Surge Bangun Inovasi dan Solusi di Era Kompetisi Solusi Digital
Senin, 07 Desember 2020 - 22:21 WIB
loading...
CEO Surge, Hermansjah Haryono. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Teknologi memaksa setiap perusahaan untuk berubah dan berinovasi demi keberlanjutan bisnisnya. Peluang ini diendus oleh Surge dengan menciptakan inovasi bagi para kliennya.
Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan digital tengah berlangsung. Banyak pihak mendapatkan keuntungan besar, di sisi lain tak sedikit pula terlibas dan terpaksa tutup. (Baca juga: Ini Aturan Main untuk Bisa Pre-Order PS5 di JD.ID Seharga Rp8,8 Juta )
CEO Surge, Hermansjah Haryono, menyadari hal tersebut. Menurut dia, perubahan teknologi selalu menimbulkan disrupsi. "Lupakan tentang teknologi, inovasi secara umum menyebabkan disrupsi," ungkapnya kepada pers di Jakarta, Senin, (7/12/2020).
Hermansjah mengungkapkan optimisme tentang teknologi yang akan terus berkembang dalam nuansa positif. Teknologi juga mampu memperbaiki masalah dunia yang kompleks.
Dalam Revolusi Industri 4.0, Surge fokus pada teknologi bergerak yang memang sudah menjadi nadi perusahaan. Sebelumnya, perusahaan hanya fokus pada teknologi pendukung perusahaan.
Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan digital tengah berlangsung. Banyak pihak mendapatkan keuntungan besar, di sisi lain tak sedikit pula terlibas dan terpaksa tutup. (Baca juga: Ini Aturan Main untuk Bisa Pre-Order PS5 di JD.ID Seharga Rp8,8 Juta )
CEO Surge, Hermansjah Haryono, menyadari hal tersebut. Menurut dia, perubahan teknologi selalu menimbulkan disrupsi. "Lupakan tentang teknologi, inovasi secara umum menyebabkan disrupsi," ungkapnya kepada pers di Jakarta, Senin, (7/12/2020).
Hermansjah mengungkapkan optimisme tentang teknologi yang akan terus berkembang dalam nuansa positif. Teknologi juga mampu memperbaiki masalah dunia yang kompleks.
Dalam Revolusi Industri 4.0, Surge fokus pada teknologi bergerak yang memang sudah menjadi nadi perusahaan. Sebelumnya, perusahaan hanya fokus pada teknologi pendukung perusahaan.
Lihat Juga :