Terganggu dengan Garis Merah di Word, Ini Cara Menghilangkann

Sabtu, 05 Desember 2020 - 12:58 WIB
loading...
Terganggu dengan Garis...
Garis merah di Word berguna untuk mengoreksi jika ada kata-kata ataupun susunan kalimat yang salah. Foto/Ist.
A A A
FIKRI - Beberapa pengguna Microsoft Word mungkin terganggu dengan kemunculan garis merah di bawah kata-kata yang diketikan. Tenang saja, itu merupakan fitur proofing yang memang tersedia di Word.

(Baca Juga: Telkom Ganti Nama di Bursa, Monggo di Cek Kode Sahamnya.. )

Fitur ini berguna untuk mengoreksi jika ada kata-kata ataupun susunan kalimat yang salah. Kemunculan garis merah menandakan adanya kesalahan pengetikan dari sebuah tulisan.
(Baca Juga: Wamen BUMN: Anak Usaha Telkom Bakal Melantai di Bursa Saham Tahun Depan )

Ada beberapa cara untuk menghilangkan garis merah tersebut. Berikut ini cara tersebut, dihimpun dari berbagai sumber, Sabtu (5/12/2020).

Toolbar File

Pada toolbar file yang ada di Word 2016, ada pilihan options. Setelah itu, akan ada pilihan proofing, kemudian scroll ke bawah, dan ada pilihan check spelling as you type. Untuk menghilangkan garis merah, cukup hilangkan centang pada bagian terasebut.

Office Button

Sementara pada Microsoft Wors 2010, pengguna bisa memilih office button yang terdapat di pojok kiri atas. Kemudian pilih word options. Setelah itu, akan ada pilihan proofing. Hilangkan centang pada kalimat check spelling as you type.

Toolbar Review

Pada dasarnya, fitur proofing sangat membantu agar penulisan bisa rapi dan menggunakan spelling yang benar. Hanya saja, harus disamakan dengan bahasa dalam tulisan yang dibuat. Cara mengubahkan cukup pilih toolbar review, kemudian language, dan sesuaikan pilihan bahasa, termasuk Indonesia.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Kirim Starlink...
AS Berencana Kirim Starlink untuk Hidupkan Layanan Internet Iran
China Curigai Proses...
China Curigai Proses Pembelian Manus oleh Meta
Cloudflare Ungkap Tren...
Cloudflare Ungkap Tren Penggunaan Internet 2025 Naik 19%
Strategi Digital Marketing...
Strategi Digital Marketing untuk Meningkatkan Keuntungan dan Otoritas Pasar Bisnis
DPR AS Selidiki Starlink...
DPR AS Selidiki Starlink Milik Elon Musk Terkait Penipuan di Myanmar
Afghanistan Gelap Gulita:...
Afghanistan Gelap Gulita: Takut Warga Akses Pornografi, Rezim Taliban Padamkan Internet Seluruh Negara
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Berbagai Jenis ETF Sebelum Berinvestasi
Iran Pulihkan Akses...
Iran Pulihkan Akses Internet Global setelah Berbulan-bulan Dibatasi
Tips MotionTrade: 4...
Tips MotionTrade: 4 Kesalahan Investor Pemula dalam Berinvestasi ETF
Rekomendasi
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Singgung Peran KPRP,...
Singgung Peran KPRP, Pakar: Kritik Mahfud MD Terhadap UU Polri Sangat Aneh
Berita Terkini
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Beda Jauh dengan GPS,...
Beda Jauh dengan GPS, Kenapa AirTag dan Smart Tag Sering Telat Update Lokasi?
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved