Virus Flu Babi Serang Petenakan di China, Peneliti Temukan Fakta Ini

Sabtu, 06 Februari 2021 - 08:45 WIB
loading...
Virus Flu Babi Serang...
Pekerja dengan pakaian pelindung mendisinfeksi kendaraan di pos pemeriksaan di jalan yang menuju ke peternakan milik Grup Hebei Dawu tempat flu babi Afrika terdeteksi, di distrik Xushui di Baoding, provinsi Hebei. Foto/REUTERS/Hallie Gu
A A A
BEIJING - Ilmuwan China telah menemukan mutasi alami pada virus flu babi Afrika. Menurut mereka, virus demam babi ini tidak begitu mematikan dibandingkan dengan tahun 2018 dan 2019 yang menewaskan ratusan ribu babi.

Temuan yang diterbitkan dalam Chinese Journal of Veterinary Science edisi Februari pekan ini, muncul di tengah perdebatan sengit di industri mengenai evolusi penyakit yang belum ada vaksinnya yang disetujui.

Reuters melaporkan bulan lalu bahwa setidaknya dua jenis baru flu babi Afrika telah ditemukan di peternakan babi China, yang tampaknya buatan manusia. Strain tersebut menyebabkan bentuk kronis dari demam babi Afrika yang mempengaruhi produksi di peternakan babi.

Para peneliti di Institut Kedokteran Hewan Militer di Changchun mengatakan tampaknya ada tren peningkatan kematian akibat flu babi Afrika dengan lebih banyak gejala klinis yang tidak mudah dideteksi dan sulit dikendalikan.

Karakteristik tersebut juga dikaitkan dengan strain yang diyakini telah dibuat untuk digunakan dalam vaksin terlarang. Tetapi para peneliti mengatakan bahwa dengan periode berkepanjangan flu babi yang beredar di China, varian alami pasti akan muncul. (Baca: Ilmuwan China Prediksi 4,4% Populasi di Negaranya Terinfeksi Flu Babi)

"Varian yang kurang ganas juga telah ditemukan di Latvia dan Estonia dalam beberapa tahun terakhir. Strain baru, yang disebut HuB20, diisolasi dari sampel daging babi di pasar di provinsi Hubei tengah," kata Hu Rongliang dan rekannya di institut di bawah Tentara Pembebasan Rakyat China.

Itu memiliki penghapusan parsial dari gen CD2v dan gen 8CR yang berdekatan. Penelitian sebelumnya di Rusia menunjukkan bahwa menghapus dua gen tersebut dapat melindungi terhadap flu babi Afrika .

Gen tersebut berbeda dengan gen yang hilang dari isolat virus yang dijelaskan sebelumnya kepada Reuters oleh pelaku industri. “Varian ini tidak mengandung gen penanda yang diketahui, menunjukkan bahwa varian alami ASFV terjadi di China dan ini mungkin terkait dengan epidemi sub akut ASF di negara tersebut,” katanya. (Baca juga: Persingkat Perjalanan ke Mars, NASA Lirik Teknologi Nuklir untuk Roket Antariksa)

Hu dan koleganya mengatakan pekerjaan sedang dilakukan untuk memvalidasi virulensi strain baru tersebut.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
Nvidia Siap Gandeng...
Nvidia Siap Gandeng Perusahaan China demi Kembangkan Robot Super Humanoid
China Kenalkan Sistem...
China Kenalkan Sistem Identitas Digital untuk Robot Humanoid
China Siapkan Kerangka...
China Siapkan Kerangka Hukum untuk Mengatur Kecerdasan Buatan
AS dan China Berlomba...
AS dan China Berlomba Bangun Pusat Data AI di Luar Angkasa
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Rekomendasi
Timnas Amerika Serikat...
Timnas Amerika Serikat Dapat Jalur Relatif Mudah ke Semifinal Piala Dunia 2026
Ade Darmawan Minta Jaksa...
Ade Darmawan Minta Jaksa Tolak Segala Intervensi di Kasus Ijazah Jokowi
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Berita Terkini
Review ASUS ExpertBook...
Review ASUS ExpertBook P3 P3405 dari Sisi Performa dan Desain
Apple Setuju Berkolaborasi...
Apple Setuju Berkolaborasi dengan Intel untuk Merancang dan Memproduksi Chip
Ilmuwan Temukan Pemangsa...
Ilmuwan Temukan Pemangsa Jamur Zombie Cordyceps The Last of Us di Hutan Kalimantan
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved