Facebook Hapus Ratusan Akun Palsu Anti Iran

Kamis, 08 April 2021 - 10:10 WIB
loading...
Facebook Hapus Ratusan...
Ilustrasi Facebook. FOTO/ Ist
A A A
MENLO PARK - Facebook baru-baru ini menyatakan bahwa pihaknya telah menghapus ratusan akun palsu yang terkait dengan kelompok militan anti Iran dan peternakan troll di Albania.

Akun tersebut memposting konten yang mengkritik pemerintah Iran dan mendukung Mujahidin-e-Khalq, kelompok pembangkang yang dikenal sebagai MEK.

Dalam banyak kasus ditemukan akun Facebook dan Instagram menggunakan nama dan foto profil palsu.

Facebook menetapkan bahwa akun-akun tersebut dijalankan dari satu lokasi di Albania oleh sekelompok individu yang bekerja atas nama MEK.

BACA JUGA - Kualat! Petaka Terusan Suez Dikaitkan dengan Pemindahan Mumi Firaun

Facebook menemukan petunjuk lain yang menunjukkan apa yang disebut peternakan troll, di mana para pekerjanya sering dibayar untuk memposting konten, termasuk informasi yang salah ke media sosial.

Facebook mengatakan menghapus akun semacam itu berdasarkan perilaku mereka, bukan materi yang mereka posting.

Pertama, para peneliti menemukan bahwa aktivitas tersebut tampaknya mengikuti hari kerja Eropa tengah, dengan posting yang diambil setelah jam 9 pagi, lalu mulai melambat di penghujung hari, dan dengan jeda yang nyata pada waktu makan siang. Meski demikian Facebook mengatakan tidak menemukan bukti orang dibayar.

"Bahkan troll perlu makan," kata Facebook Global Threat Intelligence Investigations, Ben Nimmo, dalam panggilan konferensinya dengan media dilansir dari ABC News, Kamis (8/4/2021).

Dewan Nasional untuk Perlawanan di Iran, sebuah kelompok wadah yang mencakup MEK mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tidak ada akun yang berafiliasi dengannya atau MEK yang telah dihapus. Kelompok itu juga membantah keberadaan peternakan troll Albania yang berafiliasi dengan MEK.

MEK adalah kelompok terkemuka yang menentang pemerintah Iran. Mereka telah membunuh orang Amerika sebelum Revolusi Islam 1979 dan diberi label sebagai organisasi teroris oleh Departemen Luar Negeri hingga 2012.

Namun demikian, politisi AS dari kedua partai termasuk Rudy Giuliani dan Newt Gingrich telah memberikan pidato berbayar kepada MEK di masa lalu.

Jaringan akun palsu terdeteksi paling aktif pada 2017 dan pada akhir 2020. Secara keseluruhan, lebih dari 300 akun, halaman, dan grup di Facebook dan Instagram dihapus sebagai bagian dari tindakan perusahaan. Sekitar 112.000 orang mengikuti satu atau lebih akun Instagram.

Dalam beberapa kasus, akun palsu tersebut menggunakan foto selebriti Iran atau almarhum pembangkang. Sebagian kecil dari akun Instagram yang lebih baru tampaknya telah menggunakan gambar profil yang dibuat oleh komputer.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
Hacker Gunakan Asisten...
Hacker Gunakan Asisten AI Meta Mengambil Kendali Akun Instagram
Pengguna Facebook dan...
Pengguna Facebook dan Instagram Perlu Memperhatikan Hal Ini
Facebook Mengalami Kesalahan...
Facebook Mengalami Kesalahan Aneh, Ini yang Terjadi
Patut Dicontoh Indonesia,...
Patut Dicontoh Indonesia, Eropa Paksa Meta Bayar Karya Jurnalis yang Ditayangkan
Batasi Anak-anak Bermain...
Batasi Anak-anak Bermain Sosmed, Indonesia Panggil Google dan Meta
Pemerintah Perlu Menetralisir...
Pemerintah Perlu Menetralisir Narasi Negatif di Media Sosial
Dewi Perssik Geram Diberitakan...
Dewi Perssik Geram Diberitakan Meninggal, Bongkar Modus Hoaks di TikTok
Sosmed Dipantau Ketat...
Sosmed Dipantau Ketat Aparat Saudi, 7 WNI Ditangkap Akibat Jual Paket Haji Ilegal
Rekomendasi
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter di Atas Puncak
Gunung Dukono Kembali...
Gunung Dukono Kembali Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik 1.000 Meter
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Hapus Sanksi Administratif PKB dan BBNKB
Berita Terkini
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved