HGI Research Centre Ikut Kembangkan Talenta Digital Tanah Air
Senin, 15 Juni 2026 - 20:53 WIB
loading...
HGI Research Centre dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menandatangani nota kesepahaman kerja sama pendidikan vokasi untuk pengembangan talenta digital. FOTO/ Dok SindoNews
A
A
A
SHANGHAI - Komitmen mempersiapkan generasi muda menghadapi era digital mempertemukan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan HGI Research Centre dalam sebuah langkah strategis yang ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) di Shanghai, China.
Melalui kerja sama ini, kedua pihak sepakat membangun mekanisme komunikasi berkelanjutan dan mengeksplorasi program-program konkret di bidang integrasi pendidikan dan industri, pengembangan talenta digital, kemitraan sekolah dengan dunia usaha, serta program pertukaran dan kolaborasi internasional.
Penandatanganan LoI dilakukan dalam rangkaian kunjungan resmi delegasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur ke Shanghai, Tiongkok, pada 8-12 Juni 2026.
“Pendidikan vokasi bukan sekadar mengajarkan penggunaan alat, tetapi membantu siswa memahami cara industri bekerja dan proyek dijalankan. Di era AI, perusahaan tidak lagi hanya mencari individu yang bisa menggunakan AI, tetapi yang mampu memanfaatkannya secara efektif. Karena itu, HGI Research Centre berkomitmen membawa proyek, proses, dan standar industri ke dalam ruang kelas di Indonesia,” jelas Wang Chen.
Sementara itu, Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M., Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menyatakan bahwa industri digital kini telah menjadi arah penting bagi pertumbuhan ekonomi.
“Melalui kolaborasi dengan HGI Research Center dan sejumlah kampus vokasi terkemuka di Shanghai, Jawa Timur berharap dapat mencetak talenta muda yang tidak hanya menguasai keterampilan digital mutakhir, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi serta berwawasan internasional demi mendukung peningkatan skala industri regional,” tegasnya.
Selama kunjungan, delegasi Disdik Jawa Timur dan HGI Research Centre melakukan diskusi mendalam mengenai integrasi dunia industri dan pendidikan, penyusunan kurikulum bersama, hingga sertifikasi keterampilan vokasi internasional.
Salah satu topik utama yang mendapat perhatian adalah konsep “Chinese + Class Skill”, yakni model pembelajaran yang mengintegrasikan penguasaan bahasa Mandarin dengan keterampilan profesional dalam konteks industri nyata.
Melalui pendekatan ini, pembelajaran bahasa dipadukan dengan praktik di bidang desain gim, media digital, produksi konten, dan industri kreatif lainnya. Dengan demikian, siswa tidak hanya memperoleh kemampuan teknis, tetapi juga keterampilan komunikasi lintas budaya yang semakin dibutuhkan dalam dunia kerja global.
Kedua belah pihak juga membahas berbagai peluang kolaborasi, mulai dari pengembangan kurikulum bersama, sertifikasi keterampilan vokasi internasional, penguatan kemitraan sekolah dan industri, hingga pengembangan talenta di sektor ekonomi digital dan industri kreatif.
Anggota delegasi melihat secara langsung implementasi integrasi pendidikan dan industri di berbagai bidang, mulai dari animasi dan produksi gim, media digital, penerapan kecerdasan buatan, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk pelestarian dan pengembangan budaya.
Melalui kerja sama ini, kedua pihak sepakat membangun mekanisme komunikasi berkelanjutan dan mengeksplorasi program-program konkret di bidang integrasi pendidikan dan industri, pengembangan talenta digital, kemitraan sekolah dengan dunia usaha, serta program pertukaran dan kolaborasi internasional.
Penandatanganan LoI dilakukan dalam rangkaian kunjungan resmi delegasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur ke Shanghai, Tiongkok, pada 8-12 Juni 2026.
“Pendidikan vokasi bukan sekadar mengajarkan penggunaan alat, tetapi membantu siswa memahami cara industri bekerja dan proyek dijalankan. Di era AI, perusahaan tidak lagi hanya mencari individu yang bisa menggunakan AI, tetapi yang mampu memanfaatkannya secara efektif. Karena itu, HGI Research Centre berkomitmen membawa proyek, proses, dan standar industri ke dalam ruang kelas di Indonesia,” jelas Wang Chen.
Sementara itu, Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M., Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menyatakan bahwa industri digital kini telah menjadi arah penting bagi pertumbuhan ekonomi.
“Melalui kolaborasi dengan HGI Research Center dan sejumlah kampus vokasi terkemuka di Shanghai, Jawa Timur berharap dapat mencetak talenta muda yang tidak hanya menguasai keterampilan digital mutakhir, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi serta berwawasan internasional demi mendukung peningkatan skala industri regional,” tegasnya.
Selama kunjungan, delegasi Disdik Jawa Timur dan HGI Research Centre melakukan diskusi mendalam mengenai integrasi dunia industri dan pendidikan, penyusunan kurikulum bersama, hingga sertifikasi keterampilan vokasi internasional.
Salah satu topik utama yang mendapat perhatian adalah konsep “Chinese + Class Skill”, yakni model pembelajaran yang mengintegrasikan penguasaan bahasa Mandarin dengan keterampilan profesional dalam konteks industri nyata.
Melalui pendekatan ini, pembelajaran bahasa dipadukan dengan praktik di bidang desain gim, media digital, produksi konten, dan industri kreatif lainnya. Dengan demikian, siswa tidak hanya memperoleh kemampuan teknis, tetapi juga keterampilan komunikasi lintas budaya yang semakin dibutuhkan dalam dunia kerja global.
Kedua belah pihak juga membahas berbagai peluang kolaborasi, mulai dari pengembangan kurikulum bersama, sertifikasi keterampilan vokasi internasional, penguatan kemitraan sekolah dan industri, hingga pengembangan talenta di sektor ekonomi digital dan industri kreatif.
Anggota delegasi melihat secara langsung implementasi integrasi pendidikan dan industri di berbagai bidang, mulai dari animasi dan produksi gim, media digital, penerapan kecerdasan buatan, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk pelestarian dan pengembangan budaya.
(wbs)
Lihat Juga :