Mengenal Teknologi Canggih Pencegah Banjir di Negara Maju
Senin, 08 Februari 2021 - 23:18 WIB
loading...
A
A
A
Gerbang Pintu Air Merah dinonaktifkan pada 1982 tapi tetap menjadi pemandangan yang mengesankan. Kunci baru, dengan menara jam persegi di batang tinggi, menjulang di belakang yang lama.
Motor "aqua-drive" otomatis menggerakkan banyak pintu air di Jepang yang rawan banjir. Tekanan air menciptakan kekuatan yang membuka dan menutup gerbang sesuai kebutuhan. Motor hidrolik tidak membutuhkan listrik untuk bekerja, sehingga tidak terpengaruh oleh kegagalan daya yang dapat terjadi selama badai.
Oosterscheldekering di Belanda
Belanda selalu berperang di laut. Dengan 60% populasi hidup di bawah permukaan laut, sistem pengendalian banjir yang dapat diandalkan sangat penting. Antara tahun 1950 dan 1997, Belanda membangun Deltawerken (Delta Works), jaringan bendungan, pintu air, kunci, tanggul, dan penghalang gelombang badai yang canggih.
![Mengenal Teknologi Canggih Pencegah Banjir di Negara Maju]()
Salah satu proyek Deltaworks yang paling mengesankan adalah Penghalang Gelombang Badai Scheldt Timur, atau Oosterschelde. Alih-alih membangun bendungan konvensional, Belanda membangun penghalang dengan gerbang yang bisa digerakkan.
Setelah 1986, ketika Oosterscheldekering (kering means barrier) diselesaikan, ketinggian pasang surut berkurang dari 3,40 meter (11,2 kaki) menjadi 3,25 meter (10,7 kaki).
The Maeslant Storm Surge Barrier di Belanda
Contoh lain dari Holland's Deltaworks adalah Maeslantkering, atau Maeslant Storm Surge Barrier, di jalur air Nieuwe Waterweg antara Kota Hoek van Holland dan Maassluis, Belanda.
![Mengenal Teknologi Canggih Pencegah Banjir di Negara Maju]()
Selesai pada 1997, Maeslant Storm Surge Barrier adalah salah satu bangunan bergerak terbesar di dunia. Saat air naik, dinding yang terkomputerisasi menutup dan air mengisi tangki di sepanjang penghalang. Berat air mendorong dinding dengan kuat ke bawah dan mencegah air melewatinya.
The Hagestein Weir di Belanda
Selesai sekitar tahun 1960, Bendung Hagestein adalah salah satu dari tiga bendung yang dapat dipindahkan, atau bendungan, di sepanjang Sungai Rhine di Belanda. Bendungan Hagestein memiliki dua gerbang melengkung yang sangat besar untuk mengontrol air dan menghasilkan tenaga di Sungai Lek dekat desa Hagestein.
![Mengenal Teknologi Canggih Pencegah Banjir di Negara Maju]()
Mencakup 54 meter, gerbang pelindung berengsel terhubung ke abutmen beton. Gerbang disimpan di posisi atas. Mereka memutar ke bawah untuk menutup saluran.
Motor "aqua-drive" otomatis menggerakkan banyak pintu air di Jepang yang rawan banjir. Tekanan air menciptakan kekuatan yang membuka dan menutup gerbang sesuai kebutuhan. Motor hidrolik tidak membutuhkan listrik untuk bekerja, sehingga tidak terpengaruh oleh kegagalan daya yang dapat terjadi selama badai.
Oosterscheldekering di Belanda
Belanda selalu berperang di laut. Dengan 60% populasi hidup di bawah permukaan laut, sistem pengendalian banjir yang dapat diandalkan sangat penting. Antara tahun 1950 dan 1997, Belanda membangun Deltawerken (Delta Works), jaringan bendungan, pintu air, kunci, tanggul, dan penghalang gelombang badai yang canggih.

Salah satu proyek Deltaworks yang paling mengesankan adalah Penghalang Gelombang Badai Scheldt Timur, atau Oosterschelde. Alih-alih membangun bendungan konvensional, Belanda membangun penghalang dengan gerbang yang bisa digerakkan.
Setelah 1986, ketika Oosterscheldekering (kering means barrier) diselesaikan, ketinggian pasang surut berkurang dari 3,40 meter (11,2 kaki) menjadi 3,25 meter (10,7 kaki).
The Maeslant Storm Surge Barrier di Belanda
Contoh lain dari Holland's Deltaworks adalah Maeslantkering, atau Maeslant Storm Surge Barrier, di jalur air Nieuwe Waterweg antara Kota Hoek van Holland dan Maassluis, Belanda.

Selesai pada 1997, Maeslant Storm Surge Barrier adalah salah satu bangunan bergerak terbesar di dunia. Saat air naik, dinding yang terkomputerisasi menutup dan air mengisi tangki di sepanjang penghalang. Berat air mendorong dinding dengan kuat ke bawah dan mencegah air melewatinya.
The Hagestein Weir di Belanda
Selesai sekitar tahun 1960, Bendung Hagestein adalah salah satu dari tiga bendung yang dapat dipindahkan, atau bendungan, di sepanjang Sungai Rhine di Belanda. Bendungan Hagestein memiliki dua gerbang melengkung yang sangat besar untuk mengontrol air dan menghasilkan tenaga di Sungai Lek dekat desa Hagestein.

Mencakup 54 meter, gerbang pelindung berengsel terhubung ke abutmen beton. Gerbang disimpan di posisi atas. Mereka memutar ke bawah untuk menutup saluran.
Lihat Juga :