Supaya Tenaga Medis dan Pasien Sama Enaknya, RS Tarakan Adopsi Telehealth
Rabu, 18 November 2020 - 15:40 WIB
loading...
A
A
A
“Setelah itu, agen Contact Center akan memandu pasien untuk mengakses solusi teknologi kami yang lain, yakni Digital Customer Engagement, yang memungkinkan mereka untuk menjadwalkan dan melakukan konsultasi video online dengan dokter di rumah sakit,” ujat Agus.
Dia menambahkan, Telkomtelstra membuka pintu lebar untuk berkolaborasi dengan rumah sakit lainnya melalui kedua solusi yang dapat dimulai dengan skema POC (proof of concept)/committed trial.
Dian Ekowati, Direktur RSUD Tarakan, mengatakan, jumlah pasien COVID-19 yang membutuhkan perawatan akut di rumah sakit maupun di unit perawatan intensif (ICU) dan pasien konfirmasi positif tanpa gejala meningkat. Penerapan layanan telehealth dapat menjadi pilihan yang lebih aman bagi pasien dengan mengurangi potensi terpapar virus.
Pada saat yang sama, teknologi ini juga dapat mengurangi tekanan pada sistem perawatan kesehatan dengan meminimalkan lonjakan jumlah pasien di fasilitas rumah sakit. Sekaligus mengurangi penggunaan alat pelindung diri (APD) oleh tenaga kesehatan.
“Bekerja sama dengan Telkomtelstra, kami memastikan komunitas di RSUD Tarakan terus memiliki akses ke layanan kesehatan sembari mempraktikkan social distancing guna memutus rantai penyebaran COVID-19,” kata Dian.
Dengan solusi telehealth, sambung dia, rumah sakit dapat memberikan jawaban atas pertanyaan pasien dan mendiskusikan masalah secara real time dari jarak jauh. "Seperti pada kunjungan rumah sakit biasa, tetapi dari kenyamanan rumah pasien,” ujar Dian.
Solusi ini terwujud atas kerja sama Telkomtelstra dengan ipSCAPE -perusahaan Cloud Contact Center. Mereka berkolaborasi memberikan solusi yang menawarkan cara yang aman dan nyaman bagi tenaga kesehatan di rumah sakit memeriksa pasien dan mengumpulkan informasi penting sebelum konsultasi langsung dilakukan.
Dia menambahkan, Telkomtelstra membuka pintu lebar untuk berkolaborasi dengan rumah sakit lainnya melalui kedua solusi yang dapat dimulai dengan skema POC (proof of concept)/committed trial.
Dian Ekowati, Direktur RSUD Tarakan, mengatakan, jumlah pasien COVID-19 yang membutuhkan perawatan akut di rumah sakit maupun di unit perawatan intensif (ICU) dan pasien konfirmasi positif tanpa gejala meningkat. Penerapan layanan telehealth dapat menjadi pilihan yang lebih aman bagi pasien dengan mengurangi potensi terpapar virus.
Pada saat yang sama, teknologi ini juga dapat mengurangi tekanan pada sistem perawatan kesehatan dengan meminimalkan lonjakan jumlah pasien di fasilitas rumah sakit. Sekaligus mengurangi penggunaan alat pelindung diri (APD) oleh tenaga kesehatan.
“Bekerja sama dengan Telkomtelstra, kami memastikan komunitas di RSUD Tarakan terus memiliki akses ke layanan kesehatan sembari mempraktikkan social distancing guna memutus rantai penyebaran COVID-19,” kata Dian.
Dengan solusi telehealth, sambung dia, rumah sakit dapat memberikan jawaban atas pertanyaan pasien dan mendiskusikan masalah secara real time dari jarak jauh. "Seperti pada kunjungan rumah sakit biasa, tetapi dari kenyamanan rumah pasien,” ujar Dian.
Solusi ini terwujud atas kerja sama Telkomtelstra dengan ipSCAPE -perusahaan Cloud Contact Center. Mereka berkolaborasi memberikan solusi yang menawarkan cara yang aman dan nyaman bagi tenaga kesehatan di rumah sakit memeriksa pasien dan mengumpulkan informasi penting sebelum konsultasi langsung dilakukan.
Lihat Juga :