Thailand Surganya Kehidupan Dinosaurus, Bagaimana dengan Indonesia?

Rabu, 17 Februari 2021 - 22:21 WIB
loading...
Thailand Surganya Kehidupan...
Indonesia yang terbentuk setelah kemusnahan Dinosaurus, membuat wilayah Nusantara bukanlah area kehidupan hewan purba tersebut. Foto/Capture YouTube Daftar5
A A A
JAKARTA - Dinosaurus pernah hidup di daratan Asia, tapi sampai sekarang kita tidak pernah mendengar temuan fosil hewan purba tersebut di Indonesia dari para arkeolog . Padahal, negara tetangga Thailand menjadi salah satu surga penemuan fosil Dinosaurus . Baca juga: Bocah 4 Tahun Temukan Jejak Dinosaurus Berusia 220 Juta Tahun

Merujuk Wikipedia dan beragam sumber sains lainnya, Dinosaurus merupakan kelompok hewan purbakala dari klad Dinosauria. Dinosaurus pertama kali muncul pada periode Trias, sekitar 230 juta tahun lalu, dan merupakan vertebrata dominan selama 135 juta tahun, yang dimulai sejak periode Jura (sekitar 201 juta tahun lalu) hingga berakhirnya periode Kapur (65 juta tahun lalu).

Hewan purba besar ini kemudian musnah akibat peristiwa kepunahan Kapur-Paleogen sebelum Era Mesozoikum. Studi terhadap fosil Dinosaurus menunjukkan spesies burung berevolusi dari dinosaurus theropoda selama periode Jura, dan akibatnya, ribuan jenis burung yang hidup sekarang telah diklasifikasikan sebagai sub-kelompok dinosaurus oleh para paleontolog.

Beberapa burung yang selamat dari kepunahan 66 juta tahun yang lalu beserta keturunannya melanjutkan keberlangsungan hidup dinosaurus sampai sekarang.
Thailand Surganya Kehidupan Dinosaurus, Bagaimana dengan Indonesia?

Dinosaurus bisa digolongkan ke dalam beragam kelompok hewan dari sudut pandang taksonomi, morfologi, dan ekologi. Lebih dari 9.000 spesies burung adalah jenis dinosaurus vertebrata yang paling beragam, selain perciform ikan. Dengan menggunakan bukti fosil, para paleontolog telah mengidentifikasi lebih dari 500 genera Dinosaurus yang berbeda, dan lebih dari 1.000 spesies yang tidak sama dengan dinosaurus nonburung.

Jenis dinosaurus di setiap benua bisa ditentukan melalui spesies yang masih hidup ataupun melalui sisa-sisa fosil. Kebanyakan di antaranya adalah herbivora, sedangkan yang selebihnya adalah karnivora.

Sebagian besar keturunan Dinosaurus yang masih hidup adalah bipedal (berkaki dua), tetapi kebanyakan jenis dinosaurus yang telah punah adalah spesies quadrupedal (berkaki empat). Struktur tampilan yang rumit seperti tanduk atau jambul umumnya dimiliki oleh semua kelompok Dinosaurus, serta beberapa kelompok yang telah punah juga memiliki struktur tulang yang khas seperti duri dan tulang punggung yang tajam.

Penelitian menunjukkan bahwa bertelur dan membangun sarang adalah karakteristik lainnya yang dimiliki oleh semua Dinosaurus. Meskipun spesies burung modern pada umumnya berukuran kecil karena menyesuaikan dengan kemampuan terbang, sebagian besar dinosaurus pra-sejarah berukuran besar —yang terbesar adalah Amphicoelias fragilimus dari sauropoda, dengan panjang 60 meter (200 kaki) dan tinggi 10 meter (30 kaki) dengan berat 150 ton.
Thailand Surganya Kehidupan Dinosaurus, Bagaimana dengan Indonesia?

Namun, anggapan bahwa Dinosaurus nonburung pada umumnya berukuran raksasa adalah suatu kesalahpahaman. Banyak juga Dinosaurus yang berukuran kecil, misalnya Xixianykus, yang panjangnya hanya 50 cm (20 inci).

Meskipun kata dinosaurus secara harfiah berarti "kadal yang mengerikan", tapi sebenarnya dinosaurus bukanlah spesies kadal. Sebaliknya, dinosaurus tergolong dalam kelompok reptil yang terpisah. Bukti menunjukkan bahwa Dinosaurus yang telah punah sama sekali tidak mencerminkan karakteristik tradisional reptil, misalnya bergerak melata dan ektoterma.

Selain itu, kebanyakan hewan pra-sejarah seperti mosasaurus, ichthyosaurus, pterosaurus, plesiosaurus, dan dimetrodon, dianggap sebagai jenis Dinosaurus. Tetapi sebenarnya hewan-hewan ini bukanlah Dinosaurus.

Sepanjang paruh pertama abad ke-20, sebelum burung diakui sebagai keturunan Dinosaurus, sebagian besar ilmuwan percaya bahwa mereka adalah hewan yang lamban dan berdarah dingin. Namun, penelitian yang dilakukan sejak 1970-an menunjukkan Dinosaurus ialah hewan yang aktif dengan sistem metabolisme yang tinggi dan melakukan berbagai adaptasi dalam interaksi sosialnya.

Sejak fosil dinosaurus ditemukan pertama kali pada awal abad ke-19, rangkaian kerangka dinosaurus telah menjadi atraksi utama di berbagai museum di seluruh dunia, dan dinosaurus juga telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kebudayaan dunia. Ukurannya yang besar serta sifatnya yang dianggap buas dan mengerikan telah menyebabkan munculnya buku-buku dan film-film laris yang mengisahkan mengenai dinosaurus, misalnya Jurassic Park.
Thailand Surganya Kehidupan Dinosaurus, Bagaimana dengan Indonesia?

Tingginya antusiasme publik terhadap Dinosaurus menyebabkan meningkatnya aliran dana untuk membiayai penelitian dinosaurus. Penemuan-penemuan terbarunya secara teratur juga selalu diliput oleh media.

Dinosaurus Pernah Hidup di Indonesia?
Di antara negara ASEAN, ternyata hanya Thailand yang beruntung menjadi tujuan arkeolog untuk berburu fosil Dinosaurus. Di Negeri Gajah Putih ini pernah hidup Isanosaurus, Kinnareemimus, Ratchasimasaurus, dan Siamraptor.

Sementara itu, selama ini belum ada temuan fosil Dinosaurus di Tanah Air. Kenapa bisa begitu? Secara ilmiah Museum Geologi Bandung memperlihatkan fakta mengapa di wilayah Nusantara yang luas tidak ditemukan tanda kehidupan Dinosaurus.

Seperti dijelaskan di atas, Dinosaurus muncul pada periode Trias atau 230 juta tahun lalu. Mereka mendominasi selama 135 juta tahun. Atau sejak periode Jura hingga berakhirnya periode Kapur.

Sementara berdasarkan kajian geologi, Kepulauan Nusantara baru terbentuk setelah Dinosaurus punah, sekitar 65 juta tahun lalu. Karena fakta inilah kemungkinan besar fosil dinosaurus sampai sekarang belum ditemukan di Indonesia. Baca juga: Gegara Sabu, Kapolsek Cantik Ini Ditahan Propam Polda Jabar, Ini Sosoknya
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dinosaurus yang Pernah...
Dinosaurus yang Pernah Kuasai Asia Tenggara Ditemukan, Begini Wujudnya
Tas Tangan dari Kulit...
Tas Tangan dari Kulit Dinosaurus Memicu Kontroversi Ilmiah, Ini Alasannya
Fosil Lubang Anus Tertua...
Fosil Lubang Anus Tertua Ditemukan pada Reptil Berusia 290 Juta Tahun
Mengapa Manusia Purba...
Mengapa Manusia Purba Neanderthal Suka Mengumpulkan Tengkorak Bertanduk?
Dinosaurus Berduri Aneh...
Dinosaurus Berduri Aneh dengan Kulit yang Berbeda dari Hewan Mana Pun Ditemukan
Fosil Berusia 250 Juta...
Fosil Berusia 250 Juta Tahun Ungkap Asal Usul Pendengaran Unik Kita
Misteri Dinosaurus Cakar...
Misteri Dinosaurus Cakar Maut di Jurrasic World Terpecahkan
Lukisan Batu Jadi Bukti...
Lukisan Batu Jadi Bukti Kedekatan Manusia Purba dengan Dinosaurus
Kutu Raksasa Sebesar...
Kutu Raksasa Sebesar Helm Ditemukan, Begini Wujudnya
Rekomendasi
Dasco Ungkap Pimpinan...
Dasco Ungkap Pimpinan DPR akan Temui Mahasiswa Besok
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Soal Pengadaan 21 Ribu...
Soal Pengadaan 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan Hindayana, Begini Kata BGN
Berita Terkini
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Ingat! Ini Cara Mudah...
Ingat! Ini Cara Mudah Bedakan dan Dapatkan e-Meterai Resmi
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Di Balik Kecanggihan...
Di Balik Kecanggihan AI: Manusia Tetap Penentu Keputusan Terbaik
Samsung Berencana Bangun...
Samsung Berencana Bangun Pusat Data Terapung di Laut
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved