Peselancar dan Perenang Pantai Enam Kali Lebih Rentan Terkena Kanker Kulit

Selasa, 01 Desember 2020 - 16:12 WIB
loading...
Peselancar dan Perenang...
Peselancar harus melindungi diri mereka dengan sunscreen dan baju khusus jika berselancar lama di pantai guna menghindari kanker kulit. Foto / ABC
A A A
AUSTRALIA - Jika Anda sering berenang di pantai atau menghabiskan waktu di pantai dengan berselancar, Anda sepertinya perlu waspada. Pasalnya menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Southern Cross University, Australia menemukan fakta bahwa peselancar dan orang yang suka berenang di pantai enam kali lebih rentan terkena kanker kulit.

Dalam penelitian itu Southern Cross University melibatkan 180 orang peselancar dan orang yang suka berenang di pantai. Hasilnya sebanyak 40 persen relawan yang ikut dalam penelitian itu teridentifikasi terkena kanker kulit. Mereka yang teridentifikasi ternyata sudah terkena kanker kulit ganas dan pre-ganas. (Baca juga : Pria Australia Temukan Bunga Bulu Hybrid yang Eksotis )

Michael Stapelberg, Adjunct Associate Professor dari Southern Cross University mengatakan kelompok ini, perenang dan peselancar, memang termasuk kelompok yang rawan dengan penyakit kanker kulit karena eksposur sinar matahari yang tinggi. Hanya saja persentase penderita yang mereka dapatkan justru jadi peringatan yang perlu diperhatikan.

"Studi sebelumnya memang mengatakan mereka termasuk kelompok yang berpotensi terkena kanker kulit. Namun belum ada studi, sebelum kami, yang menghitung resiko eksak dan perbedaannya dengan kelompok lain. Hal ini jelas jadi peringatan yang perlu diperhatikan," ujarnya. "Yang mengkhawatirkannya lagi, melanoma yang terjadi pada kulit sudah sangat invasif," sambungnya lagi.

Sementara Project Leader penelitian, Micke Climstein, mengatakan akan kembali melakukan penelitian lanjutan mengenai potensi kanker kulit pada peselancar dan perenang di pantai. Mereka berharap dalam penelitian kedua dapat diikuti oleh jumlah partisipan yang lebih besar lagi.Diharapkan dengan partisipan yang lebih besar akan mendapatkan pola kanker kulit yang memang diderita oleh partisipan.

"Hasil tahap pertama ini cukup mengejutkan," kata Climstein. "Kami berharap hal ini mendorong orang untuk lebih berhati-hati terhadap risiko kanker kulit saat berada di luar ruangan, dan mempertimbangkan untuk melakukan pemeriksaan kulit tubuh secara total," sambungnya. (Baca juga : Teleskop Raksasa Australia Ciptakan Atlas Baru Alam Semesta )

Yang memprihatinkan dari penelitian ini adalah ditemukannya kanker kulit pada peselancar terkenal dan veteran Australia, Gary Watson. Dia mengaku selama dua dekade belakangan ini, setiap kali beselancar dia selalu mengenakan sunscreen dan baju selam lengkap. Sayangnya hal itu tidak pernah dia lakukan ketika masih muda. "Dulu saat masih muda kami biasa saja ketika kulit terbakar, melepuh hingga mengelupas. Siapa yang menyangka saat itulah kerusakan terjadi," terang Gary Watson.

Saat tahu ada pemeriksaan yang digelar Southern Cross University dia pun langsung sukarela ikut. Dia bahkan mengaku itu adalah pemeriksaan pertama yang dia lakukan. Hasilnya menyedihkan karena Gary Watson memiliki dua melanoma di bagian tubuhnya dan ukurannya cukup besar. Dia tidak menyadari hal itu karena ditemukan di bagian punggung, yang sulit dia lihat langsung. "Banyak yang tidak percaya jika tidak melihat dan merasakannya langsung," jelasnya.
(wsb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Vaksin Kanker Buatan...
Vaksin Kanker Buatan Rusia Menunjukkan Hasil Awal yang Menjanjikan
Google DeepMind Siap...
Google DeepMind Siap Gunakan AI untuk Mengobati Kanker
Kanker pada Dinosaurus...
Kanker pada Dinosaurus Ditemukan, Ilmuwan Klaim Bisa Bantu Selamatkan Nyawa Manusia
Riset Temukan Fakta...
Riset Temukan Fakta Teripang Mampu Cegah Penyebaran Kanker
Kenapa Bumbu Mie Instan...
Kenapa Bumbu Mie Instan Tidak Boleh Dimasak? Ini Jawabannya
Ilmuwan Kembangkan AI...
Ilmuwan Kembangkan AI untuk Memprediksi Risiko Gejala Kanker Hati
Isu Semprot Parfum di...
Isu Semprot Parfum di Leher Sebabkan Kanker dan Tiroid Ternyata Mitos, Ini Kata Dokter
Tips Sate Sehat Anti...
Tips Sate Sehat Anti Kanker ala Menkes, Cocok untuk Olahan Daging Kurban
Angka Kasus Kanker Tembus...
Angka Kasus Kanker Tembus 408 Ribu, Teknologi SPECT/CT Pertama Hadir untuk Putus Diagnosis Stadium Lanjut
Rekomendasi
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
Lagi-lagi Akio Toyoda...
Lagi-lagi Akio Toyoda Serang Mobil Listrik, Kali Ini Berikut Penyebabnya
FIFA Minta Timnas Mesir...
FIFA Minta Timnas Mesir Hapus 7 Bintang di Jersey Jelang Lawan Belgia
Berita Terkini
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Revolusi AI di Layar...
Revolusi AI di Layar Kaca: TV Premium LG 2026 Mengerti Logat Indonesia
Dari Bangkrut Saat Krisis...
Dari Bangkrut Saat Krisis 2008, MrBeast Kini Pimpin 1.000 Karyawan dan 500 Juta Pengikut
Saham SpaceX Ludes,...
Saham SpaceX Ludes, Rebutan Harta Karun Luar Angkasa Dimulai
Resmi Melantai, IPO...
Resmi Melantai, IPO SpaceX Cetak Sejarah dan Jadikan Elon Musk Triliuner Dunia Pertama
Infografis
Susu Kecoa Diklaim Peneliti...
Susu Kecoa Diklaim Peneliti Tiga Kali Lebih Bergizi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved