Trump Masih Galak di Akhir Kekuasaan, 2 Raksasa Teknologi China Kena Gebuk
Selasa, 22 Desember 2020 - 15:40 WIB
loading...
A
A
A
Departemen Perdagangan menganggap DJI, AGCU Scientech, dan Grup Kuang-Chi memungkinkan pelanggaran hak asasi manusia berskala luas di China. Mereka membantu pengumpulan dan melakukan analisis genetik yang kejam dan juga pengawasan berteknologi tinggi.
Sayangnya perusahaan-perusahaan China tersebut tidak memberikan berkomentar tentang sanksi yang diberikan Presiden Donald Trump.
Departemen Perdagangan juga, menyatakan, dalam beberapa kasus, perusahaan di atas telah memfasilitasi ekspor barang oleh China yang membantu rezim yang represif di seluruh dunia. Ini bertentangan dengan kepentingan kebijakan luar negeri AS.
Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya telah menyuarakan keprihatinan tentang DJI dan pembuat drone China lainnya. Pada bulan Januari, Departemen Dalam Negeri AS berencana menghentikan armada yang terdiri dari 800 drone buatan China. Mereka sebelumnya sudah memutuskan menghentikan pembelian tambahan drone.
Sekadar pengingat, pada Mei 2019, Departemen Dalam Negeri AS memperingatkan perusahaan-perusahaan AS tentang risiko data perusahaan dari drone buatan China. (Baca juga: Ford Mustang Bekas Uji Tabrak Dijual Seharga Honda Beat, Mau? )
Sayangnya perusahaan-perusahaan China tersebut tidak memberikan berkomentar tentang sanksi yang diberikan Presiden Donald Trump.
Departemen Perdagangan juga, menyatakan, dalam beberapa kasus, perusahaan di atas telah memfasilitasi ekspor barang oleh China yang membantu rezim yang represif di seluruh dunia. Ini bertentangan dengan kepentingan kebijakan luar negeri AS.
Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya telah menyuarakan keprihatinan tentang DJI dan pembuat drone China lainnya. Pada bulan Januari, Departemen Dalam Negeri AS berencana menghentikan armada yang terdiri dari 800 drone buatan China. Mereka sebelumnya sudah memutuskan menghentikan pembelian tambahan drone.
Sekadar pengingat, pada Mei 2019, Departemen Dalam Negeri AS memperingatkan perusahaan-perusahaan AS tentang risiko data perusahaan dari drone buatan China. (Baca juga: Ford Mustang Bekas Uji Tabrak Dijual Seharga Honda Beat, Mau? )
(iqb)
Lihat Juga :