teknologi, dan edukasi sebagai langkah menuju solusi.
“Industri 4.0 Demonstration Network adalah inisiatif pemerintah Selandia Baru yang bermitra
dengan Beca dan EMA, yang menyediakan roadmap bagi manufaktur dalam mempelajari aplikasi potensial dan nilai dari berbagai alat industri 4.0. Kami mengedukasi para perusahaan manufaktur melalui studi kasus dan kunjungan langsung ke lokasi pabrik untuk lebih memahami bagaimana solusi Industri 4.0 dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing, sehingga memungkinkan manufaktur untuk mulai merancang strategi perubahan mereka,” tutup Elise.
Hal senada diungkapkan, Asep Noor, General Manager Manufacturing PT Indolakto (Indomilk) selaku pelaksana
Industri 4.0 mengakui bahwa transformasi Industri 4.0 adalah suatu kebutuhan karena menjawab tantangan industri mamin dalam hal keselamatan, efisiensi, kecepatan fleksibilitas produksi, serta jaminan kualitas produk. Dari sisi operasional, PT Indolakto mengelola semuanya secara digital dari hulu hingga hilir untuk mengatur dan memantau prosedur kinerja secara real-time yang bisa dilakukan dari mana saja melalui koneksi internet.
Elise Salt, Insinyur Digital Beca, perusahaan konsultan teknik dan teknologi Selandia Baru, menggarisbawahi bahwa banyak manufaktur yang masih belum mengadopsi inovasi cerdas karena kesulitan dalam menentukan strategi yang jelas untuk mengimplementasikan teknologi, dan edukasi sebagai langkah menuju solusi.
“Industri 4.0 Demonstration Network adalah inisiatif pemerintah Selandia Baru yang bermitra
dengan Beca dan EMA, yang menyediakan roadmap bagi manufaktur dalam mempelajari aplikasi potensial dan nilai dari berbagai alat industri 4.0. Kami mengedukasi para perusahaan manufaktur melalui studi kasus dan kunjungan langsung ke lokasi pabrik untuk lebih memahami bagaimana solusi Industri 4.0 dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing, sehingga memungkinkan manufaktur untuk mulai merancang strategi perubahan mereka,” tutup Elise.
(wbs)
Lihat Juga :