Satelit Mata-mata Ini Bisa Mengamati Anda dalam Cuaca Buruk Sekalipun

Minggu, 20 Desember 2020 - 10:01 WIB
loading...
Satelit Mata-mata Ini...
Capella telah meluncurkan Satelit Capella 2 untuk membantu pemerintah dan pihak swasta yang membutuhkan gambar tempat-tempat di seluruh dunia. Foto/capellaspace.com
A A A
WASHINGTON - Satelit baru yang dapat digunakan untuk memata-matai apa yang ada di Bumi telah diluncurkan. Satelit dapat mengambil gambar yang jelas bahkan saat cuaca buruk atau gelap gulita. (Baca juga: Rusia Uji Coba Rudal Anti-Satelit, Perang di Ruang Angkasa Dekati Kenyataan )

Capella Space menjadi perusahaan swasta dibalik operasional satelit mata-mata yang dinamakan Satelit Capella 2. The Sun melaporkan, satelit ini lebih menonjol dari pesawat pengintai atau pengamatan lainnya karena dapat mengambil gambar yang jelas dalam cuaca apa pun kapan saja.
Satelit Mata-mata Ini Bisa Mengamati Anda dalam Cuaca Buruk Sekalipun

Satelit memberikan gambar berkualitas tinggi. Foto/capellaspace.com

Artinya, hujan dan kegelapan tidak akan dapat menghentikannya untuk memperbesar tampilan objek yang dituju. Kemampuan ini berkat suatu teknologi yang disebut radar apertur sintetis (SAR), teknik pencitraan yang bisa lebih efektif daripada pencitraan optik.

"Itu (objek saat cuaca buruk) tidak terlihat oleh Anda, dan bagian itu sedang bergerak. Satelit baru bertujuan untuk memerangi masalah ini dan memberikan pengamatan 24/7 di hampir semua hal," kata CEO Payam Banazadeh, mantan insinyur sistem untuk NASA kepada Futurisme, seperti dikutip The Sun.
Satelit Mata-mata Ini Bisa Mengamati Anda dalam Cuaca Buruk Sekalipun

Capella telah meluncurkan platform sehingga pemerintah dan pelanggan swasta dapat meminta untuk melihat tempat-tempat di seluruh dunia. Foto/capellaspace.com

Ya, Capella baru saja meluncurkan platform yang dapat digunakan oleh pemerintah atau pelanggan pribadi untuk meminta gambar apa pun yang ingin mereka lihat di mana pun di dunia. Perusahaan berencana menyebarkan enam satelit lagi pada tahun 2021.

"Ada banyak celah dalam cara kami mengamati Bumi dari luar angkasa saat ini. Sebagian besar sensor yang kami gunakan untuk mengamati Bumi adalah sensor pencitraan optik," ujar Banazadeh.

"Jika mendung, Anda akan melihat awan, bukan apa yang terjadi di bawah awan. Dan jika tidak banyak cahaya, Anda akan kesulitan mendapatkan gambar yang berguna," katanya lagi.

Banazadeh menjelaskan, teknik SAR Satelit bekerja seperti ekolokasi. Sinyal radio dipancarkan ke area target dan kemudian ketika memantul kembali, gambar diinterpretasikan.
Satelit Mata-mata Ini Bisa Mengamati Anda dalam Cuaca Buruk Sekalipun

Satelit ini memberikan gambar berkualitas tajam dan jelas. Foto/capellaspace.com

Ini seperti satelit yang memiliki penglihatan sinar-X. Artinya dapat menembus pandangannya melalui hal-hal yang tidak dapat disukai oleh satelit lain, seperti kabut.

Capella mengklaim sebagai perusahaan pertama yang menawarkan teknologi SAR, meski mereka tidak menciptakannya. Mereka berharap meningkatkan teknologinya lebih lanjut dengan tetap mematuhi UU Privasi. Ini adalah UU di AS yang bisa mencegah perusahaan membuat resolusi gambar berkualitas terlalu tinggi.

Teknologi tersebut saat ini sangat berguna bagi lembaga pemerintah atau ilmuwan yang ingin mengamati laju deforestasi. (Baca juga: Liburan Natal-Tahun Baru di Era Pandemi, Polda Metro dan Pemprov DKI Persiapkan Model Pengawasan )
Satelit Mata-mata Ini Bisa Mengamati Anda dalam Cuaca Buruk Sekalipun

Satelit telah digunakan untuk mengukur jumlah minyak di kapal tanker. Foto/capellaspace.com
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perusahaan Teknologi...
Perusahaan Teknologi Jadi Sasaran Rudal Iran, AS Minta Citra Satelit Dimatikan
China Kembangkan Sistem...
China Kembangkan Sistem Penggerak Gelombang Mikro yang Mampu Matikan Satelit
Satelit Terbesar di...
Satelit Terbesar di Dunia Diluncurkan, Sinyal 5G Dipantulkan dari Luar Angkasa
Perang Bintang Jilid...
Perang Bintang Jilid II: China dan AS Berlomba Rakit Superkomputer AI di Orbit Bumi Demi Hemat Energi
HP Satelit yang Kuat...
HP Satelit yang Kuat Menangkap Sinyal di Laut, Cocok untuk Para Nelayan dan Petualang Samudra
Satelit Raksasa N5 Resmi...
Satelit Raksasa N5 Resmi Mengangkasa, Bawa Janji Internet Cepat hingga Pelosok Papua
Satelit N5 Sasar Daerah...
Satelit N5 Sasar Daerah Terpencil dan Terluar
Teknologi Satelit Jadi...
Teknologi Satelit Jadi Solusi Konektivitas Digital di Kawasan Timur Indonesia
Menegakkan Marwah di...
Menegakkan Marwah di Langit dan Optimalisasi Tata Kelola Lintas Sektor Pascainsiden Lampung
Rekomendasi
Finnet dan Kemenhub...
Finnet dan Kemenhub Kolaborasi Percepat Digitalisasi Pembayaran Layanan Maritim
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
Timnas Indonesia Gagal...
Timnas Indonesia Gagal ke Final Piala AFF U-19 Usai Dikalahkan Australia
Berita Terkini
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
Infografis
Pentagon: China Bisa...
Pentagon: China Bisa Hancurkan Semua Kapal Induk AS dalam 20 Menit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved