Kebakaran Hutan di Australia Meninggalkan Efek Sangat Buruk di Atmosfer
Selasa, 13 April 2021 - 13:11 WIB
loading...
A
A
A
Massa asap ini terdiri dari berbagai jenis partikel asap, termasuk organik carbon (OC) -- yang mencakup Brown carbon, alias BrC --, dan black carbon (BC). Masing-masing memiliki efek perangkap panas yang berbeda di atmosfer, dengan BC sebagai perangkap panas paling banyak.
Menurut perhitungan para peneliti, asap Black Summer terdiri dari sekitar 2,5 persen karbon hitam, yang membantu memberikan efek pemanasan di stratosfer yang berlangsung selama sisa tahun ini.
BACA JUGA: 5 Penemuan di Indonesia yang Membuat Heboh Mancanegara
"Simulasi menunjukkan bahwa asap tetap berada di stratosfer selama tahun 2020 dan secara terukur menghangatkan stratosfer sekitar 1-2 K [Kelvin, setara di sini dengan 1-2 derajat Celcius] selama lebih dari enam bulan," tim menjelaskan.
Selain memanaskan stratosfer, para peneliti mengatakan asap kebakaran yang sangat lama ini juga akan mengurangi lapisan ozon di stratosfer, menghancurkan molekul ozon di garis lintang menengah-atas di belahan bumi selatan, dan kemungkinan membuat lubang ozon.
Menurut perhitungan para peneliti, asap Black Summer terdiri dari sekitar 2,5 persen karbon hitam, yang membantu memberikan efek pemanasan di stratosfer yang berlangsung selama sisa tahun ini.
BACA JUGA: 5 Penemuan di Indonesia yang Membuat Heboh Mancanegara
"Simulasi menunjukkan bahwa asap tetap berada di stratosfer selama tahun 2020 dan secara terukur menghangatkan stratosfer sekitar 1-2 K [Kelvin, setara di sini dengan 1-2 derajat Celcius] selama lebih dari enam bulan," tim menjelaskan.
Selain memanaskan stratosfer, para peneliti mengatakan asap kebakaran yang sangat lama ini juga akan mengurangi lapisan ozon di stratosfer, menghancurkan molekul ozon di garis lintang menengah-atas di belahan bumi selatan, dan kemungkinan membuat lubang ozon.
(ysw)
Lihat Juga :