Begini Tips Agar Milenial Nyaman Berinvestasi lewat Digital

Sabtu, 12 Desember 2020 - 12:55 WIB
loading...
Begini Tips Agar Milenial Nyaman Berinvestasi lewat Digital
Sekarang kita bisa jadi investor sambil menikmati secangkir kopi di rumah. Tanpa antre, tanpa macet, atau mengisi formulir berlembar-lembar.
JAKARTA - Berkat teknologi, dunia investasi jadi lebih dekat dan mudah. Tidak perlu ke bank, ke manajer investasi, atau ke perusahaan sekuritas untuk investasi di pasar modal. BACA JUGA: Mengenal Android Go, OS Ringan dan Paling Irit di Galaxy A01 Core

Hanya dengan beberapa klik, mengunggah KTP elektronik dan mengisi formulir digital di layanan perusahaan finansial yang menjadi distributor instrumen investasi pasar modal maupun perusahaan peer to peer dan crowdfunding, kita sudah jadi investor.

Sangat berbeda dengan 10 tahun lalu. Sekarang kita bisa jadi investor sambil menikmati secangkir kopi di rumah. Tanpa antre, tanpa macet, atau mengisi formulir berlembar-lembar.

Kemudahan akses ke investasi digital memang baik, namun tak sedikit pihak-pihak nakal yang memanfaatkan kemudahan platform investasi digital untuk menipu para investornya.

Faktanya, Satgas Waspada Investasi mencatat bahwa dalam 10 tahun terakhir sudah timbul kerugian sebesar Rp92 triliun karena investasi bodong. Investasi bodong menawarkan imbal hasil investasi yang sangat besar sehingga konsumen mudah sekali tergiur.



Padahal, bisa jadi yang disebut investasi itu hanyalah merupakan money game atau skema Ponzi yang tidak berinvestasi pada produk atau instrumen investasi tertentu, dan biasanya mengandalkan perekrutan anggota.

Ada beberapa langkah untuk mengurangi risiko kerugian berinvestasi. Pertama, mengukur diri. Kedua, memeriksa institusi tempat investor menitipkan investasi mereka. Pastikan insitusi yang Anda pilih tersebut sudah terdaftar legalistasnya di OJK.

Perlu dicermati bahwa investasi sangat personal, apa yang cocok untuk kita, belum tentu cocok untuk orang lain dan sebaliknya. Tentukan juga, apakah Anda termasuk investor konservatif (menghindari risiko), moderat (berani mengambil risiko dengan harapan imbal hasil tinggi), dan agresif (berisiko tinggi dengan harapan hasil investasi besar).

Memeriksa perusahaan investasi saat ini cukup menantang lantaran platform dan jenis investasi digital sangat bervariasi. Mulai investasi jangka panjang hingga 10 tahun (P2P Lending, tanah, properti dan crowdfunding), investasi 5-10 tahun (reksadana campuran, reksadana saham, saham), investasi 1-5 tahun (reksadana terproteksi, emas, obligasi ritel, obligasi pemerintah), hingga investasi jangka pendek (tabugan, deposito, reksadana pasar uang).

Begini Tips Agar Milenial Nyaman Berinvestasi lewat Digital

Chief Business Development Officer PT Bareksa Prioritas Indonesia Ni Putu Kurniasari mengatakan, investasi reksadana merupakan salah satu jenis investasi paling diminati oleh generasi milenial.



”Jumlah investor reksadana meningkat drastis dalam 7 tahun terakhir. Di Indonesia, jumlahnya sudah mencapai 2,2 juta investor pada Oktober 2020. Bandingkan dengan akhir Desember 2013 yang hanya 250 ribu investor,” ujar Putu.

Reksadana sendiri merupakan wadah yang dipakai untuk menghimpun dana investor dan selanjutnya dikelola atau diinvestasikan oleh manajer investasi dalam Portofolio Efek. Putu menyebut, reksadana diminati kaum milenial karena sejumlah alasan.

”Pertama, mereka bisa memulai investasi dengan modal seminim Rp50 ribu. Kedua, investasi reksadana memiliki beragam produk. Mulai reksadana pasar uang, reksadana saham, reksadana pendapatan tetap, dan lainnya,” ujar Putu.
halaman ke-1
preload video
Komentar Anda
TEKNO UPDATE