Eropa Luncurkan Perisai Udara yang Bakal Jadi Lawan Tangguh Drone
Selasa, 21 Juli 2026 - 07:50 WIB
loading...
A
A
A
Menurut MBDA, salah satu tantangan utama peperangan modern adalah masalah biaya. Dalam banyak kasus, menembak jatuh UAV murah membutuhkan penggunaan rudal pencegat yang harganya berkali-kali lipat lebih mahal daripada target, sehingga meningkatkan biaya operasional dan berisiko kehabisan amunisi.
Versi pertama dari Counter Mass Interceptor dirancang untuk menghancurkan UAV kecil. Fase selanjutnya akan mengembangkan versi dengan jangkauan lebih jauh yang mampu mencegat UAV, roket, bom luncur, dan rudal subsonik, serta beroperasi dalam segala kondisi cuaca.
Perusahaan tersebut mengatakan bahwa versi pertama sistem ini dapat beroperasi mulai tahun 2028 dan akan diproduksi melalui mitra industri atau langsung di fasilitas MBDA yang sudah ada dengan memanfaatkan jalur produksi yang sudah ada.
Versi pertama dari Counter Mass Interceptor dirancang untuk menghancurkan UAV kecil. Fase selanjutnya akan mengembangkan versi dengan jangkauan lebih jauh yang mampu mencegat UAV, roket, bom luncur, dan rudal subsonik, serta beroperasi dalam segala kondisi cuaca.
Perusahaan tersebut mengatakan bahwa versi pertama sistem ini dapat beroperasi mulai tahun 2028 dan akan diproduksi melalui mitra industri atau langsung di fasilitas MBDA yang sudah ada dengan memanfaatkan jalur produksi yang sudah ada.
(wbs)
Lihat Juga :