Percepatan Teknologi Dorong Transformasi Medsos
Sabtu, 14 November 2020 - 09:35 WIB
loading...
A
A
A
Enda menambahkan, kesuksesan media sosial tidak hanya disebabkan modal yang besar, juga teknologi canggih. Perusahaan reksasa teknologi Google juga pernah gagal saat membuat media sosial.
Google+ diluncurkan pada 2011 dengan mengandalkan pengguna Gmail, namun nyatanya harus tutup pada 2019. Persaingan ini memang berat dan ketat, karena sangat sulit para penghuni media sosial besar itu untuk pindah ke ‘lain hati’.
Facebook dan Instagram memang akan sulit ditandingi karena para penggunanya bukan hanya betah untuk berjejaring, namun menjadi tempat menjanjikan untuk berniaga. Mereka memanfaatkan kemudahan terhubung dengan banyak orang untuk mengunggah foto maupun video produk yang akan dijual. (Lihat videonya: Berkunjung ke Aceh Jangan Lupa Menikmati Kopi Gayo)
Bahkan, kedua media sosial secara langsung turut membantu UKM masyarakat Indonesia. Instagram misalnya, membuat acara offline bertajuk InstaMarket sebagai tempat untuk para pelaku usaha bisa belajar, bertukar kisah sukses dan berbagi inspirasi. Mike Bronfin, Product Marketing Manager,
Instagram Business Platform mengatakan, InstaMarket bertujuan membantu memberdayakan pelaku usaha di Indonesia lewat fitur-fitur kreatif Instagram serta memberi wadah untuk mereka bisa berinteraksi secara langsung.
Secara global, ada lebih dari 25 juta akun bisnis di Instagram, dan Indonesia menempati posisi lima besar negara dengan jumlah akun bisnis terbanyak di dunia, setelah Amerika Serikat, Brasil, Rusia, dan Inggris. (Ananda Nararya)
Google+ diluncurkan pada 2011 dengan mengandalkan pengguna Gmail, namun nyatanya harus tutup pada 2019. Persaingan ini memang berat dan ketat, karena sangat sulit para penghuni media sosial besar itu untuk pindah ke ‘lain hati’.
Facebook dan Instagram memang akan sulit ditandingi karena para penggunanya bukan hanya betah untuk berjejaring, namun menjadi tempat menjanjikan untuk berniaga. Mereka memanfaatkan kemudahan terhubung dengan banyak orang untuk mengunggah foto maupun video produk yang akan dijual. (Lihat videonya: Berkunjung ke Aceh Jangan Lupa Menikmati Kopi Gayo)
Bahkan, kedua media sosial secara langsung turut membantu UKM masyarakat Indonesia. Instagram misalnya, membuat acara offline bertajuk InstaMarket sebagai tempat untuk para pelaku usaha bisa belajar, bertukar kisah sukses dan berbagi inspirasi. Mike Bronfin, Product Marketing Manager,
Instagram Business Platform mengatakan, InstaMarket bertujuan membantu memberdayakan pelaku usaha di Indonesia lewat fitur-fitur kreatif Instagram serta memberi wadah untuk mereka bisa berinteraksi secara langsung.
Secara global, ada lebih dari 25 juta akun bisnis di Instagram, dan Indonesia menempati posisi lima besar negara dengan jumlah akun bisnis terbanyak di dunia, setelah Amerika Serikat, Brasil, Rusia, dan Inggris. (Ananda Nararya)
(ysw)
Lihat Juga :