Akhirnya, China Aktifkan Matahari Buatan untuk Pertama Kalinya
Minggu, 06 Desember 2020 - 16:01 WIB
loading...
A
A
A
Para peneliti membangun perangkat yang dirancang untuk membuktikan kelayakan fusi sebagai sumber energi bebas karbon. Mereka menggunakan prinsip yang sama dengan pergerakan Matahari dan Bintang.
Baca juga : Canggih, India Gunakan Robot untuk Merawat Pasien
Penelitian ini diperkirakan membutuhkan dana sekitar USD 22,5 miliar. Para ilmuwan juga berharap proyek internasional ini dapat diselesaikan tahun 2025.
"ITER akan menjadi perangkat fusi pertama yang mempertahankan fusi untuk jangka waktu lama. ITER juga akan menjadi perangkat fusi pertama yang menguji teknologi terintegrasi, material, dan ilmu fisika yang diperlukan untuk produksi komersial listrik berbasis fusi," tulis situs proyek ITER.
Apakah fusi nuklir akan menjadi sumber produksi energi yang layak dan terjangkau? Waktu akan memberi tahu apa yang akan dibawa oleh kolaborasi baru China ini ke ITER.
Baca juga : Canggih, India Gunakan Robot untuk Merawat Pasien
Penelitian ini diperkirakan membutuhkan dana sekitar USD 22,5 miliar. Para ilmuwan juga berharap proyek internasional ini dapat diselesaikan tahun 2025.
"ITER akan menjadi perangkat fusi pertama yang mempertahankan fusi untuk jangka waktu lama. ITER juga akan menjadi perangkat fusi pertama yang menguji teknologi terintegrasi, material, dan ilmu fisika yang diperlukan untuk produksi komersial listrik berbasis fusi," tulis situs proyek ITER.
Apakah fusi nuklir akan menjadi sumber produksi energi yang layak dan terjangkau? Waktu akan memberi tahu apa yang akan dibawa oleh kolaborasi baru China ini ke ITER.
(fan)
Lihat Juga :