Bisnis Co-Living Didukung Teknologi Diramalkan Bakal Cerah

Rabu, 06 Mei 2020 - 20:49 WIB
loading...
Bisnis Co-Living Didukung...
Dengan perkembangan teknologi internet yang semakin pesat, bekerja dari rumah, baik paruh maupun penuh waktu, menjadi sesuatu yang makin lazim di kalangan pekerja formal. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Pandemi COVID-19 memaksa jutaan orang bekerja dari rumah. Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta mencatat, per 1 April 2020, sebanyak 1.043.773 pekerja formal telah didorong untuk bekerja dari rumah.

Angka tersebut makin bertambah seiring diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlaku sejak 10 April 2020. Dengan lebih dari tiga juta pekerja formal, atau hampir 70% dari total keseluruhan tenaga kerja di Jakarta. Fenomena peningkatan kerja jarak jauh di Ibu Kota baru memasuki tahap awal perkembangannya.

Dengan perkembangan teknologi internet yang semakin pesat, bekerja dari rumah, baik paruh maupun penuh waktu, menjadi sesuatu yang makin lazim di kalangan pekerja formal. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Owl Labs pada 2019, Amerika Serikat yang 80% populasinya merupakan pekerja formal, sebanyak 62% di antaranya berusia 22-65 tahun melakukan pekerjaan secara jarak jauh dengan tingkatan yang berbeda-beda.

Angka tersebut diprediksi akan terus bertambah. Masih dalam survei yang sama, untuk 5 tahun ke depan, 42% pekerja jarak jauh juga diketahui berencana untuk lebih sering melakukan pekerjaannya di luar kantor. Sedangkan, 51% pekerja kantoran berkeinginan untuk melakukan pekerjaanya dari jarak jauh.

Dalam beberapa tahun terakhir, bekerja jarak jauh telah terakomodir dengan makin menjamurnya co-working space. Konsumen merasakan manfaat dari co-working space tersebut melalui komunitas serta fasilitas yang disediakan oleh operator co-working.

Namun dengan segala peristiwa yang terjadi baru-baru ini, para pekerja jarak jauh bisa saja terbuka matanya untuk mencari pilihan tempat tinggal lain yang juga dapat menghadirkan fasilitas serta nuansa komunitas. Keyakinan tersebut didorong oleh hasil survei Buffer pada tahun 2019 yang menyatakan 84% pekerja jarak jauh nyatanya masih memilih untuk melakukannya di rumah mereka.

Dari situ, ‘saudara jauh’ co-working, yakni co-living, bisa menjadi suatu tren baru di masa mendatang. Sebab menyediakan ‘kombinasi’ sesuai bagi populasi pekerja jarak jauh yang sedang bertumbuh pesat.

Sebagai pekerja digital media lepas di Jakarta, Fati (24) memiliki kebebasan untuk memilih tempat kerjanya. Dia memutuskan menyewa ruang co-working di Mega Kuningan.

Pilihan tersebut didasari oleh adanya kemungkinan untuk melakukan networking, hingga tersedianya acara mingguan hingga fasilitas macam WiFi berkecepatan tinggi. Sebelum pemerintah mendorong warganya untuk bekerja dari rumah pada awal Maret, Fati biasa menghabiskan 15 menit waktu perjalanan ke tempat kerja dari huniannya di kawasan Setiabudi yang disewa dari operator co-living berbasis teknologi, Flokq.

Selama pandemik, dia melakukan seluruh pekerjaan dari ruang co-living-nya. Fati sama sekali tidak kehilangan segala kelebihan yang biasa dirasakan di tempat kerjanya.

“Beberapa waktu terakhir, aku meluangkan lebih banyak waktu di apartemenku. Flokq menyediakan internet yang cepat, dan aku juga merasa mudah melakukan pekerjaan di ruang komunal bersama teman-teman flat. Ini terasa nyaman, dan sepertinya aku akan melanjutkan gaya kerja seperti ini bahkan setelah pandemik selesai,” tutur Fati.

