Kaspersky: 56% Korban Ransomware Bayar Uang Tebusan

Minggu, 25 April 2021 - 10:03 WIB
loading...
Kaspersky: 56% Korban...
Ilustrasi Hacker. FOTO/ Ist
A A A
JAKARTA - Kaspersky melakukan studi terhadap 15.000 konsumen mereka di dunia pada 2020. Hasilnya, 56 persen korban ransomware cenderung mengeluarkan uang untuk membayar tebusan kepada penjahat siber.

Kendati demikian, 17 persen korban percaya, membayar tebusan tidak akan menjamin data yang dikunci kembali dapat diakses. BACA JUGA - Selain Makhluk seperti Laba-Laba, Mars Diyakini Dihuni Malaika

Ransomware adalah jenis malware yang digunakan para pelaku kejahatan siber untuk melakukan pemerasan uang.
Metode ini dilakukan dengan cara menyimpan data menggunakan enkripsi atau mengunci pengguna dari perangkat mereka, dan memanfaatkannya sebagai tebusan.

Berdasarkan data Kaspersky, mereka yang berusia 35-44 tahun menjadi korban dengan persentase paling tinggi dalam hal membayar uang tebusan untuk memulihkan data mereka, sebanyak dua pertiga (65%) telah mengaku melakukannya.

Kemudian diikuti dengan rentang usia 16-24 tahun (52%) dan hanya 11% dari kategori usia diatas 55 tahun mengaku membayar uang tebusan.

Ini menunjukkan bahwa pengguna berusia lebih muda lebih cenderung membayar tebusan daripada mereka yang berusia di atas 55.

Walaupun begitu, hanya sebanyak 29% korban yang mendapatkan kembali akses menuju data mereka. Separuh (50%) kehilangan setidaknya beberapa file, 32% kehilangan jumlah yang signifikan, dan 18% kehilangan sejumlah kecil file. Sedangkan 13% mengaku kehilangan hampir seluruh datanya.

Head of Consumer Product Marketing di Kaspersky Marina Titova, mengatakan temuan ini menunjukan proporsi yang signifikan dari konsumen yang membayar tebusan demi data mereka selama kurun waktu 12 bulan terakhir.

Namun menyerahkan uang tidak menjamin kembalinya data, dan hanya mendorong pelaku kejahatan siber untuk melanjutkan praktik tersebut.

"Oleh karena itu, kami selalu menyarankan agar mereka yang terkena ransomware tidak membayar karena uang tersebut mendukung skema ini untuk berkembang," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Saat ini, sekitar empat dari 10 (39%) dari konsumen yang disurvei mengklaim bahwa mereka menyadari praktik ransomware selama 12 bulan terakhir. Penting untuk menyadari potensi angka yang meningkat karena kerja jarak jauh menjadi lebih produktif.

Pengguna juga harus meningkatkan kewaspadaan dan mengetahui tindakan yang harus dilakukan jika mereka menghadapi ransomware.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
340 Juta Data Pengguna...
340 Juta Data Pengguna Situs Dewasa OnlyFans Dijual Hacker
Peringatan Keamanan...
Peringatan Keamanan Temukan AC, TV, dan Mesin Cuci Bisa Diretas
Bukan Cuma Adu Rudal,...
Bukan Cuma Adu Rudal, Hacker dan AI Jadi Malaikat Maut di Perang AS-Israel vs Iran
Claude Diperdaya Peretas...
Claude Diperdaya Peretas untuk Curi Data dan Dokumen Rahasia Meksiko
Google Umumkan Patch...
Google Umumkan Patch Darurat Chrome untuk Waspadai Zero-Day
8,4 Miliar Lebih Akun...
8,4 Miliar Lebih Akun Email Pengguna Dijual
3 Kali Jadi Korban Hacker,...
3 Kali Jadi Korban Hacker, Akun Instagram Wardatina Mawa Diretas Lagi
Hacker Handala Retas...
Hacker Handala Retas 2 Juta Dokumen Rahasia dari Pusat Holocaust Israel
Hacker Iran Bobol Sistem...
Hacker Iran Bobol Sistem Pembaca Tanki di SPBU AS
Rekomendasi
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Hungaria 2026, Hapus Dahaga Gelar 266 Hari
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
Berita Terkini
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
Acer Luncurkan Dua Kacamata...
Acer Luncurkan Dua Kacamata Pintar dengan Gambar Virtual 172 Inci
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved