Berbasis AI, F5 Bisa Cegat Penipuan Transaksi Online yang Lolos Pantauan
Minggu, 25 Oktober 2020 - 19:35 WIB
loading...
A
A
A
Juniper Research memperkirakan kerugian akibat penipuan –dari pemohon baru dan penipuan akun, pencurian akun, penipuan program loyalty dan penipuan pembayaran digital– akan mencapai lebih dari USD48 miliar hingga 2023.
“Inovasi untuk mencegah penipuan semakin dibutuhkan dan mendesak, saat kita melihat ada peralihan cepat ke channel online yang didorong oleh situasi kesehatan global saat ini,” kata Sumit Agarwal, Vice President, Analytic Products F5, dan co-founder Shape.
Pihaknya melihat penipu meluncurkan serangan yang semakin canggih. Mereka memanfaatkan perubahan yang disebabkan oleh COVID-19 dan kesulitan ekonomi secara keseluruhan.
SAFE menjawab tantangan industri saat ini dengan beberapa cara. Misalnya, menghentikan penipuan dengan lebih cepat melalui identifikasi transaksi palsu di sepanjang aktivitas pengguna. Mulai dari saat pembuatan akun baru dan login hingga checkout, mengirim pembayaran dan aktivitas lain.
Berbekal teknologi AI, SAFE secara akurat mendeteksi dan memblokir niat yang berbahaya, dan memiliki kecerdasan untuk membantu aplikasi melakukan scaling dan mengadaptasi kinerja, keamanan, dan layanan penting lainnya sesuai kebutuhan.
"SAFE umumnya mengidentifikasi dua kali lebih banyak penipuan per bulan dibandingkan tool pendeteksi penipuan lain. Bank besar North American telah mendeteksi penipuan pengambilalihan akun 250% lebih besar dalam 60 hari berkat adanya SAFE di perangkat mereka. Ini mencegah kerugian tambahan sebesar USD10 juta pertahun," klaim Sumit.
SAFE juga mengurangi friksi pelanggan yang sesungguhnya. Kekhawatiran pada terjadinya penipuan telah membuat organisasi dan pemilik aplikasi menciptakan friksi dengan pengguna yang baik. Sebab tool pendeteksi penipuan mereka kurang akurat membedakan pelanggan yang sesungguhnya dengan penipu.
“Inovasi untuk mencegah penipuan semakin dibutuhkan dan mendesak, saat kita melihat ada peralihan cepat ke channel online yang didorong oleh situasi kesehatan global saat ini,” kata Sumit Agarwal, Vice President, Analytic Products F5, dan co-founder Shape.
Pihaknya melihat penipu meluncurkan serangan yang semakin canggih. Mereka memanfaatkan perubahan yang disebabkan oleh COVID-19 dan kesulitan ekonomi secara keseluruhan.
SAFE menjawab tantangan industri saat ini dengan beberapa cara. Misalnya, menghentikan penipuan dengan lebih cepat melalui identifikasi transaksi palsu di sepanjang aktivitas pengguna. Mulai dari saat pembuatan akun baru dan login hingga checkout, mengirim pembayaran dan aktivitas lain.
Berbekal teknologi AI, SAFE secara akurat mendeteksi dan memblokir niat yang berbahaya, dan memiliki kecerdasan untuk membantu aplikasi melakukan scaling dan mengadaptasi kinerja, keamanan, dan layanan penting lainnya sesuai kebutuhan.
"SAFE umumnya mengidentifikasi dua kali lebih banyak penipuan per bulan dibandingkan tool pendeteksi penipuan lain. Bank besar North American telah mendeteksi penipuan pengambilalihan akun 250% lebih besar dalam 60 hari berkat adanya SAFE di perangkat mereka. Ini mencegah kerugian tambahan sebesar USD10 juta pertahun," klaim Sumit.
SAFE juga mengurangi friksi pelanggan yang sesungguhnya. Kekhawatiran pada terjadinya penipuan telah membuat organisasi dan pemilik aplikasi menciptakan friksi dengan pengguna yang baik. Sebab tool pendeteksi penipuan mereka kurang akurat membedakan pelanggan yang sesungguhnya dengan penipu.
Lihat Juga :