Mengenal Eurofighter Typhoon yang akan Dibeli Menhan Prabowo dari Austria
Rabu, 21 Oktober 2020 - 19:02 WIB
loading...
A
A
A
Pada 1989, perakitan purwarupa pertama dari Eurofighter Typhoon dimulai. Barulah pada 1994, DA1 dan DA2 Eurofighter Typhoon memulai uji coba penerbangan pertamanya.
Pada 1997, tes penerbangan yang ke 500 diadakan di Manching, Jerman, disusul dengan serangkaian tes berikutnya, seperti uji senjata, kapasitas bahan bakar, dan kecepatan supersonik.
Pada 2003, Eurofighter Typhoon secara resmi memulai misi operasionalnya di empat negara produsen pesawat ini. Pada 2007, Austria menjadi negara pertama di luar negara produsen yang membeli pesawat ini, disusul Arab Saudi pada 2008.
Sampai saat ini, lebih dari 550 unit Eurofighter Typhoon telah diproduksi untuk tujuh negara, yakni Jerman, Inggris, Italia, Spanyol, Austria, Oman, dan Arab Saudi.
Eurofighter Tyohoon mampu melaju dengan kecepatan maksimal Mach 2.0, Thrust 90kN dan ketinggian maksimal 16.764 kilometer. Pesawat tempir ini memiliki panjang 15,96 meter.
Pada 1997, tes penerbangan yang ke 500 diadakan di Manching, Jerman, disusul dengan serangkaian tes berikutnya, seperti uji senjata, kapasitas bahan bakar, dan kecepatan supersonik.
Pada 2003, Eurofighter Typhoon secara resmi memulai misi operasionalnya di empat negara produsen pesawat ini. Pada 2007, Austria menjadi negara pertama di luar negara produsen yang membeli pesawat ini, disusul Arab Saudi pada 2008.
Sampai saat ini, lebih dari 550 unit Eurofighter Typhoon telah diproduksi untuk tujuh negara, yakni Jerman, Inggris, Italia, Spanyol, Austria, Oman, dan Arab Saudi.
Eurofighter Tyohoon mampu melaju dengan kecepatan maksimal Mach 2.0, Thrust 90kN dan ketinggian maksimal 16.764 kilometer. Pesawat tempir ini memiliki panjang 15,96 meter.
Lihat Juga :