Red Hat Lebarkan Jangkauan Open Hybrid Cloud ke Edge
Sabtu, 12 Desember 2020 - 03:03 WIB
loading...
A
A
A
Pembaruan Red Hat Enterprise Linux meliputi:
- Pembuatan operating system image yang cepat untuk edge melalui fitur bernama Image Builder. Fitur ini akan memudahkan organisasi IT menciptakan image yang diciptakan khusus untuk memecahkan berbagai masalah arsitektural yang melekat pada edge computing, tetapi dapat juga disesuaikan untuk kebutuhan tertentu.
- Device update secara remote melalui mirroring untuk melakukan berbagai update pada saat terjadi reboot pada perangkat atau sumber listrik. Sehingga membantu membatasi downtime dan intervensi manual dari tim respons IT.
- Update Over-the-air yang mentransfer lebih sedikit data dengan tetap mendorong code yang diperlukan. Dengan demikian menjadi fitur ideal bagi lokasi dengan konektivitas terbatas.
- Intelligent rollbacks yang dibangun berbasis kemampuan OSTree, sehingga pengguna bisa melakukan pengecekan masalah yang spesifik pada workload mereka. Misalnya mendeteksi terjadinya conflict atau masalah code. Ketika sebuah masalah terdeteksi, image akan secara otomatis mencari update terakhir yang paling bagus, sehingga mencegah terjadinya downtime yang tak perlu di edge.
Dengan segala kemampuan ini, Red Hat Enterprise Linux dapat menjadi platform Linux tunggal yang siap mendukung berbagai aplikasi di seluruh lingkungan enterprise dari server di on-premise ke public cloud. Juga dari core datacenter ke perangkat edge di tempat yang jauh sekalipun.
Standarisasi pada inovasi terbuka ini dapat menjadi tulang punggung bagi open hybrid cloud. Dengan begitu, perusahaan-perusahaan dapat fokus pada inovasi aplikasi dan layanan serta memecahkan tantangan kompetibilitas maupun integrasi yang terjadi di lingkungan IT.
- Pembuatan operating system image yang cepat untuk edge melalui fitur bernama Image Builder. Fitur ini akan memudahkan organisasi IT menciptakan image yang diciptakan khusus untuk memecahkan berbagai masalah arsitektural yang melekat pada edge computing, tetapi dapat juga disesuaikan untuk kebutuhan tertentu.
- Device update secara remote melalui mirroring untuk melakukan berbagai update pada saat terjadi reboot pada perangkat atau sumber listrik. Sehingga membantu membatasi downtime dan intervensi manual dari tim respons IT.
- Update Over-the-air yang mentransfer lebih sedikit data dengan tetap mendorong code yang diperlukan. Dengan demikian menjadi fitur ideal bagi lokasi dengan konektivitas terbatas.
- Intelligent rollbacks yang dibangun berbasis kemampuan OSTree, sehingga pengguna bisa melakukan pengecekan masalah yang spesifik pada workload mereka. Misalnya mendeteksi terjadinya conflict atau masalah code. Ketika sebuah masalah terdeteksi, image akan secara otomatis mencari update terakhir yang paling bagus, sehingga mencegah terjadinya downtime yang tak perlu di edge.
Dengan segala kemampuan ini, Red Hat Enterprise Linux dapat menjadi platform Linux tunggal yang siap mendukung berbagai aplikasi di seluruh lingkungan enterprise dari server di on-premise ke public cloud. Juga dari core datacenter ke perangkat edge di tempat yang jauh sekalipun.
Standarisasi pada inovasi terbuka ini dapat menjadi tulang punggung bagi open hybrid cloud. Dengan begitu, perusahaan-perusahaan dapat fokus pada inovasi aplikasi dan layanan serta memecahkan tantangan kompetibilitas maupun integrasi yang terjadi di lingkungan IT.
Lihat Juga :