Lembaga Riset Bekingan Rusia Dituding Sebar Malware Berbahaya

Minggu, 25 Oktober 2020 - 11:19 WIB
loading...
Lembaga Riset Bekingan...
Bendera Rusia dan AS berkibar di Bandara Internasional Vnukovo di Moskow, Rusia. Kedua negara kembali gontok-gontokan soal kejahatan siber. Foto/Maxim Shemetov/Reuters
A A A
MOSKOW - Washington menjatuhkan sanksi kepada sebuah lembaga riset penelitian Rusia terkait pengembangan program komputer berbahaya yang mampu menyebabkan kerusakan industri yang dahsyat, Jumat (23/10/2020). Tindakan AS langsung direspons Rusia sebagai sebuah tindakan tidak sah. (Baca juga: Google Hapus 17 Aplikasi yang Terinfeksi Malware Joker, Ini Daftarnya )

Departemen Keuangan AS menuduh Central Scientific Research Institute of Chemistry and Mechanics yang didukung Pemerintah Rusia -juga dikenal dengan akronim Rusia-nya sebagai TsNIIKhM- bertanggung jawab untuk "membangun alat khusus yang memungkinkan serangan" pada fasilitas petrokimia tak dikenal di Timur Tengah pada 2017.

Serangan itu mengguncang komunitas keamanan siber ketika dipublikasikan oleh para peneliti tahun itu karena -tidak seperti intrusi digital biasa yang bertujuan mencuri data atau menahannya untuk tebusan- serangan itu tampaknya bertujuan menyebabkan kerusakan fisik pada fasilitas itu sendiri dengan menonaktifkan sistem keamanannya.

Nathan Brubaker, seorang analis dari perusahaan keamanan siber FireEye -penemu perangkat lunak yang terlibat- mengatakan, niat yang jelas membuatnya sangat berbahaya. Sebab menonaktifkan sistem keselamatan di pabrik seperti itu dapat menyebabkan konsekuensi serius, seperti kebakaran atau ledakan.

"Sifat akut dari ancaman inilah yang membuatnya menakutkan," kata Brubaker. “Meledakkan banyak hal dan membunuh orang itu menakutkan.”

Departemen Keuangan juga mengatakan, tahun lalu para penyerang di balik malware itu dilaporkan memindai dan menyelidiki setidaknya 20 utilitas listrik di Amerika Serikat untuk mencari kerentanan.

“Kami sekali lagi menekankan tidak sahnya pembatasan sepihak apa pun. Rusia, tidak seperti Amerika Serikat, tidak melakukan operasi ofensif di domain dunia maya," kata Anatoly Antonov, Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat, di media sosial seperti dikutip Reuters.

"Kami menyerukan kepada Amerika Serikat untuk meninggalkan praktik keji dari tuduhan tidak berdasar," katanya lagi.

Pejabat AS telah mengajukan banyak dakwaan terhadap peretas di Rusia, China dan Iran, sekaligus memberlakukan sanksi serta mengeluarkan beberapa peringatan tentang intrusi digital yang didukung negara.

Para ahli melihat aktivitas tersebut saat Amerika Serikat memperingatkan kekuatan musuh untuk tidak ikut campur dalam Pilpres pada 3 November, kurang dari dua pekan lagi. (Baca juga: Ditlantas Polda Metro Minta Masyarakat Tunda Liburan Akhir Pekan )
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kejahatan AI Tidak Terkendali,...
Kejahatan AI Tidak Terkendali, Eropa Awasi Ketat Deepfake
Perkuat Keamanan Siber...
Perkuat Keamanan Siber Nasional, Teknologi dari Korsel Dihadirkan
18 Juta Serangan Siber...
18 Juta Serangan Siber Mengguncang Asia Tenggara, Indonesia Diserang 3 Juta Kali
Dibobol 1.000 Kasus...
Dibobol 1.000 Kasus Sehari: Mengapa Penipuan Digital di Indonesia 4 Kali Lipat Lebih Ganas?
Keamanan Siber: Saat...
Keamanan Siber: Saat Ancaman AI Global Ditangkis Inovasi Lokal Indonesia
Rekor 100%! Seluruh...
Rekor 100%! Seluruh Perusahaan Indonesia Kompak Pakai AI demi Keamanan Siber
Kerugian Akibat Kejahatan...
Kerugian Akibat Kejahatan Siber Capai Rp9,1 Triliun, Indodax Ajak Verifikasi Kontak Resmi
Zentara Perusahaan Keamanan...
Zentara Perusahaan Keamanan Siber di Indonesia Raih Sertifikasi Sistem Manajemen AI
Nurul Arifin Sebut Akun...
Nurul Arifin Sebut Akun Medsos Wajib Pakai Nomor HP Bisa Jadi Tameng Indonesia Lawan Kejahatan Siber
Rekomendasi
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Berita Terkini
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
Acer Luncurkan Dua Kacamata...
Acer Luncurkan Dua Kacamata Pintar dengan Gambar Virtual 172 Inci
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved