Baru Lulus, Aplikasi Siswa Apple Developer Academy Sudah Nongol di App Store
Rabu, 09 Desember 2020 - 23:00 WIB
loading...
John Keating dan timnya terinspirasi untuk membuat aplikasi Aura untuk layanan darurat dan de-stigmatisasi untuk orang Indonesia dengan epilepsi.
A
A
A
JAKARTA - Apple Developer Academy baru saja merayakan kelulusan 400 siswa di seluruh penjuru Indonesia, Selasa (8/12). Lulusan tersebut merupakan bagian dari tiga akademi yang berlokasi di Jakarta, Surabaya dan angkatan pertama yang lulus dari akademi berlokasi di Batam. BACA JUGA: 5 Alasan untuk Membeli Tablet di 2020
Wakil Presiden Apple untuk Lingkungan, Kebijakan dan Inisiatif Sosial, Lisa Jackson mengatakan, para siswa lulusan Apple Developer Academy tahun ini tidak hanya tangguh, tapi juga cerdas, dan memiliki tekad luar biasa.
”Mereka beradaptasi dengan cara baru belajar secara langsung demi mendapat keterampilan yang dibutuhkan untuk mengembangkan aplikasi iOS,” ungkapnya. ”Kami tidak sabar untuk melihat hal-hal luar biasa yang akan mereka capai,” ia menambahkan.
Tentu saja, pandemi Covid-19 juga memberi tantangan bagi para siswa. Terutama, penutupan sementara lokasi akademi. Alhasil, para siswa harus dengan cepat beradaptasi dengan pembelajaran jarak jauh. Mereka juga harus berkolaborasi dengan satu sama lain namun di tempat yang terpisah.
Meski begitu, tetap banyak aplikasi yang dikembangkan dalam kurun waktu 10 bulan terakhir dan banyak mengambil tema new normal. Misalnya ketentuan pelayanan perawatan darurat, platform e-commerce, hingga pembelajaran jarak jauh yang interaktif.
Bahkan empat kelompok developer siswa juga mendemonstrasikan aplikasi mereka. Pertama, Aura. Yakni alat untuk pelayanan perawatan darurat dan de-stigmatisasi untuk orang Indonesia dengan epilepsi.
BACA JUGA: Tahan Air 50 Meter & Bisa Tampilkan Notif Emoji, Ini Harga Mi Watch dan Mi Watch Lite
![Baru Lulus, Aplikasi Siswa Apple Developer Academy Sudah Nongol di App Store]()
Lalu, ada Muara. Yakni pembelajaran jarak jauh yang interaktif untuk Museum Nasional Indonesia. Kemudian, Quipy, yakni aplikasi untuk mengelola invetaris, transaksi penjualan daring dan masukan konsumen melalui pintasan keyboard yang disesuaikan.
Kemudian, ada Aksaraya, sebuah aplikasi yang fokus kepada preservasi skrip Jawa tradisional dengan menggunakan Apple Pencil dan iPad. Aura, Quipy dan Aksaraya bahkan sudah tersedia di App Store.
Selain itu, beberapa siswa dari kelompok developer telah diundang ke Apple’s Entrepreneur Developer Camp for Women . Disana mereka akan mendapatkan kesempatan untuk memperoleh panduan personal setingkat kode dari para ahli dan engineer Apple, sekaligus bimbingan, inspirasi dan wawasan dari pimpinan tertinggi Apple.
Sejumlah 13 lulusan akademi, sebagai pemenang beasiswa, juga sebelumnya telah menghadiri tiga edisi dari acara tahunan Apple, Worldwide Developer Conference.
Sejak 2017, lebih dari 450 siswa telah belajar di Apple Developer Academy di Indonesia, dengan 400 siswa terdaftar saat ini.
Aplikasi untuk kelas tahun depan telah menarik minat dari 80 kota di seluruh Indonesia, termasuk peningkatan 100 persen jumlah pendaftar perempuan dibandingkan dengan jumlah pendaftar tahun lalu.
Apple Developer Academy bekerjasama dengan institusi lokal terkemuka seperti BINUS University di Jakarta, Universitas Ciputra di Surabaya dan Infinite Learning di Batam.
Menurut Lisa Jackson, Apple Developer Academy menyiapkan siswa untuk pekerjaan-pekerjaan di ekonomi digital dan aplikasi yang berkembang cepat di Indonesia. ”Alumni akademi di Indonesia sekarang telah bekerja di pelbagai industri dan berkontribusi secara signifikan terhadap transformasi digital Indonesia,” tambahnya.
Wakil Presiden Apple untuk Lingkungan, Kebijakan dan Inisiatif Sosial, Lisa Jackson mengatakan, para siswa lulusan Apple Developer Academy tahun ini tidak hanya tangguh, tapi juga cerdas, dan memiliki tekad luar biasa.
”Mereka beradaptasi dengan cara baru belajar secara langsung demi mendapat keterampilan yang dibutuhkan untuk mengembangkan aplikasi iOS,” ungkapnya. ”Kami tidak sabar untuk melihat hal-hal luar biasa yang akan mereka capai,” ia menambahkan.
Tentu saja, pandemi Covid-19 juga memberi tantangan bagi para siswa. Terutama, penutupan sementara lokasi akademi. Alhasil, para siswa harus dengan cepat beradaptasi dengan pembelajaran jarak jauh. Mereka juga harus berkolaborasi dengan satu sama lain namun di tempat yang terpisah.
Meski begitu, tetap banyak aplikasi yang dikembangkan dalam kurun waktu 10 bulan terakhir dan banyak mengambil tema new normal. Misalnya ketentuan pelayanan perawatan darurat, platform e-commerce, hingga pembelajaran jarak jauh yang interaktif.
Bahkan empat kelompok developer siswa juga mendemonstrasikan aplikasi mereka. Pertama, Aura. Yakni alat untuk pelayanan perawatan darurat dan de-stigmatisasi untuk orang Indonesia dengan epilepsi.
BACA JUGA: Tahan Air 50 Meter & Bisa Tampilkan Notif Emoji, Ini Harga Mi Watch dan Mi Watch Lite

Lalu, ada Muara. Yakni pembelajaran jarak jauh yang interaktif untuk Museum Nasional Indonesia. Kemudian, Quipy, yakni aplikasi untuk mengelola invetaris, transaksi penjualan daring dan masukan konsumen melalui pintasan keyboard yang disesuaikan.
Kemudian, ada Aksaraya, sebuah aplikasi yang fokus kepada preservasi skrip Jawa tradisional dengan menggunakan Apple Pencil dan iPad. Aura, Quipy dan Aksaraya bahkan sudah tersedia di App Store.
Selain itu, beberapa siswa dari kelompok developer telah diundang ke Apple’s Entrepreneur Developer Camp for Women . Disana mereka akan mendapatkan kesempatan untuk memperoleh panduan personal setingkat kode dari para ahli dan engineer Apple, sekaligus bimbingan, inspirasi dan wawasan dari pimpinan tertinggi Apple.
Sejumlah 13 lulusan akademi, sebagai pemenang beasiswa, juga sebelumnya telah menghadiri tiga edisi dari acara tahunan Apple, Worldwide Developer Conference.
Sejak 2017, lebih dari 450 siswa telah belajar di Apple Developer Academy di Indonesia, dengan 400 siswa terdaftar saat ini.
Aplikasi untuk kelas tahun depan telah menarik minat dari 80 kota di seluruh Indonesia, termasuk peningkatan 100 persen jumlah pendaftar perempuan dibandingkan dengan jumlah pendaftar tahun lalu.
Apple Developer Academy bekerjasama dengan institusi lokal terkemuka seperti BINUS University di Jakarta, Universitas Ciputra di Surabaya dan Infinite Learning di Batam.
Menurut Lisa Jackson, Apple Developer Academy menyiapkan siswa untuk pekerjaan-pekerjaan di ekonomi digital dan aplikasi yang berkembang cepat di Indonesia. ”Alumni akademi di Indonesia sekarang telah bekerja di pelbagai industri dan berkontribusi secara signifikan terhadap transformasi digital Indonesia,” tambahnya.
(dan)
Lihat Juga :