Arkeolog Ungkap Alasan Bangsa Mesir Melakukan Mumifikasi Buaya Sungai Nil

Selasa, 09 Maret 2021 - 11:51 WIB
loading...
A A A
Karena statusnya tersebut, buaya sering kali diberikan sebagai persembahan kepada dewa-dewa Mesir. Sedangkan dewa buaya mereka menamakannya Sobek. Dewa Buaya Sobek yang digambarkan memiliki tubuh manusia dan kepala buaya, diyakini mengendalikan banjir musiman di Sungai Nil.

Orang Mesir kuno mengandalkan banjir Sungai Nil untuk menjaga ladang dan tanaman mereka tetap subur. Dan pemujaan Sobek sangat penting di Tebtunis, sebuah kuil dalam dedikasinya dibangun di pusat kota. "Jadi, karena mereka sangat berbahaya dan ditakuti, saya pikir, hampir ada kebutuhan untuk melihat mereka sebagai dewa dan menenangkan mereka," katanya. (Baca juga: Detik-detik Gunung Es Raksasa A74 Memisahkan Diri dari Antartika)

Masyarakat Mesir kuno memiliki kuil untuk dewa buaya, membawa persembahan adalah cara untuk menghormati karakter agresif hewan-hewan ini dan, secara teoritis, menggunakan kekuatan ini untuk kebaikan umat manusia. "Selain itu, buaya sangat subur, jadi mereka juga menjadi simbol kesuburan."

Para pendeta Mesir akan membalsem binatang itu, dengan hati-hati membungkusnya dengan kain linen yang sama dengan yang digunakan manusia. Untuk menjaga bentuknya, buaya-buaya itu dijejali papirus yang telah ditimpa sebelumnya.

Papirus ini, menurut Andrew Hogan dari Pusat Papirus Tebtunis di Perpustakaan Bancroft di Berkeley mengungkapkan detail luar biasa tentang orang-orang Mesir. Mereka menuliskan teks ini termasuk karya sastra serta dokumen sehari-hari, seperti surat, wasiat, petisi, dan kontrak di atas papirus.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penemuan Mengejutkan...
Penemuan Mengejutkan dari Mumi Oezti Berusia 5.000 Tahun Dibeberkan
Ilmuwan Selalu Mencium...
Ilmuwan Selalu Mencium Mumi Mesir Kuno, Ini Alasannya
Struktur Misterius di...
Struktur Misterius di Samping Piramida Agung Giza Jadi Tanda Tanya Besar
Mengapa Mumi Prasejarah...
Mengapa Mumi Prasejarah dari Gurun Atacama Punya Otak Begitu Kecil?
2 Anomali Ganjil Ditemukan...
2 Anomali Ganjil Ditemukan di Piramida Menkaure Mesir
Belanda Kembalikan Patung...
Belanda Kembalikan Patung Mesir Berusia 3.500 Tahun yang Dicuri
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
Jabal Musa Tempat Suci...
Jabal Musa Tempat Suci 3 Agama Akan Disulap Jadi Resor Mewah
Siapa Anwar Sadat? Presiden...
Siapa Anwar Sadat? Presiden Mesir yang Mengakui Israel tapi Dimusuhi Rakyatnya Sendiri
Rekomendasi
Pendaftaran Kartu Huma...
Pendaftaran Kartu Huma Betang Sejahtera Kini Berbasis Digital, Masyarakat Kalteng Bisa Daftar Melalui humabetang.id
Trauma Kematian Anak,...
Trauma Kematian Anak, Tamara Tyasmara Tutup Hati untuk Pacar Baru: Sekarang Harus Selektif!
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Berita Terkini
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Beda Jauh dengan GPS,...
Beda Jauh dengan GPS, Kenapa AirTag dan Smart Tag Sering Telat Update Lokasi?
Di Balik Pemblokiran...
Di Balik Pemblokiran AI Tercanggih Anthropic Fable 5: Berantem dengan Pemerintah AS
Ridho Sadewo Bongkar...
Ridho Sadewo Bongkar 7 Strategi Free Fire yang Bikin Peluang Booyah Lebih Besar
Infografis
2 Alasan Buaya Hidup...
2 Alasan Buaya Hidup Berdampingan dan Tidak Mau Memakan Capybara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved