Penjelasan Mengapa Ada Orang Masih Positif COVID Setelah Divaksin

Sabtu, 06 Februari 2021 - 00:16 WIB
loading...
A A A
Vaksin Pfizer 95% efektif mencegah penyakit dalam uji klinis setelah orang mendapat dua dosis. Sedangkan vaksin Moderna 94% efektif mencegah penyakit pada orang yang mendapat dua dosis dalam uji klinis.

"Informasi kurang jelas apakah vaksin akan mencegah virus menginfeksi kita dan kita bisa tetap tanpa gejala. Itu masih dalam studi," ungkap William Schaffner, spesialis penyakit menular dan profesor kedokteran pencegahan di Departemen Kebijakan Kesehatan di Universitas Vanderbilt.

“Sejauh yang kami lihat, vaksin ini benar-benar mengubah permainan dalam mencegah penyakit dan bahkan keparahan penyakit,” kata Namandje Bumpus, Direktur Departemen Farmakologi dan Ilmu Molekuler di Universitas Johns Hopkins.

"Tetapi berfokus pada angka kemanjuran tidak menggambarkan keseluruhan gambaran. Karena Anda masih bisa berakhir dengan COVID, tetapi dengan semua indikasi yang muncul bahwa kasus-kasus itu masih kurang parah daripada orang yang tidak divaksinasi dan itu sangat penting," tuturnya.
Penjelasan Mengapa Ada Orang Masih Positif COVID Setelah Divaksin

Pembuat vaksin masih mempelajari apakah vaksin tersebut hanya mencegah orang dari sakit parah atau jika mereka benar-benar melindungi dari infeksi. Jika tidak menunjukkan gejala, Anda masih bisa dites positif COVID-19. Itu juga berarti meskipun Anda telah divaksinasi, Anda juga masih dapat menyebarkan penyakit. Karena itu, yang divaksinasi pun tetap perlu memakai masker.

Seseorang dapat menjadi pembawa asimtomatik dan memiliki virus di saluran hidung mereka. Jadi ketika mereka bernapas atau berbicara atau bersin mereka masih dapat menularkan virus Corona baru kepada orang lain.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
WHO Tegaskan Orang Sehat...
WHO Tegaskan Orang Sehat Tak Perlu Disuntik Vaksin Covid-19
Riset AS Sebut Perlindungan...
Riset AS Sebut Perlindungan Vaksin Covid-19 Akan Menurun Setelah 6 Bulan
China Akui Pakai Kandungan...
China Akui Pakai Kandungan Berbeda untuk Vaksin Booster
Cegah COVID-19, Enovid...
Cegah COVID-19, Enovid Nose Sanitizer Siap Masuk ke Indonesia
Angkatan Darat AS Temukan...
Angkatan Darat AS Temukan Vaksin SpFN, Diklaim Mampu Lawan Semua Varian COVID-19
Tanpa Gunakan Jarum...
Tanpa Gunakan Jarum Suntik, Robot Cobi Sukses Lakukan Vaksinasi Otonom Covid-19
California Umumkan Keadaan...
California Umumkan Keadaan Darurat Wabah Virus
Negara Bagian AS Gugat...
Negara Bagian AS Gugat Pfizer atas Klaim Vaksin Covid-19 yang Dianggap Menyesatkan
Pemprov DKI Sediakan...
Pemprov DKI Sediakan 26.000 Dosis Vaksin Covid-19
Rekomendasi
Messi Nyaris Celaka...
Messi Nyaris Celaka Jelang Final Piala Dunia 2026, Ditekel Rekan Setim
Produksi CPO RI Capai...
Produksi CPO RI Capai 53 Juta Ton, Hilirisasi Sawit Perlu Dipercepat
Seskab Teddy dan Menteri...
Seskab Teddy dan Menteri Ara Sirait Bahas Target Bedah 400.000 Rumah
Berita Terkini
Bukan Cuma Otomatisasi,...
Bukan Cuma Otomatisasi, Fitur AI Mekari Talenta Dorong HR Jadi Mitra Strategis Bisnis
Lewat Forum CorpU Association...
Lewat Forum CorpU Association Insight, Telkom Percepat Transformasi Talenta
Uni Eropa Perintahkan...
Uni Eropa Perintahkan Google Membuka Fitur AI Android
Perkuat Jaringan di...
Perkuat Jaringan di Jatim, XLSMART Perluas 5G Blanket Coverage di 8 Kabupaten/Kota
Orang Kaya Misterius...
Orang Kaya Misterius Membeli Fosil Dinosaurus
5 Rekomendasi Laptop...
5 Rekomendasi Laptop Terbaik untuk Kerja Kantoran di Tahun 2026
Infografis
Begini Penjelasan, Mengapa...
Begini Penjelasan, Mengapa Adab Lebih Penting daripada Ilmu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved