Studi 35 Tahun: Kekebalan Manusia Terhadap Virus Corona hanya Sebentar

Jum'at, 02 Oktober 2020 - 10:50 WIB
loading...
A A A
Untuk studi baru, penulis menyaring ulang sampel tersebut untuk infeksi virus Corona, khususnya mencari antibodi yang menargetkan bagian tertentu dari setiap nukleokapsid virus -cangkang keras protein yang mengelilingi materi genetik mereka, yang dikenal sebagai RNA.

Berdasarkan analisis ini, tim menemukan bahwa setiap peserta terjangkit tiga hingga 17 infeksi virus korona dalam masa studi, dengan infeksi ulang yang terjadi setiap enam bulan hingga delapan tahun sembilan bulan. Namun, paling sering, infeksi ulang virus korona tertentu terjadi sekitar satu tahun setelah infeksi sebelumnya.

"Kami menunjukkan bahwa infeksi ulang oleh infeksi alami terjadi untuk keempat virus Corona musiman, menunjukkan bahwa itu adalah fitur umum untuk semua virus Corona manusia, termasuk SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID-19," ujar penulis.

Meskipun penulis tidak mempelajari SARS-CoV-2 dalam penelitian mereka, mereka berpendapat bahwa tren yang terlihat di antara virus Corona umum mungkin masih meluas ke virus baru. Semua virus Corona yang umum, meskipun berasal dari keluarga yang sama, secara genetik dan biologis berbeda, sehingga sifat apa pun yang dimiliki bersama di antara mereka mungkin "mewakili semua virus Corona manusia, termasuk SARS-CoV-2," tulis penulis lagi. Meski begitu, kita belum tahu apakah SARS-CoV-2 berpotensi menginfeksi kembali manusia sesering yang lain.

"Terlebih lagi, setidaknya tiga peringatan harus diingat saat menafsirkan data ini," kata Collins.

Pertama, tingkat antibodi peserta yang berfluktuasi tidak memberi tahu penelitu apa pun tentang apakah mereka benar-benar sakit setiap kali reinfeksi. Peningkatan antibodi "mungkin telah memberikan respons yang tepat yang dibutuhkan untuk mengubah penyakit pernapasan yang signifikan menjadi kasus pilek ringan atau tidak ada penyakit sama sekali," tulis Collins.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Rahasia Salah Satu Kerajaan...
Rahasia Salah Satu Kerajaan Terkuat di Peru Berasal dari Burung-Burung
Ilmuwan Temukan Jawaban...
Ilmuwan Temukan Jawaban Kenapa Manusia Tidak Punya Ekor
Filter Mulut Ikan Hilangkan...
Filter Mulut Ikan Hilangkan 99 Persen Mikroplastik dari Limbah
PwC Resmi Buka Hub di...
PwC Resmi Buka Hub di Yogyakarta, Bidik Talenta AI dan Operasional Jateng
Ilmuwan Rusia Ciptakan...
Ilmuwan Rusia Ciptakan Obat yang Mengubah Struktur dalam Tubuh Manusia
Skandal Riset Palsu...
Skandal Riset Palsu Internasional, Mendiktisaintek Ungkap 4 Terduga Pelaku Lulusan UNY
Jadi Sekolah Unggulan,...
Jadi Sekolah Unggulan, SMA Al Hikmah Surabaya Bangun Pembelajaran Berbasis Riset-Karakter
Kasus Riset Palsu Demi...
Kasus Riset Palsu Demi Plesiran, Mendiktisaintek Ungkap Temuan Awal
Rekomendasi
Momen Middleton Bertemu...
Momen Middleton Bertemu Mantan Pacarnya di Pernikahan Peter Phillips
Gempa 5,3 Magnitudo...
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya
Pengamat: Seskab Teddy...
Pengamat: Seskab Teddy Punya Kapasitas untuk Dipercaya Presiden Prabowo
Berita Terkini
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Infografis
Waspada, Berikut Risiko...
Waspada, Berikut Risiko Hamil di Atas Usia 35 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved