Studi 35 Tahun: Kekebalan Manusia Terhadap Virus Corona hanya Sebentar

Jum'at, 02 Oktober 2020 - 10:50 WIB
loading...
Studi 35 Tahun: Kekebalan...
Dalam beberapa kasus, infeksi ulang terjadi paling cepat enam bulan dan sembilan bulan setelah infeksi sebelumnya, kata penulis penelitian. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Virus Corona yang menyebabkan flu biasa dapat menginfeksi orang berulang kali. Ini mengisyaratkan bahwa kekebalan terhadap virus Corona baru yang menyebabkan COVID-19 mungkin berumur pendek alias cuma sebentar. (Baca juga: Menkes Angkat Suara soal Jika Vaksin Covid-19 Sudah Ada di Indonesia )

Dalam sebuah studi baru , yang diterbitkan 14 September di jurnal Nature Medicine, para ilmuwan memantau 10 orang selama lebih dari 35 tahun untuk menentukan seberapa sering mereka terinfeksi empat virus Corona musiman yang diketahui. Karena virus ini -dikenal sebagai HCoV-NL63, HCoV-229E, HCoV-OC43, dan HCoV-HKU1- menyebabkan gejala flu biasa atau tidak ada gejala sama sekali, tim secara berkala memeriksa darah peserta untuk mencari antibodi guna menemukan kasus baru infeksi.

Ketika sampel darah menunjukkan peningkatan jumlah antibodi yang menargetkan virus tertentu, dibandingkan dengan sampel sebelumnya, itu berarti sistem kekebalan seseorang sedang melawan infeksi baru. Para peneliti menentukan seberapa tajam pergeseran dalam tingkat antibodi ini untuk menyebabkan infeksi yang dikonfirmasi, daripada fluktuasi acak.

"Data baru menunjukkan kekebalan terhadap virus korona lain cenderung berumur pendek, dengan infeksi ulang terjadi cukup sering sekitar 12 bulan kemudian dan, dalam beberapa kasus, bahkan lebih cepat," ungkap Francis Collins, Direktur National Institutes of Health (NIH), mengomentari penelitian tersebut.

Dalam beberapa kasus, infeksi ulang terjadi paling cepat enam bulan dan sembilan bulan setelah infeksi sebelumnya, kata penulis penelitian.

Sepuluh peserta penelitian semuanya adalah bagian dari Amsterdam Cohort Studies (ACS) tentang infeksi HIV-1 dan AIDS, sebuah penelitian tentang prevalensi, insiden, dan faktor risiko infeksi HIV yang dimulai pada 1980-an. Para peserta, semuanya HIV-negatif, memberikan sampel darah setiap tiga sampai enam bulan selama penelitian, memberikan total 513 sampel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Rahasia Salah Satu Kerajaan...
Rahasia Salah Satu Kerajaan Terkuat di Peru Berasal dari Burung-Burung
Ilmuwan Temukan Jawaban...
Ilmuwan Temukan Jawaban Kenapa Manusia Tidak Punya Ekor
Filter Mulut Ikan Hilangkan...
Filter Mulut Ikan Hilangkan 99 Persen Mikroplastik dari Limbah
PwC Resmi Buka Hub di...
PwC Resmi Buka Hub di Yogyakarta, Bidik Talenta AI dan Operasional Jateng
Ilmuwan Rusia Ciptakan...
Ilmuwan Rusia Ciptakan Obat yang Mengubah Struktur dalam Tubuh Manusia
Skandal Riset Palsu...
Skandal Riset Palsu Internasional, Mendiktisaintek Ungkap 4 Terduga Pelaku Lulusan UNY
Jadi Sekolah Unggulan,...
Jadi Sekolah Unggulan, SMA Al Hikmah Surabaya Bangun Pembelajaran Berbasis Riset-Karakter
Kasus Riset Palsu Demi...
Kasus Riset Palsu Demi Plesiran, Mendiktisaintek Ungkap Temuan Awal
Rekomendasi
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Hijriah?
Klive Beach Club Gandeng...
Klive Beach Club Gandeng Happiness Foundation Gelar CSR Kebahagiaan
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
Berita Terkini
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
Infografis
Waspada, Berikut Risiko...
Waspada, Berikut Risiko Hamil di Atas Usia 35 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved