Penerapan Teknologi Digitalisasi Candi Borobudur Perlu Riset yang Mendalam
Rabu, 21 April 2021 - 18:01 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Fadjar Ibnu Thufail, peneliti Pusat Penelitian Kewilayahan LIPI menjelaskan proses digitalisasi Candi Borobudur pada situasi pandemi baru tercapai sebagian. “Karena cakupan target digitalisasi Candi Borobudur sangat luas, maka proses pemindaian dilakukan melalui beberapa tahap. Sampai akhir 2020, pemindaian telah dilakukan dengan menerapkan teknik fotogrametri jarak-dekat atau close-range photogrammetry dan telah berhasil mencakup 75% dari selasar tingkat pertama candi. Pemotretan fotogrametri akan terus dilakukan sampai mencakup seluruh tingkat bangunan candi,” tegasnya.
Dirinya menyatakan, salah satu capaian penting dalam penelitian tahap pertama tersebut adalah keberhasilan konversi foto cetak Relief Karmawibhangga menjadi model 3D digital. “Relief Karmawibhangga saat ini tertutup oleh kaki candi dan tidak bisa dinikmati publik. Hanya 3 panel yang sengaja dibuka. Tetapi, pada saat dilakukan rekonstruksi candi oleh Belanda pada awal abad ke-20, seluruh panel relief ini telah difoto oleh fotografer Kasijan Chepas. Tim ahli dari Universitas Ritsumeikan Jepang berhasil menciptakan algoritma dengan menggunakan teknologi machine learning untuk mengkonversi foto 2D relief Karmawibhangga menjadi model digital 3D,” terang Fadjar.
Pada tahap penelitian selanjutnya, tim peneliti akan menggabungkan model 3D yang diperoleh dari pemindaian fotogrametri jarak-dekat. “Diharapkan model 3D yang dihasilkan tersebut dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pelestarian dan penelitian Candi Borobudur , serta mendukung aspek pendidikan publik dan pariwisata,” pungkasnya.
Dirinya menyatakan, salah satu capaian penting dalam penelitian tahap pertama tersebut adalah keberhasilan konversi foto cetak Relief Karmawibhangga menjadi model 3D digital. “Relief Karmawibhangga saat ini tertutup oleh kaki candi dan tidak bisa dinikmati publik. Hanya 3 panel yang sengaja dibuka. Tetapi, pada saat dilakukan rekonstruksi candi oleh Belanda pada awal abad ke-20, seluruh panel relief ini telah difoto oleh fotografer Kasijan Chepas. Tim ahli dari Universitas Ritsumeikan Jepang berhasil menciptakan algoritma dengan menggunakan teknologi machine learning untuk mengkonversi foto 2D relief Karmawibhangga menjadi model digital 3D,” terang Fadjar.
Pada tahap penelitian selanjutnya, tim peneliti akan menggabungkan model 3D yang diperoleh dari pemindaian fotogrametri jarak-dekat. “Diharapkan model 3D yang dihasilkan tersebut dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pelestarian dan penelitian Candi Borobudur , serta mendukung aspek pendidikan publik dan pariwisata,” pungkasnya.
(wbs)
Lihat Juga :