1.000 Kali Kuat dari Petir Biasa, Semoga Superbolt Tak Pernah ke Indonesia

Kamis, 26 November 2020 - 01:41 WIB
loading...
A A A
Namun, keadaan tersebut hanya menjadi masalah untuk casing redup yang mendekati ambang batas minimum superbolt. "Petir super ini sebenarnya jauh lebih terang dari itu," kata Peterson kepada Live Science. (Baca juga: Data Bocor, Spotify Setel Ulang 350.000 Kata Sandi Akun Pengguna )

GLM dan FORTE keduanya adalah instrumen optik, tetapi keduanya mengukur aspek pulsa petir yang sedikit berbeda. FORTE merekam "kekuatan puncak seketika" dari superbolt -saat mereka berada pada titik paling terang.

"Sebagai perbandingan, GLM mengukur energi total superbolt selama periode 2 mikrodetik. Itu mungkin tidak terlihat terlalu lama, tapi untuk kilat, di mana sebagian besar aktivitas terjadi pada skala mikrodetik," jelas Peterson.

Para ilmuwan menemukan superbolt dapat berasal dari pulsa listrik di antara awan, serta dari pulsa awan ke tanah. Superbolt yang muncul di atas lautan dipicu oleh penumpukan muatan listrik secara bertahap di awan badai, jadi tidak mengherankan jika baut akan lebih kuat ketika semua listrik itu akhirnya dilepaskan, menurut penelitian tersebut.

Superbolt paling terang cenderung berkumpul di wilayah geografis di mana badai petir besar biasa terjadi. Kemunculan superbolt dikaitkan dengan "kilatan petir horizontal panjang yang dapat menjangkau ratusan kilometer, yang baru-baru ini disebut 'megaflash'. Temuan baru ini dapat membantu para ilmuwan untuk lebih memahami skenario yang dapat membentuk serangan yang sangat kuat ini.

"Ternyata kilatan ini luar biasa dalam semua karakteristiknya -bukan hanya ukurannya," katanya. (Baca juga: Kontainer Tercemar Covid, China Larang Impor Limbah Padat Mulai Januari )
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Orang Kaya Misterius...
Orang Kaya Misterius Membeli Fosil Dinosaurus
Titik Balik yang Mengubah...
Titik Balik yang Mengubah Ukuran Manusia Purba Ditemukan
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
Mengapa Waktu Seolah...
Mengapa Waktu Seolah Melambat ketika Bahaya Datang?
Mengapa Orbit Bumi Berputar...
Mengapa Orbit Bumi Berputar Tak Terkendali? Ternyata Ini Penyebabnya
60,5% Wilayah Indonesia...
60,5% Wilayah Indonesia Telah Memasuki Musim Kemarau
4 Pelajar Indonesia...
4 Pelajar Indonesia Siap Berlaga di Olimpiade Kimia Internasional IChO 2026
Fenomena Super New Moon,...
Fenomena Super New Moon, BMKG: Waspadai Banjir Rob pada Hari Ini hingga 22 Juli 2026
Rekomendasi
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
Ketua Umum Partai Perindo...
Ketua Umum Partai Perindo Angela Tanoesoedibjo Hadiri Harlah ke-28 PKB di JCC Malam Ini
Sinopsis The Value of...
Sinopsis The Value of Patience: Perjuangan Alex Mengejar Cinta dan Masa Depan
Berita Terkini
Akankah iPhone 20 Pro...
Akankah iPhone 20 Pro Max Memiliki Layar Terbesar dalam Sejarah?
Meta Kembangkan Aplikasi...
Meta Kembangkan Aplikasi Prediksi Pasar Mirip Polymarket
Samsung Bentuk Divisi...
Samsung Bentuk Divisi Robotika Khusus Mempercepat Strategi AI
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
Teknologi Deteksi Deepfake...
Teknologi Deteksi Deepfake Nvidia Mencapai Akurasi 94%
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved