Dukung Uji Klinis dan Registrasi Cepat, APL Gandeng BPOM
Senin, 06 Juli 2026 - 15:52 WIB
loading...
Delegasi BPOM mengunjungi fasilitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) APL sebagai salah satu upaya perusahaan dalam mendukung transisi menuju operasional yang lebih bersih dan efisien dalam penggunaan energi Foto/ Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL), sebuah perusahaan Zuellig Pharma, baru-baru ini menyambut kunjungan delegasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) ke National Distribution Center (NDC) APL di Cikarang.
Kunjungan ini bertujuan memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus menampilkan berbagai inisiatif keberlanjutan APL sebagai salah satu pelopor dalam industri kesehatan.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi BPOM meninjau fasilitas distribusi mutakhir APL yang beroperasi sesuai dengan standar Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB). APL juga memaparkan perkembangan implementasi system barcode 2D yang telah dilakukan sesuai dengan ketentuan BPOM.
Delegasi BPOM turut mengunjungi fasilitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) APL sebagai salah satu upaya perusahaan dalam mendukung transisi menuju operasional yang lebih bersih dan efisien dalam penggunaan energi.
“Kami merasa terhormat dapat menyambut BPOM di National Distribution Center kami. Kunjungan ini mencerminkan pentingnya kolaborasi yang erat antara regulator dan industri dalam membangun ekosistem kesehatan yang terpercaya.” tuturChristophe Piganiol, Presiden Direktur, APL.
APL terus mendukung peringkatan akses masyarakat Indonesia terhadap produk-produk kesehatan inovatif melalui kapabilitasinya di bidang distribusi, komersialisasi, serta dukungan uji klinis. Salah satunya adalah Tirzepatide, agonis reseptor ganda yang mengombinasikan GIP (glucose-dependent insulinotropic polypeptide) dan GLP-1 (glucagon-like peptide-1), sebagai terapi inovatif untuk diabetes melitus tipe 2 dan obesitas.
BPOM berperan penting dalam mempercepat akses pasien terhadap Tirzepatide melalui mekanisme percepatan registrasi. Melalui proses registrasi yang efisien, BPOM memungkinkan kehadiran terapi baru tersebut di Indonesia dengan tetap menjunjung tinggi standar keamanan, mutu dan integritas klinis.
Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, menegaskan pentingnya kepatuhan dan sinergi dalam penyelenggaraan layanan kesehatan.
“Regulator dan industry merupakan mantra strategis yang memiliki tujuan Bersama untuk memastikan ketersediaan produk Kesehatan yang aman, berkhasiat, dan bermutu bagi Masyarakat. Kami mengapresiasi komitmen APL dalam menjaga standar tinggi distribusi produk Kesehatan, menghadirkan terapi-terapi inovatif di Indonesia.” pungkasnya.
Kunjungan ini bertujuan memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus menampilkan berbagai inisiatif keberlanjutan APL sebagai salah satu pelopor dalam industri kesehatan.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi BPOM meninjau fasilitas distribusi mutakhir APL yang beroperasi sesuai dengan standar Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB). APL juga memaparkan perkembangan implementasi system barcode 2D yang telah dilakukan sesuai dengan ketentuan BPOM.
Delegasi BPOM turut mengunjungi fasilitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) APL sebagai salah satu upaya perusahaan dalam mendukung transisi menuju operasional yang lebih bersih dan efisien dalam penggunaan energi.
“Kami merasa terhormat dapat menyambut BPOM di National Distribution Center kami. Kunjungan ini mencerminkan pentingnya kolaborasi yang erat antara regulator dan industri dalam membangun ekosistem kesehatan yang terpercaya.” tuturChristophe Piganiol, Presiden Direktur, APL.
APL terus mendukung peringkatan akses masyarakat Indonesia terhadap produk-produk kesehatan inovatif melalui kapabilitasinya di bidang distribusi, komersialisasi, serta dukungan uji klinis. Salah satunya adalah Tirzepatide, agonis reseptor ganda yang mengombinasikan GIP (glucose-dependent insulinotropic polypeptide) dan GLP-1 (glucagon-like peptide-1), sebagai terapi inovatif untuk diabetes melitus tipe 2 dan obesitas.
BPOM berperan penting dalam mempercepat akses pasien terhadap Tirzepatide melalui mekanisme percepatan registrasi. Melalui proses registrasi yang efisien, BPOM memungkinkan kehadiran terapi baru tersebut di Indonesia dengan tetap menjunjung tinggi standar keamanan, mutu dan integritas klinis.
Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, menegaskan pentingnya kepatuhan dan sinergi dalam penyelenggaraan layanan kesehatan.
“Regulator dan industry merupakan mantra strategis yang memiliki tujuan Bersama untuk memastikan ketersediaan produk Kesehatan yang aman, berkhasiat, dan bermutu bagi Masyarakat. Kami mengapresiasi komitmen APL dalam menjaga standar tinggi distribusi produk Kesehatan, menghadirkan terapi-terapi inovatif di Indonesia.” pungkasnya.
(wbs)
Lihat Juga :