Hadapi Industri 4.0, Teknologi NZTE Siap Dukung Perusahaan Sektor Makanan dan Minuman

Senin, 03 Mei 2021 - 21:52 WIB
loading...
A A A
Menurut data yang dipaparkan oleh Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPPMI), Adhi S. Lukman, 49,2 persen dari PDB Indonesia adalah pengeluaran makanan dan 16,9 persen berasal dari makanan olahan. Pertumbuhan industri mamin mengalami penurunan dari 7,8 persen pada tahun 2019 menjadi 1,5 persen pada tahun 2020 akibat adanya gangguan dari pandemi COVID-19. Hal ini dikarenakan masih banyaknya manufaktur mamin Indonesia yang beroperasi secara manual dengan kendali manusia secara
penuh.

“Industri mamin memainkan peran penting dalam perekonomian nasional dan pandemi COVID- 19 telah menyebabkan gangguan besar dalam nilai pertumbuhan dan kompetitif secara global. Teknologi Industri 4.0 menghadirkan digitalisasi dan Human Machine Interface (HMI). Inovasi tersebut akan memajukan industri mamin Indonesia dari operasional secara manual menjadi serba otomatis, lalu menjadi operasional secara otonom, sehingga mendukung manufaktur menjalankan operasionalnya dengan hemat biaya, waktu, aman dan berkelanjutan,” jelas Adhi.

Sementara itu, Travis Lee, Manajer Business Development Asia Tenggara dari Gallagher Security, perusahaan sistem keamanan dari Selandia Baru, menjelaskan, “pandemi telah mengembangkan bagaimana cara mengukur keselamatan praktik bisnis dengan kebijakan prosedur yang lebih ketat untuk mengelola risiko dari segi keamanan dan kesehatan.

” Mengadopsi teknologi berbasis smart security dapat mendukung pabrik untuk mencegah dan memitigasi potensi resiko dari kontaminasi manusia, dimulai dengan penyaringan di pintu masuk, mengelola pergerakan manusia, mengelola kapasitas ruangan, hingga pelacakan kontak (contact tracing) – semua dikelola melalui system berbasis aplikasi.”

Dalam hal mencapai efisiensi energi melalui teknologi pintar, operasional pabrik di Indonesia juga sebaiknya menerapkan sistem pendingin udara dengan sistem lebih fleksibel (high flexibility air conditioning system), daripada menggunakan sistem pendingin terpusat yang digunakan saat ini.

Dalam sistem AC dengan tingkat fleksibilitas yang tinggi, setiap area pabrik memiliki pengaturannya sendiri yang terpisah dengan sistem pengaturan di area lain. AC pada masingmasing area dapat dinyalakan atau dimatikan bila diperlukan, sehingga unit AC hanya dinyalakan di ruangan aktif yang ditempati. Biaya listrik didasarkan pada penggunaan yang sebenarnya yang sesuai dengan waktu operasi pabrik dan jam kerja shift yang berbeda-beda.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cara Kemenkominfo Targetkan...
Cara Kemenkominfo Targetkan 50 Juta Orang Memiliki Literasi Digital pada 2024
JB GOT7 Akhirnya Punya...
JB GOT7 Akhirnya Punya Akun Twitter, Begini Tweet Pertamanya
Rekomendasi
Mojtaba Khamenei Murka!...
Mojtaba Khamenei Murka! Kuwait dan Bahrain Dihujani Drone dan Rudal Iran
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Berita Terkini
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
Infografis
Makanan Minuman yang...
Makanan Minuman yang Disarankan dan Dihindari Penderita Diabetes
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved