Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Jum'at, 19 Juni 2026 - 20:01 WIB
loading...
Gelombang adopsi kecerdasan buatan (AI) yang semakin masif mendorong kebutuhan industri terhadap fondasi digital tidak hanya canggih, tetapi juga aman dan terintegrasi.
A
A
A
JAKARTA - Gelombang adopsi kecerdasan buatan (AI) yang semakin masif mendorong kebutuhan industri terhadap fondasi digital yang tidak hanya canggih, tetapi juga aman dan terintegrasi.
Menjawab tantangan itu, Lintasarta menghadirkan Intelligent Core, sebuah platform yang untuk memperkuat kedaulatan digital Indonesia sekaligus mempercepat transformasi AI di berbagai sektor industri.
Melalui Intelligent Core yang mengusung konsep The Intelligent Foundation Powering Indonesia's Digital Sovereignty, Lintasarta menawarkan pendekatan baru dalam membantu perusahaan mengubah kompleksitas teknologi menjadi hasil bisnis yang nyata.
Solusi ini mengintegrasikan empat kapabilitas utama, yakni konektivitas, cloud, keamanan siber, serta kolaborasi berbasis AI dalam satu ekosistem digital yang terhubung dan andal.
Komitmen ini disampaikan dalam Lintasarta Media Gathering di Jakarta. Dalam kesempatan itu, perusahaan memaparkan strategi untuk mempercepat pemanfaatan AI melalui integrasi berbagai kapabilitas digital guna menghasilkan dampak bisnis terukur bagi pelanggan dari berbagai sektor.
President Director & CEO Lintasarta Armand Hermawan mengatakan era AI menuntut perusahaan memiliki fondasi digital yang mampu menghubungkan berbagai teknologi menjadi nilai bisnis yang konkret.
“Di era AI, perusahaan membutuhkan fondasi yang mampu menghubungkan teknologi menjadi hasil bisnis yang nyata. Melalui Intelligent Core ini, kami membantu pelanggan mengintegrasikan infrastruktur digital dan AI dalam satu solusi digital yang aman, andal dan saling terhubung, sehingga pelanggan lebih fokus pada inovasi, pertumbuhan, dan daya saing bisnis,” ujar Armand.
Armand memaparkan Intelligent Core dibangun di atas tiga prinsip utama. Pertama, Sovereign yang mengedepankan sovereign infrastructure dan sovereign AI untuk menjaga kedaulatan data dan teknologi. Kedua, Integrated melalui integrasi penuh empat kapabilitas utama dalam satu solusi end-to-end. Ketiga, Seamless Experience yang menghadirkan pengalaman digital lebih efisien, aman, dan terhubung bagi pelanggan.
Tidak berhenti pada penyediaan infrastruktur, Lintasarta juga memperkenalkan pendekatan Industry Outcome Stacks yang dirancang sesuai kebutuhan masing-masing sektor industri. Strategi ini menandai transformasi peran perusahaan dari sekadar penyedia layanan teknologi menjadi Industry Digital Infrastructure Orchestrator yang mengintegrasikan AI, layanan digital, ekosistem mitra, serta managed services untuk menghasilkan dampak bisnis lebih terukur.
Berbagai solusi sektoral disiapkan, mulai dari Secure Banking Stack untuk industri keuangan, Sovereign Government Stack bagi instansi pemerintahan, Smart Factory Stack untuk manufaktur, Connected Healthcare untuk layanan kesehatan, hingga Omnichannel Retail bagi sektor ritel.
"Melalui pendekatan itu, organisasi dapat mempercepat implementasi AI dan transformasi digital, meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat keamanan sistem, dan menciptakan nilai bisnis berkelanjutan," ujar Armand.
Saat ini, Lintasarta melayani lebih dari 2.300 pelanggan korporasi dengan dukungan 74.196 jaringan yang tersebar di berbagai sektor industri di Indonesia. Skala layanan tersebut menjadi modal penting dalam mewujudkan integrasi empat kapabilitas digital dalam satu arsitektur yang dapat langsung diterapkan oleh pelanggan.
Armand menegaskan di tengah meningkatnya kebutuhan atas AI dan perlindungan data nasional, kehadiran Intelligent Core menjadi langkah strategis untuk memastikan transformasi digital berjalan seiring dengan penguatan kedaulatan digital Indonesia.
"Dengan menggabungkan infrastruktur, AI, dan ekosistem digital yang terintegrasi, Lintasarta menargetkan diri sebagai mitra strategis industri dalam membangun daya saing di era ekonomi berbasis kecerdasan buatan," pungkasnya.
Menjawab tantangan itu, Lintasarta menghadirkan Intelligent Core, sebuah platform yang untuk memperkuat kedaulatan digital Indonesia sekaligus mempercepat transformasi AI di berbagai sektor industri.
Melalui Intelligent Core yang mengusung konsep The Intelligent Foundation Powering Indonesia's Digital Sovereignty, Lintasarta menawarkan pendekatan baru dalam membantu perusahaan mengubah kompleksitas teknologi menjadi hasil bisnis yang nyata.
Solusi ini mengintegrasikan empat kapabilitas utama, yakni konektivitas, cloud, keamanan siber, serta kolaborasi berbasis AI dalam satu ekosistem digital yang terhubung dan andal.
Komitmen ini disampaikan dalam Lintasarta Media Gathering di Jakarta. Dalam kesempatan itu, perusahaan memaparkan strategi untuk mempercepat pemanfaatan AI melalui integrasi berbagai kapabilitas digital guna menghasilkan dampak bisnis terukur bagi pelanggan dari berbagai sektor.
President Director & CEO Lintasarta Armand Hermawan mengatakan era AI menuntut perusahaan memiliki fondasi digital yang mampu menghubungkan berbagai teknologi menjadi nilai bisnis yang konkret.
“Di era AI, perusahaan membutuhkan fondasi yang mampu menghubungkan teknologi menjadi hasil bisnis yang nyata. Melalui Intelligent Core ini, kami membantu pelanggan mengintegrasikan infrastruktur digital dan AI dalam satu solusi digital yang aman, andal dan saling terhubung, sehingga pelanggan lebih fokus pada inovasi, pertumbuhan, dan daya saing bisnis,” ujar Armand.
Armand memaparkan Intelligent Core dibangun di atas tiga prinsip utama. Pertama, Sovereign yang mengedepankan sovereign infrastructure dan sovereign AI untuk menjaga kedaulatan data dan teknologi. Kedua, Integrated melalui integrasi penuh empat kapabilitas utama dalam satu solusi end-to-end. Ketiga, Seamless Experience yang menghadirkan pengalaman digital lebih efisien, aman, dan terhubung bagi pelanggan.
Tidak berhenti pada penyediaan infrastruktur, Lintasarta juga memperkenalkan pendekatan Industry Outcome Stacks yang dirancang sesuai kebutuhan masing-masing sektor industri. Strategi ini menandai transformasi peran perusahaan dari sekadar penyedia layanan teknologi menjadi Industry Digital Infrastructure Orchestrator yang mengintegrasikan AI, layanan digital, ekosistem mitra, serta managed services untuk menghasilkan dampak bisnis lebih terukur.
Berbagai solusi sektoral disiapkan, mulai dari Secure Banking Stack untuk industri keuangan, Sovereign Government Stack bagi instansi pemerintahan, Smart Factory Stack untuk manufaktur, Connected Healthcare untuk layanan kesehatan, hingga Omnichannel Retail bagi sektor ritel.
"Melalui pendekatan itu, organisasi dapat mempercepat implementasi AI dan transformasi digital, meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat keamanan sistem, dan menciptakan nilai bisnis berkelanjutan," ujar Armand.
Saat ini, Lintasarta melayani lebih dari 2.300 pelanggan korporasi dengan dukungan 74.196 jaringan yang tersebar di berbagai sektor industri di Indonesia. Skala layanan tersebut menjadi modal penting dalam mewujudkan integrasi empat kapabilitas digital dalam satu arsitektur yang dapat langsung diterapkan oleh pelanggan.
Armand menegaskan di tengah meningkatnya kebutuhan atas AI dan perlindungan data nasional, kehadiran Intelligent Core menjadi langkah strategis untuk memastikan transformasi digital berjalan seiring dengan penguatan kedaulatan digital Indonesia.
"Dengan menggabungkan infrastruktur, AI, dan ekosistem digital yang terintegrasi, Lintasarta menargetkan diri sebagai mitra strategis industri dalam membangun daya saing di era ekonomi berbasis kecerdasan buatan," pungkasnya.
(unt)
Lihat Juga :