Kisah Usaha Batik Magelang yang Selamat dari Pandemi Karena Beralih ke Digital
Rabu, 10 Maret 2021 - 22:05 WIB
loading...
A
A
A
“Dari sejak awal pandemi pendapatan dari batik mulai berkurang drastis. Bahkan saya bisa bilang pandemi ini membuat usaha batik saya oleng,” tutur Tri Hapsari.
Tri Hapsari pun mulai mencoba mencari jalan keluar dari permasalahan yang melilit toko batiknya. Memanfaatkan media digital, dirinya mulai memasarkan batiknya secara online.
” Pandemi bukan halangan untuk beradaptasi dan membangkitkan kembali usaha saya. Walaupun belum pulih seperti sedia kala, tapi sekarang usaha batik saya mulai bangkit,” sebut Tri Hapsari.
Perubahan lain yang ia lakukan adalah dalam cara bertransaksi. Tri Hapsari kini menggunakan OVO sebagai platform pembayaran Batik Tulis Eyang Mas Ayu.
“Sistem pemasaran dan pembayaran digital menjadi kunci meneruskan usaha. Dengan menggunakan OVO sebagai alat pembayaran, tidak hanya memudahkan para pembeli batik tapi juga membantu mengurangi penyebaran virus. Sehingga tidak harus melakukan transaksi tunai ketika berjualan,” sebutnya.
Faktanya, sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang paling terdampak pandemi COVID-19.
Tri Hapsari pun mulai mencoba mencari jalan keluar dari permasalahan yang melilit toko batiknya. Memanfaatkan media digital, dirinya mulai memasarkan batiknya secara online.
” Pandemi bukan halangan untuk beradaptasi dan membangkitkan kembali usaha saya. Walaupun belum pulih seperti sedia kala, tapi sekarang usaha batik saya mulai bangkit,” sebut Tri Hapsari.
Perubahan lain yang ia lakukan adalah dalam cara bertransaksi. Tri Hapsari kini menggunakan OVO sebagai platform pembayaran Batik Tulis Eyang Mas Ayu.
“Sistem pemasaran dan pembayaran digital menjadi kunci meneruskan usaha. Dengan menggunakan OVO sebagai alat pembayaran, tidak hanya memudahkan para pembeli batik tapi juga membantu mengurangi penyebaran virus. Sehingga tidak harus melakukan transaksi tunai ketika berjualan,” sebutnya.
Faktanya, sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang paling terdampak pandemi COVID-19.
Lihat Juga :