Orang Indonesia Suka Gratisan tapi Buta Keamanan, Pakar Desak Anti-Virus Wajib Bawaan Pabrik

Selasa, 27 Januari 2026 - 12:06 WIB
loading...
Orang Indonesia Suka...
Keamanan siber di smartphone menjadi sorotan seiring meningkatnya serangan siber, judi online, hingga pornografi. Foto: Sindonews/Danang Arradian
A A A
JAKARTA - Tingkat literasi keamanan digital yang rendah di tengah masyarakat Indonesia, ditambah budaya menyukai aplikasi gratisan tanpa memedulikan risiko, telah menempatkan jutaan pengguna ponsel pintar dalam bahaya nyata serangan siber, mulai dari Trojan Android Klopatra yang sedang ramai, jeratan judi online, hingga pencurian data pribadi.

Merespons kerentanan massal ini, sebuah desakan kuat muncul agar fitur keamanan siber tidak lagi menjadi opsi tambahan, melainkan standar wajib "bawaan pabrik" (pre-installed) pada setiap unit smartphone yang dijual di Tanah Air.

Desakan ini bukan tanpa dasar. Mr. Bert, Key Opinion Leader (KOL) di bidang keamanan siber, menyoroti kontradiksi perilaku konsumen Indonesia. "Orang Indonesia suka gratisan, dan mereka juga belum teredukasi masalah keamanan siber. Ini kontras dengan bagaimana serangan siber bisa masuk bahkan lewat media sosial," ujarnya.

Ia mencontohkan ancaman Trojan Android Klopatra yang menyusup diam-diam, menegaskan betapa krusialnya keberadaan aplikasi keamanan yang sudah terinstal langsung saat konsumen membeli ponsel, sehingga perlindungan berjalan otomatis tanpa menuntut inisiatif pengguna.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Asosiasi Digital Grafika dan Informasi Siber Indonesia (ADIGSI), Firli Ganinduto, mengungkapkan keprihatinannya.

"Edukasi terhadap keamanan siber di Indonesia sangat rendah," katanya. ADIGSI kini secara agresif mendorong agar fitur keamanan siber menjadi standar baku di setiap smartphone yang beredar di Indonesia. “Kami ingin mengubah fitur ‘mewah’ menjadi kebutuhan primer,” tambah Firli.

Sebelumnya, Infinix telah berkolaborasi dengan PT ITSEC Asia Tbk melakukan langkah strategis dengan meluncurkan Infinix Note Edge 5G+. Ponsel ini menjadi manifestasi nyata dari "demokratisasi keamanan siber", di mana perlindungan setara korporat kini hadir di genggaman konsumen ritel dengan harga terjangkau.

Sergio Ticoalu, Head of Marketing Infinix Indonesia, mengakui bahwa kejahatan siber yang kini berevolusi menggunakan kecerdasan buatan (AI) menuntut produsen untuk lebih proaktif.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
5 Provinsi di Indonesia...
5 Provinsi di Indonesia Jadi Target Penguatan Keamanan Siber Pemerintah
Kejahatan AI Tidak Terkendali,...
Kejahatan AI Tidak Terkendali, Eropa Awasi Ketat Deepfake
Perkuat Keamanan Siber...
Perkuat Keamanan Siber Nasional, Teknologi dari Korsel Dihadirkan
18 Juta Serangan Siber...
18 Juta Serangan Siber Mengguncang Asia Tenggara, Indonesia Diserang 3 Juta Kali
16 Tahun ITSEC Asia:...
16 Tahun ITSEC Asia: Produk Baru Ini Jadi Senjata Baru Lawan Kejahatan Digital
Marak Tuntutan Tebusan,...
Marak Tuntutan Tebusan, Serangan Pelumpuhan Website di Indonesia Melonjak 62%
Kerugian Akibat Kejahatan...
Kerugian Akibat Kejahatan Siber Capai Rp9,1 Triliun, Indodax Ajak Verifikasi Kontak Resmi
Zentara Perusahaan Keamanan...
Zentara Perusahaan Keamanan Siber di Indonesia Raih Sertifikasi Sistem Manajemen AI
Rekomendasi
Soroti Masalah Bangsa,...
Soroti Masalah Bangsa, Jaringan Cendekiawan Muda Ajukan 7 Tuntutan
OveerPOS Dorong Efisiensi...
OveerPOS Dorong Efisiensi Bisnis lewat Integrasi Transaksi dan Pajak
Sandy Tumiwa Unggah...
Sandy Tumiwa Unggah Foto Bareng Tessa Kaunang, Captionnya Bikin Hebol Lagi
Berita Terkini
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Samsung Berencana Bangun...
Samsung Berencana Bangun Pusat Data Terapung di Laut
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Infografis
5 Alasan Orang Indonesia...
5 Alasan Orang Indonesia Suka Berobat ke Luar Negeri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved