Kominfo Berikan 3 Alasan Mengapa eSports Terdaftar Sebagai Cabang Olahraga
Jum'at, 26 Maret 2021 - 19:35 WIB
loading...
eSport termasuk olahraga karena memiliki 3 unsur dasar, yakni unsur kompetitif, unsur sportifitas, dan unsur prestasi. Foto: dok Telkomsel
A
A
A
JAKARTA - Dalam beberapa tahun terakhir, industri eSports semakin menunjukkan taringnya. Terlebih, setelah masuk ke dalam kategori olahraga di kancah internasional. Tetapi mungkin masih ada yang penasaran alasan eSports bisa termasuk olahraga.
Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kominfo ) menjelaskan, eSport termasuk olahraga karena memiliki 3 unsur dasar, yakni unsur kompetitif, unsur sportifitas, dan unsur prestasi.
BACA JUGA: Tips Foto Bawah Air Menggunakan Kamera 64 MP Samsung Galaxy A72
Setelah ditetapkan sebagai olahraga, eSports telah terdaftar di salah satu cabang olahraga yang dilombakan di Asian Games 2018 dan SEA Games 2019.
Jika ditarik ke belakang, kompetisi video game sebenarnya sudah sering dilakukan sejak dulu. Misalnya pada 1972, mahasiswa di Universitas Stanford bertanding Spacewar dalam kompetisi "Intergalactic Spacewar Olympic".
Hadiah dari pertandingan itu sangat menarik pada masanya, yakni memenangkan 1 tahun langganan gratis majalah Rolling Stones.
Kemudian pada 1980, perusahaan pembuat game, Atari, membuat pertandingan Space Invader dengan peserta yang mencapai 10 ribu orang. Menunjukkan bahwa game mampu menarik antusias banyak orang.
Lalu pada 1997, pernah diselanggarakan turnamen Quake. Tak main-main, hadiah dari turnamen ini adalah sebuah mobil Ferrari bekas.
BACA JUGA: Sutradara Angga Sasongko Habis-Habisan Eksplorasi Fitur Galaxy S21 Ultra 5G untuk Bikin Film
Hingga saat ini, keberadaan komputer, jaringan internet, serta smartphone yang semakin canggih, membuat game seperti eSports terus berkembang dan menjamur tidak hanya di kota-kota besar.
Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kominfo ) menjelaskan, eSport termasuk olahraga karena memiliki 3 unsur dasar, yakni unsur kompetitif, unsur sportifitas, dan unsur prestasi.
BACA JUGA: Tips Foto Bawah Air Menggunakan Kamera 64 MP Samsung Galaxy A72
Setelah ditetapkan sebagai olahraga, eSports telah terdaftar di salah satu cabang olahraga yang dilombakan di Asian Games 2018 dan SEA Games 2019.
Jika ditarik ke belakang, kompetisi video game sebenarnya sudah sering dilakukan sejak dulu. Misalnya pada 1972, mahasiswa di Universitas Stanford bertanding Spacewar dalam kompetisi "Intergalactic Spacewar Olympic".
Hadiah dari pertandingan itu sangat menarik pada masanya, yakni memenangkan 1 tahun langganan gratis majalah Rolling Stones.
Kemudian pada 1980, perusahaan pembuat game, Atari, membuat pertandingan Space Invader dengan peserta yang mencapai 10 ribu orang. Menunjukkan bahwa game mampu menarik antusias banyak orang.
Lalu pada 1997, pernah diselanggarakan turnamen Quake. Tak main-main, hadiah dari turnamen ini adalah sebuah mobil Ferrari bekas.
BACA JUGA: Sutradara Angga Sasongko Habis-Habisan Eksplorasi Fitur Galaxy S21 Ultra 5G untuk Bikin Film
Hingga saat ini, keberadaan komputer, jaringan internet, serta smartphone yang semakin canggih, membuat game seperti eSports terus berkembang dan menjamur tidak hanya di kota-kota besar.
(dan)
Lihat Juga :