Ramai Soroti Aturan Kebijakan Baru, WhatsApp: Tidak Ada yang Berubah!
Sabtu, 09 Januari 2021 - 18:01 WIB
loading...
WhatsApp klaim pembaruan kebijakan privasi hanya berfokus pada perpesanan WhatsApp Business.
A
A
A
JAKARTA - WhatsApp menyampaikan beberapa penjelasan mengenai kebijakan privasi dan persyaratan layanan yang baru saja mereka kirimkan ke pengguna.
Salah satunya terkait penggunaan data pengguna yang dibagikan ke Facebook . Perusahaan menyebut bahwa sejak 2016, WhatsApp telah membagikan sejumlah data terbatas dengan Facebook di ranah backend, khususnya untuk kebutuhan infrastruktur.
"Tidak ada perubahan baru di pembaruan kebijakan ini," kata pihak WhatsApp dalam keterangan kepada Sindonews, Sabtu (9/1).
BACA JUGA: Ini Aplikasi Chatting Buatan Indonesia yang Mirip WhatsApp
Pembaruan kebijakan privasi kali ini berfokus pada perpesanan WhatsApp Business , yang kini dapat menggunakan infrastruktur hosting Facebook untuk percakapan WhatsApp-nya.
(Baca Juga : Akun Twitter Disuspend, Trump Gunakan Akun @POTUS 'Kami Tak Bisa Dibungkam!' )
![Ramai Soroti Aturan Kebijakan Baru, WhatsApp: Tidak Ada yang Berubah!]()
Artinya, percakapan yang terjadi pada akun bisnis tersebut akan disimpan di server Facebook. Meski demikian, pengguna masih diberikan kebebasan untuk memilih, apakah mereka ingin berinteraksi dengan akun bisnis tersebut atau tidak.
WhatsApp menegaskan bahwa kebijakan ini tidak memengaruhi percakapan personal dan privat di luar konteks bisnis tersebut.
Semua percakapan ini masih akan terenkripsi end-to-end. WhatsApp maupun Facebook tidak bisa mengaksesnya.
WhatsApp pun membenarkan soal pengguna yang tidak bisa lanjut menggunakan WhatsApp jika tidak menyetuju kebijakan tersebut.
Tapi, akunnya masih akan tetap aktif sehingga pengguna dapat memilih untuk menyetujui update ini di kemudian hari.
BACA JUGA: Buntut Aturan Privasi Baru WhatsApp, Netizen Ramai-Ramai Ajak Pindah ke Telegram dan Signal
Pilihan menolak (opt-out) pada kebijakan aplikasi hanya ditawarkan sebanyak satu kali, dan telah diberikan pada 2016. Sejak saat itu, WhatsApp tidak lagi menyediakan fitur pilihan ini di dalam aplikasinya.
"Namun, kami masih akan tetap mematuhi pilihan opt-out untuk pengguna yang memilih demikian pada 2016, bahkan jika mereka sekarang menyetujui update kebijakan yang baru. Pengguna dapat melihat status opt-out mereka di fungsi “download your data”," pungkasnya.
Salah satunya terkait penggunaan data pengguna yang dibagikan ke Facebook . Perusahaan menyebut bahwa sejak 2016, WhatsApp telah membagikan sejumlah data terbatas dengan Facebook di ranah backend, khususnya untuk kebutuhan infrastruktur.
"Tidak ada perubahan baru di pembaruan kebijakan ini," kata pihak WhatsApp dalam keterangan kepada Sindonews, Sabtu (9/1).
BACA JUGA: Ini Aplikasi Chatting Buatan Indonesia yang Mirip WhatsApp
Pembaruan kebijakan privasi kali ini berfokus pada perpesanan WhatsApp Business , yang kini dapat menggunakan infrastruktur hosting Facebook untuk percakapan WhatsApp-nya.
(Baca Juga : Akun Twitter Disuspend, Trump Gunakan Akun @POTUS 'Kami Tak Bisa Dibungkam!' )

Artinya, percakapan yang terjadi pada akun bisnis tersebut akan disimpan di server Facebook. Meski demikian, pengguna masih diberikan kebebasan untuk memilih, apakah mereka ingin berinteraksi dengan akun bisnis tersebut atau tidak.
WhatsApp menegaskan bahwa kebijakan ini tidak memengaruhi percakapan personal dan privat di luar konteks bisnis tersebut.
Semua percakapan ini masih akan terenkripsi end-to-end. WhatsApp maupun Facebook tidak bisa mengaksesnya.
WhatsApp pun membenarkan soal pengguna yang tidak bisa lanjut menggunakan WhatsApp jika tidak menyetuju kebijakan tersebut.
Tapi, akunnya masih akan tetap aktif sehingga pengguna dapat memilih untuk menyetujui update ini di kemudian hari.
BACA JUGA: Buntut Aturan Privasi Baru WhatsApp, Netizen Ramai-Ramai Ajak Pindah ke Telegram dan Signal
Pilihan menolak (opt-out) pada kebijakan aplikasi hanya ditawarkan sebanyak satu kali, dan telah diberikan pada 2016. Sejak saat itu, WhatsApp tidak lagi menyediakan fitur pilihan ini di dalam aplikasinya.
"Namun, kami masih akan tetap mematuhi pilihan opt-out untuk pengguna yang memilih demikian pada 2016, bahkan jika mereka sekarang menyetujui update kebijakan yang baru. Pengguna dapat melihat status opt-out mereka di fungsi “download your data”," pungkasnya.
(dan)
Lihat Juga :