Begini Strategi Menyambut Era Bekerja Hybrid di Masa COVID-19
Rabu, 16 Desember 2020 - 13:45 WIB
loading...
Hasil penelitian dari Cisco menunjukkan 58% karyawan akan bekerja dari rumah selama 8 hari atau lebih setiap bulan pascapandemi COVID-19. Hal tersebut membuat para pekerja dihadapkan dengan penerapan hybrid working. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Pandemik COVID-19 membuat cara bekerja semua perusahaan terdigitalisasi. Peran digital collaboration tools diperkirakan akan menjadi semakin krusial bagi perusahaan dalam menjaga produktivitas, khususnya di masa post normal ke depan. (Baca juga: 4 Cara Agar Virtual Meeting Lebih Efektif ala Platform Lark )
Hasil penelitian dari Cisco menunjukkan 58% karyawan akan bekerja dari rumah selama 8 hari atau lebih setiap bulan pascapandemi COVID-19. Hal tersebut membuat para pekerja dihadapkan dengan penerapan hybrid working saat masyarakat mulai melakukan berbagai aktivitas di luar rumah.
Di era new normal yang sudah berlangsung selama beberapa bulan, konsep bekerja secara remote terbukti cocok dan efektif untuk mengatasi ketidakpastian terkait penularan virus corona. Meski demikian, tidak semua karyawan atau divisi tertentu bisa terus-menerus bekerja dari rumah.
Lalu, apakah masyarakat akan kembali pada kebiasaan sebelum adanya pandemi? Hal tersebut dijawab oleh para ahli di berbagai bidang dalam acara Lark end-of-year media gathering yang dilakukan secara virtual.
Devie Rahmawati, peneliti sosial dan komunikasi, meyakini bahwa situasi pandemik COVID-19 adalah jembatan terhadap masa depan dan akselerator untuk transformasi digital. Situasi tidak akan kembali seperti sebelum adanya pandemi, namun masyarakat akan terus beradaptasi pada perubahan zaman dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital.
Hasil penelitian dari Cisco menunjukkan 58% karyawan akan bekerja dari rumah selama 8 hari atau lebih setiap bulan pascapandemi COVID-19. Hal tersebut membuat para pekerja dihadapkan dengan penerapan hybrid working saat masyarakat mulai melakukan berbagai aktivitas di luar rumah.
Di era new normal yang sudah berlangsung selama beberapa bulan, konsep bekerja secara remote terbukti cocok dan efektif untuk mengatasi ketidakpastian terkait penularan virus corona. Meski demikian, tidak semua karyawan atau divisi tertentu bisa terus-menerus bekerja dari rumah.
Lalu, apakah masyarakat akan kembali pada kebiasaan sebelum adanya pandemi? Hal tersebut dijawab oleh para ahli di berbagai bidang dalam acara Lark end-of-year media gathering yang dilakukan secara virtual.
Devie Rahmawati, peneliti sosial dan komunikasi, meyakini bahwa situasi pandemik COVID-19 adalah jembatan terhadap masa depan dan akselerator untuk transformasi digital. Situasi tidak akan kembali seperti sebelum adanya pandemi, namun masyarakat akan terus beradaptasi pada perubahan zaman dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital.
Lihat Juga :