Digital Forensik Bisa Kejar Pelaku Penyebar Konten Mesum di Internet

Minggu, 08 November 2020 - 17:59 WIB
loading...
A A A
Selanjutnya, jika informasi-informasi pendukung tersebut dianggap relevan dapat digunakan untuk memberikan fakta tambahan atas data digital tersebut. Keefektifan digital forensik dalam melakukan tugasnya tergantung dari data digital yang dihimpun, dan bagaimana data diolah dan digunakan.

Alfons menjelaskan, digital forensik tak bisa memastikan orang yang muncul di konten tersebut. Sebab, saat ini banyak teknologi yang bisa memalsukan konten, seperti Deep Fake yang mampu mengubah mimik, gerak bibir, dan kata-kata di video, sehingga melenceng jauh dari konten aslinya.

Lalu ada cara untuk menganalisa baju atau gorden yang sama, dan seterusnya. Secara teknis, mungkin saja ini milik yang bersangkutan. Tetapi bukan menjadi jaminan. Sebab barang-barang seperti baju, gorden, dan lainnya, bisa disamakan.

"Baju dan gorden bisa di beli. Kecuali tidak ada duanya," imbuhnya. (Baca juga: Video Mesum Mirip Gisel Beredar, Ahli IT Ternama Ungkap Asal Kebocoran )

Barang-barang di sekitar itu sama seperti bukti spesifik, seperti tato dan tanda lahir. Namun, itupun harus dipastikan bahwa memang asli dan bukan hasil manipulasi digital. "Untuk hal ini sebaiknya diserahkan ke pihak berwenang," katanya mengajak netizen tidak tidak berpolemik.
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kejahatan AI Tidak Terkendali,...
Kejahatan AI Tidak Terkendali, Eropa Awasi Ketat Deepfake
Perkuat Keamanan Siber...
Perkuat Keamanan Siber Nasional, Teknologi dari Korsel Dihadirkan
Dibobol 1.000 Kasus...
Dibobol 1.000 Kasus Sehari: Mengapa Penipuan Digital di Indonesia 4 Kali Lipat Lebih Ganas?
Keamanan Siber: Saat...
Keamanan Siber: Saat Ancaman AI Global Ditangkis Inovasi Lokal Indonesia
Orang Indonesia Suka...
Orang Indonesia Suka Gratisan tapi Buta Keamanan, Pakar Desak Anti-Virus Wajib Bawaan Pabrik
Selamat Tinggal Hacker...
Selamat Tinggal Hacker Manusia? Mesin AI Otonom Siap Ambil Alih Serangan Siber di Tahun 2026
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
Polri Tangkap Buronan...
Polri Tangkap Buronan Kasus Online Scam Paling Dicari Asal China
Sinopsis Sinetron Tobat...
Sinopsis Sinetron 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 2: Hancurnya Rumah Tangga Mila, Jaka Terpojok!
Rekomendasi
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
BMKG Prediksi Curah...
BMKG Prediksi Curah Hujan Tetap Rendah di Wilayah Indonesia pada Pertengahan Juli 2026
Mini Soccer Bulog Perkuat...
Mini Soccer Bulog Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan Bersama Stakeholder
Berita Terkini
Membawa Udara Bersih...
Membawa Udara Bersih ke Dalam Rumah, Bentuk Kepedulian Terbaik Saat Polusi Melanda
Berbasis Open Source,...
Berbasis Open Source, Equnix Dorong Ekosistem PostgreSQL
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
Anak Muda Bingung Pilih...
Anak Muda Bingung Pilih Kripto atau Saham? Begini Kata Para Praktisi
Samsung dan Google Mulai...
Samsung dan Google Mulai Serang Apple dengan Fitur Ini
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved