Teknologi Laparoskopi dan MRI Diperkuat Kecerdasan Buatan Diperkenalkan
Kamis, 11 Juni 2026 - 20:38 WIB
loading...
Kecerdasan Buatan. FOTO/ The Verge
A
A
A
JAKARTA - Empat pusat layanan unggulan tersebut adalah BraveHeart Center, Orthopedic Center Brawijaya, Jakarta Gynecology Center (JGC), dan Benih IVF Center, dikenalkan Brawijaya Hospital pada Kamis, (11/6/2026) di Jakarta.
Empat Center of Excellence tersebut menjadi langkah strategis dalam menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan spesialistik yang semakin kompleks melalui pendekatan pelayanan terintegrasi, pemanfaatan teknologi modern, serta dukungan tim medis multidisiplin yang berpengalaman.
Tokoh nasional Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan apresiasinya terhadap hadirnya berbagai layanan unggulan tersebut.
“Center of Excellence untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat Indonesia. Mulai dari BraveHeart Center, Orthopedic Center, Jakarta Gynecology Center, hingga Benih In Vitro Fertilization (IVF). Semuanya didukung oleh dokter berpengalaman, teknologi modern,” ujarnya di tempat terpisah.
Center of Excellence atau layanan unggulan ini juga menjadi bagian dari upaya Brawijaya Hospital Group untuk memperkuat kualitas layanan kesehatan nasional sekaligus mendukung program pemerintah dalam mengurangi jumlah masyarakat Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri.
Chief Commercial Officer (CCO) Brawijaya Hospital, drg. Hestiningsih, S.E., M.A.R.S. menegaskan bahwa kualitas tenaga medis dan teknologi kesehatan yang tersedia di Indonesia saat ini mampu bersaing dengan negara-negara tujuan medical tourism lainnya.
“Brawijaya Hospital memiliki dokter dengan kapasitas dan kapabilitas yang sama, bahkan lebih baik, dan juga teknologinya pun kita tidak kalah," ujar Hesti saat ditemui disela acara.
Menurutnya, seluruh kebutuhan layanan kesehatan pasien sebenarnya dapat ditangani di dalam negeri dengan standar yang tinggi dan didukung oleh tenaga medis yang kompeten.
Dari sisi teknologi, Brawijaya Hospital telah mengoperasikan berbagai perangkat medis mutakhir, termasuk teknologi laparoskopi canggih dan MRI yang diperkuat kecerdasan buatan (AI), guna meningkatkan akurasi diagnosis dan efektivitas terapi.
Seiring penguatan layanan medis, Brawijaya Hospital Group juga tengah menjalankan strategi ekspansi untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas.
“Tahun ini memang kita berfokus pada pendalaman untuk menyiapkan pipeline tersebut, tapi di saat yang sama kita sedang melakukan beberapa pengembangan ekspansi di enam existing hospital kita. Kita sedang me-develop planning untuk lokasi yang sudah kita dapatkan. Jadi dari sisi kapasitas, pelayanan, dan juga akses, itu akan lebih banyak lagi untuk pasiennya,” pungkas Hesti.
Hesti menambahkan bahwa salah satu kekuatan Brawijaya Hospital terletak pada kualitas sumber daya manusianya. Saat ini jaringan rumah sakit tersebut didukung lebih dari 500 dokter spesialis, termasuk para ahli yang memiliki pengalaman praktik yang mumpuni.
“Perlu diingat juga bahwa patient journey itu selalu dimulai dengan screening, diagnosis, treatment, hingga recovery dan kontrol berikutnya, kami memastikan siap melayani semua kebutuhan pasien," papar Hesti.
BraveHeart Center, Orthopedic Center Brawijaya, Jakarta Gynecology Center, dan Benih IVF Center, serta pengembangan jaringan rumah sakit yang berkelanjutan.
Empat Center of Excellence tersebut menjadi langkah strategis dalam menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan spesialistik yang semakin kompleks melalui pendekatan pelayanan terintegrasi, pemanfaatan teknologi modern, serta dukungan tim medis multidisiplin yang berpengalaman.
Tokoh nasional Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan apresiasinya terhadap hadirnya berbagai layanan unggulan tersebut.
“Center of Excellence untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat Indonesia. Mulai dari BraveHeart Center, Orthopedic Center, Jakarta Gynecology Center, hingga Benih In Vitro Fertilization (IVF). Semuanya didukung oleh dokter berpengalaman, teknologi modern,” ujarnya di tempat terpisah.
Center of Excellence atau layanan unggulan ini juga menjadi bagian dari upaya Brawijaya Hospital Group untuk memperkuat kualitas layanan kesehatan nasional sekaligus mendukung program pemerintah dalam mengurangi jumlah masyarakat Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri.
Chief Commercial Officer (CCO) Brawijaya Hospital, drg. Hestiningsih, S.E., M.A.R.S. menegaskan bahwa kualitas tenaga medis dan teknologi kesehatan yang tersedia di Indonesia saat ini mampu bersaing dengan negara-negara tujuan medical tourism lainnya.
“Brawijaya Hospital memiliki dokter dengan kapasitas dan kapabilitas yang sama, bahkan lebih baik, dan juga teknologinya pun kita tidak kalah," ujar Hesti saat ditemui disela acara.
Menurutnya, seluruh kebutuhan layanan kesehatan pasien sebenarnya dapat ditangani di dalam negeri dengan standar yang tinggi dan didukung oleh tenaga medis yang kompeten.
Dari sisi teknologi, Brawijaya Hospital telah mengoperasikan berbagai perangkat medis mutakhir, termasuk teknologi laparoskopi canggih dan MRI yang diperkuat kecerdasan buatan (AI), guna meningkatkan akurasi diagnosis dan efektivitas terapi.
Seiring penguatan layanan medis, Brawijaya Hospital Group juga tengah menjalankan strategi ekspansi untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas.
“Tahun ini memang kita berfokus pada pendalaman untuk menyiapkan pipeline tersebut, tapi di saat yang sama kita sedang melakukan beberapa pengembangan ekspansi di enam existing hospital kita. Kita sedang me-develop planning untuk lokasi yang sudah kita dapatkan. Jadi dari sisi kapasitas, pelayanan, dan juga akses, itu akan lebih banyak lagi untuk pasiennya,” pungkas Hesti.
Hesti menambahkan bahwa salah satu kekuatan Brawijaya Hospital terletak pada kualitas sumber daya manusianya. Saat ini jaringan rumah sakit tersebut didukung lebih dari 500 dokter spesialis, termasuk para ahli yang memiliki pengalaman praktik yang mumpuni.
“Perlu diingat juga bahwa patient journey itu selalu dimulai dengan screening, diagnosis, treatment, hingga recovery dan kontrol berikutnya, kami memastikan siap melayani semua kebutuhan pasien," papar Hesti.
BraveHeart Center, Orthopedic Center Brawijaya, Jakarta Gynecology Center, dan Benih IVF Center, serta pengembangan jaringan rumah sakit yang berkelanjutan.
(wbs)
Lihat Juga :