Potensi perubahan tren dari co-working menjadi co-living turut disadari oleh Garry (32), entrepreneur startup di Jakarta. Meskipun tinggal di ruang co-living yang disediakan oleh Flokq di kawasan Senopati, dia tetap mampu bekerja sama dengan timnya di ruang co-working di kawasan Mega Kuningan.

Selama pandemik, Garry tetap menjaga koordinasi dengan timnya, selagi dia sendiri dapat membangun network dengan penghuni co-living lain di tempat huniannya.

“Pembatasan sosial umumnya akan mengurangi terjadinya pertemuan ataupun acara-acara lain. Tapi bagi saya resiko tersebut tidak begitu berpengaruh, karena saya tetap dapat bertemu dan membangun network dengan orang yang berada di lingkungan co-living,” kata Garry.

Sejalan banyaknya bisnis yang terimbas akibat pandemik ini, Garry pun berupaya memotong biaya operasional dengan mendorong timnya melakukan kerja jarak jauh. Dari sana, dirinya berencana mengakhiri sewa ruang co-working-nya. Sebagai gantinya, mereka bekerja jarak jauh sepenuhnya dari ruang co-living yang dihuni sekarang.

"Pandemik Covid-19 telah mengubah kebiasan dan gaya hidup masyarakat. Ini juga telah membuat orang terbiasa dan sadar akan norma-norma baru ini, salah satunya adalah bekerja dari rumah," kata Nicholas Pudjiadi, VP Jayakarta Group.
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aplikasi Pengintai untuk...
Aplikasi Pengintai untuk Identifikasi Jenis Peralatan Militer Diluncurkan
AS Berencana Kirim Starlink...
AS Berencana Kirim Starlink untuk Hidupkan Layanan Internet Iran
China Curigai Proses...
China Curigai Proses Pembelian Manus oleh Meta
China Terbitkan Regulasi...
China Terbitkan Regulasi untuk Mengatur Harga Platform Internet
Cloudflare Ungkap Tren...
Cloudflare Ungkap Tren Penggunaan Internet 2025 Naik 19%
Strategi Digital Marketing...
Strategi Digital Marketing untuk Meningkatkan Keuntungan dan Otoritas Pasar Bisnis
BTN Dukung Transaksi...
BTN Dukung Transaksi Digital Indonesia Coffee Expo 2026 lewat Aplikasi Bale
Iran Pulihkan Akses...
Iran Pulihkan Akses Internet Global setelah Berbulan-bulan Dibatasi
Bank Mandiri Tambah...
Bank Mandiri Tambah Fitur Kurban Digital di Aplikasi, Nasabah Bisa Pantau Distribusi
Rekomendasi
Pangkas BBM, PLN Borong...
Pangkas BBM, PLN Borong 500 Motor Listrik Polytron Fox 350 Buat Operasional Jawa Timur
FA Simpan Tiket Murah...
FA Simpan Tiket Murah Piala Dunia 2026 untuk Fans Inggris
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
Berita Terkini
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Beda Jauh dengan GPS,...
Beda Jauh dengan GPS, Kenapa AirTag dan Smart Tag Sering Telat Update Lokasi?
Di Balik Pemblokiran...
Di Balik Pemblokiran AI Tercanggih Anthropic Fable 5: Berantem dengan Pemerintah AS
Ridho Sadewo Bongkar...
Ridho Sadewo Bongkar 7 Strategi Free Fire yang Bikin Peluang Booyah Lebih Besar
Selebriti Pakai Earphone...
Selebriti Pakai Earphone Kabel, Pasar IEM Chi-Fi Diam-Diam Meledak
Begini Cara kerja AirTag...
Begini Cara kerja AirTag dan SmartTag, Pelacak Bluetooth Murah untuk Android dan iPhone
Infografis
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved