Bisnis Co-Living Didukung Teknologi Diramalkan Bakal Cerah
Rabu, 06 Mei 2020 - 20:49 WIB
loading...
A
A
A
Selama pandemik, Garry tetap menjaga koordinasi dengan timnya, selagi dia sendiri dapat membangun network dengan penghuni co-living lain di tempat huniannya.
“Pembatasan sosial umumnya akan mengurangi terjadinya pertemuan ataupun acara-acara lain. Tapi bagi saya resiko tersebut tidak begitu berpengaruh, karena saya tetap dapat bertemu dan membangun network dengan orang yang berada di lingkungan co-living,” kata Garry.
Sejalan banyaknya bisnis yang terimbas akibat pandemik ini, Garry pun berupaya memotong biaya operasional dengan mendorong timnya melakukan kerja jarak jauh. Dari sana, dirinya berencana mengakhiri sewa ruang co-working-nya. Sebagai gantinya, mereka bekerja jarak jauh sepenuhnya dari ruang co-living yang dihuni sekarang.
"Pandemik Covid-19 telah mengubah kebiasan dan gaya hidup masyarakat. Ini juga telah membuat orang terbiasa dan sadar akan norma-norma baru ini, salah satunya adalah bekerja dari rumah," kata Nicholas Pudjiadi, VP Jayakarta Group.
“Pembatasan sosial umumnya akan mengurangi terjadinya pertemuan ataupun acara-acara lain. Tapi bagi saya resiko tersebut tidak begitu berpengaruh, karena saya tetap dapat bertemu dan membangun network dengan orang yang berada di lingkungan co-living,” kata Garry.
Sejalan banyaknya bisnis yang terimbas akibat pandemik ini, Garry pun berupaya memotong biaya operasional dengan mendorong timnya melakukan kerja jarak jauh. Dari sana, dirinya berencana mengakhiri sewa ruang co-working-nya. Sebagai gantinya, mereka bekerja jarak jauh sepenuhnya dari ruang co-living yang dihuni sekarang.
"Pandemik Covid-19 telah mengubah kebiasan dan gaya hidup masyarakat. Ini juga telah membuat orang terbiasa dan sadar akan norma-norma baru ini, salah satunya adalah bekerja dari rumah," kata Nicholas Pudjiadi, VP Jayakarta Group.
(iqb)
Lihat Juga :