Ruang Angkasa Punya 24 Planet yang Lebih Ramah untuk Manusia Dibanding Bumi

Sabtu, 10 Oktober 2020 - 15:45 WIB
loading...
Ruang Angkasa Punya...
Ilustrasi ini menunjukkan planet seukuran Bumi tervalidasi pertama yang mengorbit bintang jauh di zona layak huni yang diidentifikasi oleh Teleskop Luar Angkasa Kepler NASA. Foto/NASA/SETI Institute/JPL-Caltech
A A A
JAKARTA - Planet-planet di ruang angkasa selalu disebut tak ramah dengan kehidupan manusia . Ternyata hal itu salah besar, karena setidaknya ada 24 planet di luar tata surya yang dinilai lebih baik untuk kehidupan manusia dibandingkan Bumi. (Baca juga: Peneliti Temukan Danau Air Asin di Planet Mars )

Planet-planet ini hanya sedikit lebih tua, sedikit lebih basah, sedikit lebih hangat dan sedikit lebih besar dari Bumi, tulis para peneliti pada 18 September di Jurnal Astrobiology. Semua faktor ini dapat berarti bahwa beberapa planet ini adalah tempat terbaik untuk mencari kehidupan di luar Bumi .

"Kita harus fokus pada planet tertentu yang memiliki kondisi paling menjanjikan untuk kehidupan yang kompleks. Namun, kita harus berhati-hati agar tidak terjebak mencari Bumi kedua karena ada planet yang mungkin lebih cocok untuk kehidupan kita," kata ahli astrobiologi Universitas Washington Dirk. Schulze-Makuch dikutip dari laman Live Science.

Mencari Planet yang Bisa Dihuni
Sejauh ini para astronom telah menemukan lebih dari 4.000 exoplanet, atau planet di luar tata surya kita. Sebagian besar tidak terlalu kondusif untuk kehidupan.

Misalnya, planet KELT-9b sangat panas sehingga atmosfernya terus mencair. Planet paling gelap yang diketahui, TrES-2b, memiliki suhu atmosfer 1.800 derajat Fahrenheit (980 derajat Celcius).

Di ujung lain dari spektrum yang tidak bersahabat adalah GJ 433 d, yang penemunya menggambarkannya sebagai planet terdingin mirip Neptunus yang pernah ditemukan. (Baca juga: Polisi Tahan 87 Perusuh Demo UU Cipta Kerja, 240 Sedang Diproses Pidana )

Tapi ada juga banyak planet dalam zona layak huni, atau jarak "tepat" yang kondusif untuk suhu permukaan yang tidak terlalu panas atau terlalu dingin untuk kehidupan seperti yang kita ketahui saat berkembang. Schulze-Makuch dan rekan-rekannya ingin mengidentifikasi planet ekstrasurya yang paling mungkin "super dapat dihuni". Atau tidak hanya di zona layak huni tetapi juga mungkin ada fitur yang menjadikannya sebagai tempat baik untuk kehidupan di Bumi berkembang.

Fitur-fitur ini termasuk bintang dengan ukuran dan masa hidup yang tepat, mengingat dibutuhkan kehidupan yang kompleks 3,5 miliar tahun untuk berevolusi di Bumi . Plus 4 miliar tahun untuk kehidupan semaju manusia.

Ukuran yang besar bisa berarti lebih banyak ruang untuk daratan dan habitat. Planet yang lebih besar juga akan memiliki gravitasi yang lebih tinggi, yang akan membuat atmosfer lebih tebal, sesuatu yang dapat bermanfaat bagi organisme melakukan perjalanan dengan penerbangan, tulis para peneliti.

Sebuah planet yang sedikit lebih hangat daripada Bumi akan lebih layak huni, mengingat kurangnya wilayah kutub yang sebagian besar tandus. Tetapi planet yang lebih hangat itu juga harus lebih basah daripada Bumi agar gurun tidak mendominasi daratan.
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Enaiposha: Planet Metalik...
Enaiposha: Planet Metalik dengan Atmosfer Ajaib, Mengungkap Misteri Kabut Angkasa!
Star Trek Infinite Diluncurkan,...
Star Trek Infinite Diluncurkan, Jelajahi Dunia Baru yang Penuh Tantangan
Perangkat Ini Bisa Bikin...
Perangkat Ini Bisa Bikin Handphone Jadi Teleskop Supercanggih
Selamatkan Bumi, Epson...
Selamatkan Bumi, Epson Hadirkan Produk Tanpa Meninggalkan Jejak Karbon
Hari Bumi, Google Ajak...
Hari Bumi, Google Ajak Pengguna Tanam Pohon Lewat Doodle
Pertama di Dunia, China...
Pertama di Dunia, China Sukses Uji Satelit 6G di Luar Angkasa
Cara Berburu Komet Neowise...
Cara Berburu Komet Neowise Lewat Aplikasi
Bukti Risiko Bumi Dihantam...
Bukti Risiko Bumi Dihantam Asteroid Semakin Meningkat
Teka-teki Cincin Bumi...
Teka-teki Cincin Bumi Berusia 1.400 di Australia Terpecahkan
Rekomendasi
Pemakaman Ray Sahetapy...
Pemakaman Ray Sahetapy Diselimuti Suasana Haru, Tangis Keluarga Tak Terbendung
Dewan Pers Minta Polri...
Dewan Pers Minta Polri Tinjau Ulang Perpol Izin Liputan Jurnalis Asing
BYD Salip Tesla di Eropa,...
BYD Salip Tesla di Eropa, Penjualan di Q1 2025 Naik 60 Persen
Berita Terkini
Jadi Senjata China Lawan...
Jadi Senjata China Lawan Tarif Impor, AS Bidik 140 Perusahaan Chip
8 menit yang lalu
OpenAI: Pengguna ChatGPT...
OpenAI: Pengguna ChatGPT Hasilkan Lebih dari 700 Juta Gambar dalam Sepekan
1 jam yang lalu
Tren AI Ala Ghibli Dikecam...
Tren AI Ala Ghibli Dikecam Sutradara One Piece: Ini Penghinaan Terhadap Seni Animasi!
2 jam yang lalu
Chip AI Jadi Senjata...
Chip AI Jadi Senjata China untuk Melawan AS Terkait Tarif Impor Baru
2 jam yang lalu
Dituduh Pindah Warganegara...
Dituduh Pindah Warganegara Singapura, Pendiri ByteDance Zhang Yiming Angkat Bicara
6 jam yang lalu
Bantu Pemain Menang,...
Bantu Pemain Menang, Microsoft Luncurkan Copilot for Gaming
7 jam yang lalu
Infografis
Tabrak Asteroid dengan...
Tabrak Asteroid dengan Pesawat Ruang Angkasa Efektif Selamatkan Bumi
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved